Cara Bikin THR Tetap Produktif Saat Libur Lebaran
Cara mengelola THR agar tetap produktif saat Lebaran dengan membaginya ke investasi seperti reksa dana pasar uang, emas digital, dan Sukuk Ritel SR024 yang menawarkan kupon hingga 5,9% per tahun.

Cara mengelola THR agar tetap produktif saat Lebaran dengan membaginya ke investasi seperti reksa dana pasar uang, emas digital, dan Sukuk Ritel SR024 yang menawarkan kupon hingga 5,9% per tahun.
Bareksa - Lebaran identik dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Dana ini biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti mudik, belanja, hingga berbagi dengan keluarga. Namun, sebagian THR juga bisa dimanfaatkan untuk investasi agar tetap produktif, sehingga tidak habis hanya untuk konsumsi.
Salah satu cara sederhana adalah membagi THR untuk kebutuhan dan investasi. Misalnya, sekitar 50% untuk kebutuhan Lebaran dan 50% untuk investasi masa depan. Dengan strategi ini, kamu tetap bisa menikmati momen Lebaran sekaligus menjaga kondisi keuangan setelah liburan.
Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, pengelolaan THR menjadi semakin penting agar dana yang dimiliki tetap bisa berkembang.
Promo Terbaru di Bareksa
Pasar Sedang Bergejolak
Beberapa sentimen global dan domestik membuat pasar keuangan bergerak lebih volatil dalam beberapa waktu terakhir.
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Bareksa
Dari sisi global, ketegangan geopolitik antara AS, Israel, dan Iran mendorong harga minyak dunia naik. Kenaikan harga energi ini berpotensi memicu inflasi global dan mempengaruhi pergerakan pasar keuangan.
Di sisi lain, dua lembaga pemeringkat internasional yaitu Moody’s dan Fitch memberikan outlook negatif terhadap Indonesia, meskipun keduanya masih mempertahankan peringkat utang Indonesia di level investment grade.
Sentimen tersebut juga berdampak pada pasar saham domestik. IHSG tercatat turun lebih dari 9% sejak 27 Februari hingga mencapai 7.441 pada 10 Maret 2026.
Sementara itu, di pasar obligasi, yield SBN tenor 10 tahun naik dari 6,41% pada 27 Februari menjadi 6,69% pada 11 Maret. Kenaikan yield biasanya mencerminkan adanya tekanan di pasar obligasi.
Dalam kondisi seperti ini, investor umumnya mencari instrumen yang relatif lebih stabil untuk menjaga nilai portofolio.
Alokasi THR Agar Tetap Produktif
Menurut tim analis Bareksa, sebagian dana THR dapat dialokasikan ke beberapa instrumen investasi yang relatif likuid dan stabil.
Contoh alokasi sederhana yang bisa dipertimbangkan antara lain:
50% Reksa Dana Pasar Uang
15% Emas digital
35% Sukuk Ritel (SR) seperti SR024
Diversifikasi sederhana ini bertujuan agar dana tetap bekerja meskipun investor sedang menikmati libur Lebaran.
Reksa dana pasar uang dipilih karena cenderung lebih stabil untuk parkir dana jangka pendek. Emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai saat terjadi gejolak geopolitik, sementara Sukuk Ritel menawarkan potensi imbal hasil stabil dari instrumen yang diterbitkan negara.
Dengan strategi ini, dana THR tetap memiliki peluang berkembang tanpa harus mengambil risiko terlalu besar.
Strategi Cicil Emas Digital
Di tengah ketidakpastian global, emas sering menjadi salah satu aset yang dilirik investor.
Beberapa lembaga riset global memperkirakan harga emas berpotensi mencapai sekitar US$6.000 per ons, atau naik sekitar 15,7% dari level saat ini sekitar US$5.185 per ons.
Dengan asumsi kurs sekitar Rp16.882 per dolar AS, harga emas di Indonesia diperkirakan berpotensi berada di kisaran Rp3,2–3,4 juta per gram.
