Bareksa Insight : Hari Ini Pengumuman Suku Bunga BI, Apa Dampaknya ke Reksadana?

Jika BI mempertahankan bunga acuan 3,5%, maka kinerja sektor konsumsi primer akan terjaga
Abdul Malik • 23 Aug 2022
cover

Karyawan Bank Indonesia memberikan edukasi kepada pelajar tentang sejarah berdirinya Gedung Bank Indonesia provinsi Aceh di Banda Aceh. ANTARA FOTO/Ampelsa

Bareksa.com - Sektor konsumsi primer (non siklikal) masih mencatatkan kinerja positif di tengah pelemahan pasar saham (Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG) kemarin dan mendorong kinerja reksadana saham dan reksadana indeks berbasis sektor tersebut. IHSG pada 22 Agustus 2022 turun 1,09% ke level 7.107,98. 

Menurut Tim Analis Bareksa, sektor yang tergolong defensif jadi pilihan investor, ketika fluktuasi pasar sedang tinggi akibat dibayangi sentimen isu global dan dalam negeri. Kinerja sektor itu juga diprediksi masih akan terjaga, jika Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 3,5% dalam rilis hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini (23/8/2022), guna mendorong daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Bareksa Insight : Isu Kenaikan Harga BBM Bayangi Pasar Modal, Investasi di SR017 Solusinya

Sementara itu, pasar obligasi sedang menanti pidato Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell dalam konferensi bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat pekan ini, terkait suku bunga acuan Negara Paman Sam. 

Jelang pidato tersebut, imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah Indonesia akan lebih berfluktuasi dan kemarin melemah ke level 7,15%. Tim Analis Bareksa memproyeksikan harga obligasi masih akan cenderung tertekan pekan ini, namun di sisi lain lelang Sukuk Negara hari ini diproyeksikan dapat membatasi risiko pelemahan tersebut.

Lihat juga : Bareksa Insight: Isu Harga BBM Naik Bikin Panik? Pakai Strategi Investasi Ini

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Di tengah sentimen pasar yang dibayangi sentimen jelang rilis suku bunga BI dan pidato ketua The Fed akhir pekan ini, Tim Analis Bareksa menyarankan Smart Investor bisa menerapkan 3 cara ini agar investasinya membukukan cuan maksimal : 

1. Selain sektor konsumsi primer, sektor defensif lainnya yang berpeluang menopang pergerakan IHSG ialah sektor perbankan dan infrastruktur. Investor bisa mencermati reksadana berbasis sektor tersebut di saat IHSG mengalami penurunan.

2. Di tengah fluktuasi harga Surat Berharga Negara (SBN) jelang rilis suku bunga acuan BI dan pidato ketua The Fed akhir pekan ini, Smart Investor masih bisa melakukan akumulasi investasi di reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi.

3. Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis syariah yakni Sukuk Ritel seri SR017 yang saat ini sedang ditawarkan oleh Pemerintah, juga bisa jadi pilihan untuk diversifikasi investasi yang pas dan aman, saat pasar saham dan obligasi sedang bergejolak.

Simak juga : Bareksa Insight : Imbal Hasil Tinggi, SBN Ritel seri SR017 Jadi Pilihan Investasi Menarik

Beberapa produk reksadana indeks, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang yang bisa dipertimbangkan oleh Smart Investor dengan profil risiko agresif, moderat dan konservatif ialah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 22 Agustus 2022)

Reksadana Indeks

BNP Paribas Sri Kehati : 25,71%
Allianz SRI KEHATI Index Fund : 25,73%

Reksadana Saham

Mandiri Investa Cerdas Bangsa : 16,33%
Cipta Syariah Equity : 19,23%

Imbal Hasil Sepanjang Tahun Berjalan (YTD per 22 Agustus 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 4,45%
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 5,59%

Imbal Hasil 3 Tahun (per 22 Agustus 2022)

Reksadana Pasar Uang

Capital Money Market Fund : 17,54%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 15,86%

Lihat juga : Bareksa Insight : Beragam Sentimen Dongkrak Cuan Reksadana, Strategi Investasi Ini Bisa Diterapkan

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Baca juga : Bareksa Insight : IMF Nilai Indonesia Aman dari Resesi, Potensi Cuan Reksadana Ini

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.