Bareksa Insight : Pemerintah Salurkan Bansos Rp24 Triliun, Ini Dampaknya ke Kinerja Reksadana

Bansos disalurkan sebagai perlindungan bagi masyarakat kurang mampu dari efek rencana kenaikan harga BBM subsidi
Abdul Malik • 30 Aug 2022
cover

Ilustrasi masyarakat sedang mengantre di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di Jakarta, jelang rencana kenaikan harga BBM. Kebijakan pemerintah yang akan memberikan dana bansos kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak kenaikan harga BBM diprediksi akan berdampak positif terhadap kinerja reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pemerintah menyatakan akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) dengan total nilai Rp24.17 triliun pada 1 September 2022. Hal ini dilakukan sebagai perlindungan bagi masyarakat kurang mampu dari efek rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Selain itu, Pemerintah juga merevisi anggaran subsidi energi hingga akhir tahun dari Rp502 triliun jadi Rp698 triliun.

Menurut Tim Analis Bareksa, sejumlah kebijakan itu dilakukan sebagai upaya untuk menahan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi dan konsumsi masyarakat dapat terjaga dan bertumbuh dengan baik. Sehingga, hal ini diproyeksikan berdampak cukup baik terhadap kinerja sektor konsumsi primer (non siklikal), serta turut mendorong kinerja reksadana saham dan reksadana indeks berbasis sektor tersebut.

Baca juga : Bareksa Insight : Suku Bunga AS akan Terus Naik Agresif, Terapkan Strategi Investasi Ini

Di sisi lain, kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap melemah kemarin yield (imbal hasil) acuan Obligasi Negara naik ke level 7,14% kemarin. Upaya Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) yang akan tetap agresif menaikkan suku bunga acuan, mengakibatkan pasar negara berkembang semakin tertekan. Terutama untuk Indonesia dalam hal stabilitas nilai tukar rupiah. Namun Tim Analis Bareksa menilai upaya pemerintah mendorong laju pertumbuhan ekonomi dalam negeri diharapkan dapat mengurangi efek dari risiko global tersebut.

Pasar saham nasional yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (29/8/2022) turun 0,04% ke level 7.132,045. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 29/08/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 7,2%. 

Lihat juga : Bareksa Insight : Produksi Minyak Dunia Ditahan, Reksadana Ini Cuan Hingga 25% Setahun

Apa yang bisa dilakukan investor?

Di tengah sentimen rencana kenaikan harga BBM dan agresifnya penaikan suku bunga AS, menurut Tim Analis Bareksa,Smart Investor bisa menerapkan dua jurus berikut agar investasinya tetap mencatatkan kinerja maksimal

1. Wacana kenaikan harga BBM subsidi masih jadi perhatian utama investor, namun rencana penyaluran dana bansos juga dipandang cukup positif untuk menjaga inflasi tetap stabil. Investor bisa mencermati reksadana saham dan reksadana indeks berbasis saham kapitalisasi besar (big caps) di sektor konsumsi, serta pertimbangkan untik akumulasi investasi, jika IHSG bergerak di bawah level 7.000.

2. Tim Analis Bareksa memperkirakan yield Surat Berharga Negara (SBN) acuan masih akan bergerak di rentang 7,1 - 7,2% pada hari ini (30/9) dan pergerakan harga obligasi akan cenderung mendatar jelang rilis inflasi Agustus 2022 pekan ini. Sehingga, investor masih bisa mencermati reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi, serta diversifikasi investasi di reksadana pasar uang, serta Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR017

Masa penawaran SR017  dibuka sejak 19 Agustus hingga ditutup 14 September 2022. Nilai minimal pembelian SR017 ialah Rp1 juta atau 1 unit dan maksimal Rp5 miliar atau 5.000 unit per investor. Kementerian Keuangan menetapkan imbal hasil SR017 sebesar 5,9% bersifat tetap (fixed) per tahun, bertenor 3 tahun, dengan jatuh tempo pada 10 September 2025.

Simak juga : Bareksa Insight : Potensi Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik di RI, Cermati Reksadana Ini

Beberapa produk reksadana indeks, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko agresif, moderat dan konservatif ialah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 29 Agustus 2022)

Reksadana Indeks

BNP Paribas Sri Kehati : 27,15%
Allianz SRI KEHATI Index Fund : 27,15%

Reksadana Saham 

Bahana Dana Prima : 29,65%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 16,59%

Imbal Hasil Sepanjang Tahun Berjalan (YTD per 29 Agustus 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 5,75%​
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 4,56%

Imbal Hasil 3 Tahun (per 29 Agustus 2022)

Reksadana Pasar Uang

Capital Money Market Fund17,48%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 15,79%

Baca juga : Bareksa Insight : Imbal Hasil Tinggi, SBN Ritel seri SR017 Jadi Pilihan Investasi Menarik

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Baca juga : Bareksa Insight : Bunga Acuan BI Naik, Pasar Saham dan Cuan Reksadana Ini Meroket

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.