Bareksa Insight : Imbal Hasil Tinggi, SBN Ritel seri SR017 Jadi Pilihan Investasi Menarik

Di tengah gejolak pasar modal yang masih cukup tinggi, SR017 bisa menjadi pilihan diversifikasi investasi yang tepat
Abdul Malik • 18 Aug 2022
cover

Ilustrasi investasi di produk investasi syariah seperti SBN Ritel seri Sukuk Ritel SR017. (Shutterstock)

Bareksa.com - Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR017 yang akan mulai ditawarkan 19 Agustus hingga 14 September 2022 bisa menjadi pilihan investasi menarik. Sebab menurut Tim Analis Bareksa, tingkat imbal hasil (kupon) yang ditawarkan SR017 sebesar 5,9% per tahun, merupakan yang tertinggi dibandingkan SBN Ritel seri sebelumnya yang sudah terbit tahun ini.

SR017 merupakan SBN Ritel seri keempat dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel seri kedua di 2022. 

Meskipun setelah dipotong pajak 10%, imbal hasil bersih yang diterima investor dari SR017 masih 5,31%, lebih tinggi dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini 3.5%. Apalagi di tengah gejolak pasar modal yang masih cukup tinggi, Tim Analis Bareksa menilai SR017 bisa menjadi pilihan diversifikasi investasi yang tepat.

Baca juga : Bareksa Insight : Pelemahan Ekonomi China Bayangi Pasar, Ini Jurus Cuan Investasi Reksadana

Sementara itu, sentimen global masih mempengaruhi pergerakan pasar saham dan obligasi Indonesia. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pada Rabu malam WIB (17/8/2022) menyatakan masih membuka peluang kenaikan suku bunga secara agresif untuk mengatasi tingginya inflasi Negara Paman Sam. Hal ini mengakibatkan pelemahan mayoritas indeks saham AS, serta naiknya imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah Negara Adidaya ke level 2,9 persen. 

Untuk hari ini (18/8/2022), Tim Analis Bareksa memperkirakan pasar modal Indonesia berpeluang mengalami penurunan terbatas.

Pasar saham Tanah Air yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 16 Agustus 2022 naik 0,57% ke level 7.133,45. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 16/08/2022 pukul 17.00 (WIB) benchmark Obligasi Pemerintah RI tercatat tetap di level 7%. 

Apa yang bisa dilakukan investor?

Mempertimbangkan pasar modal nasional yang masih berfluktuasi akibat sentimen global, Tim Analis Bareksa menyarankan 3 strategi buat investor agar investasinya mampu membukukan cuan maksimal : 

1. Dalam sebulan terakhir, investor asing mencatatkan aksi beli hingga Rp9,5 trilliun di IHSG, terutama di saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). Sehingga, investor reksadana bisa kembali mencermati reksadana saham berbasis saham big caps, jika IHSG kembali turun di bawah level 7.000.

2. Melihat imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah AS yang kembali naik, maka pasar obligasi nasional berpotensi kembali melemah hari ini dengan yield acuan SBN ke kisaran 7,06% hingga 7.15%. Investor bisa kembali mencermati reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi yang umumnya lebih tahan gejolak pasar dibanding yang berbasis SBN.

3. Selain itu, sebagai instrumen diversifikasi yang risikonya rendah, investor bisa mempertimbangkan SR017 yang akan terbit besok Jumat (19/8) serta reksadana pasar uang.

Lihat juga : Bareksa Insight : Neraca Dagang Bisa Kembali Surplus, Reksadana Ini Cuan hingga 32%

Beberapa produk reksadana indeks, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang yang bisa dipertimbangkan investor dengan profil risiko agresif, moderat dan konservatif di antaranya : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 16 Agustus 2022)

Reksadana Indeks

Principal Index IDX30 Kelas O : 19,3%
BNI AM Indeks IDX30 : 19,27%

Reksadana Saham

Avrist Ada Saham Blue Safir : 22,85%
BNP Paribas Pesona Syariah : 11,17%

Imbal Hasil 3 Tahun (per 16 Agustus 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 30,84%
Bahana Mes Syariah Fund Kelas G : 18,27%

Reksadana Pasar Uang

Capital Money Market Fund : 17,69%
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 17,71%

Simak juga : Bareksa Insight : Beragam Sentimen Dongkrak Cuan Reksadana, Strategi Investasi Ini Bisa Diterapkan

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Baca juga : Bareksa Insight : IMF Nilai Indonesia Aman dari Resesi, Potensi Cuan Reksadana Ini

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.