BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Kuota ORI030 Menipis, Emas Melesat, Cek Peluang Reksadana

27 Juli 2026
Tags:
Bareksa Insight: Kuota ORI030 Menipis, Emas Melesat, Cek Peluang Reksadana
Ilustrasi investor mengatur portofolio investasi dalam berbagai kelas aset, dan menggabungkan potensi pertumbuhan reksa dana indeks dengan stabilitas reksa dana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Harga emas naik ke US$4.108/oz, sementara ORI030 mencetak rekor penjualan Rp38,13 triliun dengan kuota tersisa terbatas. Simak peluang reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap dan emas.

Bareksa – Harga emas spot naik 1,36% ke US$4.108 per troy ounce pada Senin pagi (27/7), sementara ORI030 mencetak rekor penjualan Rp38,6 triliun dengan sisa kuota sekitar Rp1 triliun untuk tenor 3 tahun dan Rp347 miliar untuk tenor 6 tahun menjelang penutupan masa penawaran pada 30 Juli 2026.

Di tengah IHSG yang masih naik 5,09% sepanjang Juli 2026 meski terkoreksi 1,88% pada Jumat (24/7), yield SBN 10 Tahun bertahan di 7,37%, sedangkan yield US Treasury 10 Tahun masih tinggi di 4,62%.

Kondisi ini membuat investor dapat mempertimbangkan RDPU untuk menjaga likuiditas, RDPT berbasis SBN untuk memanfaatkan tingginya yield obligasi domestik, serta emas sebagai instrumen diversifikasi di tengah ketidakpastian global.

Promo Terbaru di Bareksa

ORI030 Hampir Habis, Minat Investor Masih Sangat Tinggi

Data Bareksa yang mengutip Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menunjukkan ORI030 telah membukukan nilai pemesanan Rp38,6 triliun hingga 27 Juli 2026 pagi, menjadikannya SBN Ritel dengan penjualan terbesar sepanjang sejarah.

Meski demikian, investor masih memiliki kesempatan memesan ORI030 hingga 30 Juli 2026 selama kuota masih tersedia. Sisa kuota tenor ORI030-T3 sekitar Rp1 triliun, sedangkan ORI030-T6 tinggal sekitar Rp347 miliar.

ORI030 menawarkan kupon tetap 6,9% per tahun untuk tenor 3 tahun dan 7% per tahun untuk tenor 6 tahun.

Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

Harga emas kembali menguat setelah meningkatnya permintaan aset aman menyusul eskalasi konflik AS-Iran yang sempat mendorong harga minyak menyentuh US$100 per barel sebelum kembali turun ke sekitar US$91,89 per barel.

Di sisi lain, yield US Treasury 10 Tahun masih bertahan di kisaran 4,62%, menunjukkan ketidakpastian pasar global belum sepenuhnya mereda meski tensi geopolitik mulai mereda.

Apa Artinya bagi Investor?

Kondisi pasar saat ini menunjukkan investor masih menghadapi kombinasi ketidakpastian global dan tingginya yield obligasi. Dalam situasi seperti ini, reksadana pasar uang dapat menjadi pilihan untuk menjaga stabilitas portofolio, sementara reksadana pendapatan tetap berbasis SBN berpotensi memperoleh dukungan dari yield obligasi pemerintah yang masih tinggi.

Di sisi lain, emas tetap relevan sebagai instrumen diversifikasi untuk membantu meredam volatilitas portofolio.

Beberapa produk yang dapat dicermati antara lain:

Reksadana Pasar Uang

Produk

Return

Insight Money

5,24% (1 Tahun)

STAR Money Market Kelas Utama

4,58% (1 Tahun)

Sucorinvest Money Market USD

3,54% (1 Tahun)

Bahana Liquid USD

2,75% (1 Tahun)

Sumber: Bareksa, kinerja per 24/7/2026

Reksadana Pendapatan Tetap

Produk

Return

Allianz Fixed Income Fund 2

0,48% (1 Tahun)

BNP Paribas Prima II Kelas RK1

0,24% (1 Tahun)

Sumber: Bareksa, kinerja per 24/7/2026

Harga Beli Emas Digital

Platform

Harga

Treasury

Rp2.438.637

Pegadaian

Rp2.497.740

Indogold

Rp2.381.340

Sumber: fitur Bareksa Eams, per 27 Juli 2026 pagi

Kesimpulan

Rekor penjualan ORI030 menunjukkan minat investor terhadap instrumen pendapatan tetap masih kuat. Menjelang berakhirnya masa penawaran, investor yang belum memperoleh alokasi masih dapat memanfaatkan sisa kuota selama tersedia. Sementara itu, di tengah ketidakpastian global dan yield obligasi yang tetap tinggi, RDPU, RDPT berbasis SBN, serta emas masih layak dicermati sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Beli ORI030 di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Romainah/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***​​​​​​​​​

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Apakah ORI030 masih bisa dibeli?

Masih. ORI030 dapat dipesan hingga 30 Juli 2026 selama kuota belum habis.

Mengapa ORI030 diminati investor?

Karena menawarkan kupon tetap yang kompetitif dan dijamin pemerintah sehingga menjadi salah satu pilihan investasi pendapatan tetap.

Mengapa RDPU masih menarik?

RDPU cenderung memiliki volatilitas lebih rendah sehingga dapat membantu menjaga likuiditas di tengah ketidakpastian pasar.

Mengapa RDPT layak dicermati?

Yield obligasi pemerintah yang masih tinggi berpotensi menopang prospek reksa dana pendapatan tetap berbasis SBN.

Mengapa emas masih relevan?

Emas tetap menjadi aset safe haven yang dapat membantu diversifikasi portofolio ketika ketidakpastian global dan volatilitas pasar meningkat.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua