Bareksa Insight : Kenaikan Suku Bunga AS akan Makin Agresif, SR017 dan Reksadana Ini Bisa Dipilih

Probabilitas kenaikan suku bunga acuan AS yang sebesar 0,75% pada bulan ini semakin menguat
Abdul Malik • 08 Sep 2022
cover

Ilustrasi investor yang memantau kinerja investasinya yang terpengaruh oleh arah kebijakan The Fed. Di tengah kenaikan agresif suku bunga AS, investor bisa memilih SR017 dan reksadana pasar uang untuk diversifikasi investasi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Minat investor terhadap instrumen Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) Ritel yakni Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR017 semakin tinggi, hingga total pemesanan menembus lebih dari Rp20 triliun. 

Pagi ini (8/9/2022), nilai pemesanan SR017 telah mencapai sekitar 90% dari target penjualan total Rp22.5 triliun. Menurut Tim Analis Bareksa, investor masih bisa berinvestasi di instrumen ini sebelum masa penawaran berakhir pada 14 September 2022, atau sebelum kehabisan kuota pemesanan. 

Kuota nasional pemesanan SR017 tinggal tersisa sekitar Rp2 triliun. Kuota pemesanan SR017 per investor mulai Rp1 juta hingga Rp5 miliar. Imbal hasil yang ditawarkan juga menarik, yakni 5,9% per tahun, jauh lebih tinggi dari bunga deposito perbankan. 

Baca juga : Bareksa Insight : Harga Batu Bara Rekor All Time High, Cuan Reksadana Ini Terbang

Sementara itu, pasar saham Indonesia mengalami penurunan wajar pada perdagangan kemarin (7/9/2022), setelah hampir menyentuh level psikologis di 7,300. Mayoritas reksadana pendapatan tetap juga melemah terbatas dipengaruhi tingginya imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang kembali menyentuh level 3.3%. 

Tim Analis Bareksa menilai, probabilitas kenaikan suku bunga acuan AS yang sebesar 0,75% pada September 2022 semakin menguat. Potensi itu menyusul salah satu pejabat Bank Sentral Negara Paman Sam, Federal Reserve (The Fed) semalam mengatakan jika The Fed harus menaikkan suku bunga di level yang tinggi hingga inflasi mereda, meskipun dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi.

Lihat juga : Bareksa Insight : Pasar Saham Meroket Pasca Harga BBM Naik, Cuan Reksadana Ini Melambung

The Fed telah menaikkan suku bunga acuan beberapa kali sepanjang tahun ini. Kenaikan Fed Funds Rate terakhir 0,75% jadi 2,25% - 2,5% pada Juli 2022. Sebelumnya Maret 2022, The Fed menaikkan suku bunga 0,25%, kemudian Mei naik 0,5% dan Juni naik 0,75%. Kenaikan ini merupakan yang paling agresif sejak 1994. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 07 September 2022 turun 0,64% ke level 7.186,76. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 07/09/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 7,2%.

Simak juga : Bareksa Insight : Harga BBM Naik, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Di tengah sentimen potensi semakin agresifnya kenaikan suku bunga AS yang sedang membayangi pasar modal, Tim Analis Bareksa menyarankan investor menerapkan strategi ini agar investasinya tetap berkinerja maksimal :   

Tim Analis Bareksa memprediksi pasar saham dan obligasi berpotensi masih akan melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Investor dapat melakukan diversifikasi investasi di SR017 sebelum kehabisan kuota pemesanan, serta instrumen investasi yang pergerakannya lebih stabil dan rendah risiko yakni reksadana pasar uang.

Baca juga : Bareksa Insight : Asing Masuk ke Obligasi Rp8 Triliun, Cuan Reksadana Ini Meroket

Beberapa produk reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan investor dengan profil risiko konservatif, moderat dan agresif ialah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 7 September 2022)

Reksadana Indeks

Avrist IDX30 : 18,5%
BNI AM Indeks IDX30 : 15,39%

Reksadana Saham

Bahana Dana Prima : 26,57%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 14,12%

Imbal Sepanjang Tahun Berjalan (YTD per 7 September 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 6.47%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 4,71%

Imbal Hasil 3 Tahun (per 7 September 2022)

Reksadana Pasar Uang

Capital Money Market Fund : 17,41%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 15,73%

Baca juga : Bareksa Insight : Sentimen Pasar di Agustus Bervariasi, Cuan Reksadana Ini Melesat Hingga 26%

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Baca juga : Bareksa Insight : Bunga Acuan BI Naik, Pasar Saham dan Cuan Reksadana Ini Meroket

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.