Batu Bara Membara, Puluhan Reksadana Koleksi Saham ADRO, UNTR, ITMG Hingga PTBA

Sejak awal tahun, saham sektor energi telah mencetak imbal hasil tertinggi mencapai 82%
Abdul Malik • 07 Sep 2022
cover

Ilustrasi kenaikan harga batu bara yang mendongkrak lonjakan harga saham emiten batu bara dan mendorong kinerja reksadana berbasis saham batu bara. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga batu bara dunia kembali naik ke level tertinggi sepanjang sejarah (all time high) karena gangguan pasokan aliran gas dari Rusia ke Eropa. Sehingga permintaan batu bara meningkat sebagai alternatif pengganti gas. 

Harga pasir hitam itu mencetak rekor tertinggi dalam sejarah pada Senin (5/9/2022) di US$463,75 per ton, atau terbang 5,18% dibandingkan Jumat. Harga itu sekaligus melewati rekor sebelumnya yakni US$446 per ton pada 2 Maret 2022 atau hanya beberapa hari setelah perang Rusia-Ukraina meletus.

Hal ini turut mendorong penguatan sektor energi, terutama saham produsen batu bara yang melakukan penjualan ekspor dan berpotensi mendorong kinerja keuangan emiten. 

Menurut Tim Analis Bareksa, sejak awal tahun, saham sektor energi juga telah mencetak imbal hasil tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Kenaikannya mencapai 82% sepanjang tahun berjalan (YTD 6/9/2022) dan menopang kinerja reksadana saham dan reksadana indeks berbasis saham komoditas.

Beberapa saham emiten tambang batu bara di Tanah Air di antaranya PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT United Tractors Tbk (UNTR),  PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). 

Sumber : Bareksa

Menurut catatan Bareksa, sepanjang tahun berjalan (YTD) per 5 September 2022, saham BUMI meroket 251%, disusul saham ADRO terbang 199%, ITMG melesat 150%, PTBA melambung 95% dan UNTR melonjak 59%. Melonjaknya harga saham-saham emiten batu bara tersebut tentu jadi sentimen positif bagi reksadana yang memiliki saham-saham tersebut dalam portofolionya. 

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet Juli 2022, saham-saham emiten batu bara banyak dikoleksi produk reksadana. Tercatat saham ADRO yang terbanyak dikoleksi oleh manajer investasi dalam mengelola produk reksadananya, yakni mencapai 30 produk reksadana. 

Kemudian disusul saham UNTR dimiliki 27 produk reksadana, saham PTBA jadi portofolio 10 produk reksadana, saham ITMG digenggam oleh 8 produk reksadana, serta saham BUMI jadi aset 2 produk reksadana

Daftar lengkap produk-produk reksadana tersebut sebagai berikut : 

1. Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

Mayoritas atau 27 dari 30 produk reksadana yang memiliki saham ADRO dalam portofolionya ialah reksadana saham dan hanya 3 produk reksadana yang merupakan reksadana indeks atau index fund

Kemudian enam produk reksadana yang memiliki saham ADRO dalam daftar tersebut merupakan jenis reksadana syariah, sisanya merupakan jenis konvensional.  

2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Kemudian untuk saham PTBA dikoleksi oleh 10 produk reksadana yang semuanya merupakan produk reksadana saham. Tiga produk diantaranya merupakan reksadana syariah dan 7 lainnya reksadana konvensional. 

3. PT United Tractors Tbk (UNTR) 

Selanjutnya dari 27 produk reksadana yang memiliki saham UNTR dalam portofolionya, 6 diantaranya merupakan reksadana indeks atau index fund dan 21 lainnya merupakan reksadana saham. Kemudian 5 produk reksadana merupakan jenis syariah dan 22 lainnya jenis konvensional. 

4. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Reksadana

Tipe

Sucorinvest Equity Fund

Equity Fund

Sucorinvest Maxi Fund

Equity Fund

Sedangkan saham BUMI dikoleksi oleh dua reksadana saham jenis konvensional. 

5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Adapun saham ITMG dikoleksi 8 produk reksadana yang semuanya merupakan reksadana saham. Tiga diantaranya merupakan reksadana saham syariah dan 5 lainnya reksadana saham konvensional. 

Beberapa produk reksadana mengoleksi lebih dari 1 saham emiten batu bara. Di antaranya reksadana BNP Paribas Pesona Syariah tercatat mengoleksi saham ADRO dan PTBA. Kemudian reksadana BNP Paribas Solaris menggenggam saham PTBA dan ITMG, serta BNP Paribas Ekuitas memiliki saham ADRO dan UNTR. 

Selanjutnya reksadana Batavia Dana Saham Syariah, BNI AM Indeks IDX30 dan BNI-AM Inspiring Equity Fund masing-masing mengoleksi saham ADRO dan UNTR.  Reksadana Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A bahkan mengoleksi hingga 4 saham emiten batu bara, yakni ADRO, PTBA, UNTR dan ITMG. 

Reksadana Manulife Saham SMC Plus mengoleksi saham PTBA dan ITMG, reksadana Sucorinvest Maxi Fund memiliki saham BUMI dan ITMG, serta reksadana TRIM Syariah Saham punya saham PTBA, UNTR dan ITMG. 

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/Bintang Yuliyanto/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.