Sementara itu, harga emas digital di platform Bareksa per 11 Maret 2026 tercatat sekitar:
Treasury: Rp2.897.785
Pegadaian: Rp3.000.000
Indogold: Rp2.768.340
Dengan kondisi tersebut, potensi kenaikan harga emas diperkirakan berada di kisaran 15–17% dari level saat ini.
Investor dapat mempertimbangkan strategi membeli emas secara bertahap, terutama saat harga mengalami koreksi.
Reksadana Pasar Uang untuk Parkir Dana
Selain emas, sebagian dana THR juga dapat ditempatkan pada reksadana pasar uang.
Instrumen ini umumnya berinvestasi pada instrumen pasar uang dan obligasi jangka pendek dengan tenor di bawah satu tahun, sehingga relatif lebih stabil dibandingkan reksa dana saham.
Data Bareksa Barometer menunjukkan beberapa reksa dana pasar uang mencatat imbal hasil di atas 5% per tahun, bahkan sekitar 15–17% dalam tiga tahun terakhir.
Pilihan Reksa Dana Pasar Uang
No | Produk Reksadana | 1 Tahun | 3 Tahun |
|---|---|---|---|
1 | Setiabudi Dana Pasar Uang | 5,38% | 16,73% |
2 | Danapathi Money Market Fund | 5,44% | 17,18% |
3 | Sucorinvest Money Market Fund | 5,19% | 15,25% |
4 | STAR Money Market Kelas Utama | 5,14% | 16,37% |
5 | TRIM Kas 2 Kelas A | 5,04% | 15,60% |
Sumber: Bareksa Barometer
Instrumen ini dapat menjadi pilihan untuk parkir dana THR agar tetap produktif dengan risiko relatif rendah.
SR024: Instrumen Syariah dengan Kupon Tetap
Selain reksa dana dan emas, investor juga dapat mempertimbangkan Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR024.
SR024 merupakan SBN syariah yang diterbitkan pemerintah dengan kupon tetap hingga jatuh tempo.
Seri ini menawarkan dua pilihan tenor:
SR024T3: tenor 3 tahun dengan kupon 5,55% per tahun
SR024T5: tenor 5 tahun dengan kupon 5,90% per tahun
Kupon tersebut dibayarkan setiap bulan, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan rutin bagi investor.
Beberapa keunggulan SR024 antara lain:
Dijamin pemerintah
Pajak kupon hanya 10%
Minimal investasi Rp1 juta
Masa penawaran SR024 berlangsung pada 6 Maret hingga 15 April 2026, dengan pembayaran kupon pertama pada 10 Mei 2026.
Menjaga THR Tetap Produktif
Mengalokasikan sebagian THR untuk investasi bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kondisi keuangan setelah Lebaran.
Dengan membagi dana ke beberapa instrumen seperti reksa dana pasar uang, emas digital, dan Sukuk Ritel, investor dapat membuat dana tetap bekerja meskipun sedang menikmati momen liburan bersama keluarga.
Melalui strategi diversifikasi sederhana ini, THR tidak hanya habis untuk konsumsi, tetapi juga berpotensi menjadi awal membangun investasi jangka panjang.
Kesimpulan
THR tidak harus habis untuk konsumsi saat Lebaran. Dengan mengalokasikan sebagian dana ke instrumen investasi seperti reksa dana pasar uang, emas digital, dan Sukuk Ritel SR024, dana bisa tetap produktif meski pasar sedang bergejolak. Strategi diversifikasi sederhana ini membantu menjaga stabilitas portofolio sekaligus membuka peluang pertumbuhan nilai dana di masa depan.
FAQ
1. Kapan waktu terbaik mulai investasi dari THR?
Investasi bisa dimulai segera setelah menerima THR. Yang terpenting adalah menentukan alokasi dana terlebih dahulu antara kebutuhan Lebaran dan investasi.
2. Apakah investasi dari THR harus langsung dalam jumlah besar?
Tidak. Investor bisa memulai dari nominal kecil, bahkan mulai Rp1 juta untuk SR024 atau nominal yang lebih kecil pada reksa dana dan emas digital.
3. Apakah THR cocok untuk investasi jangka pendek atau panjang?
THR bisa dialokasikan untuk keduanya. Misalnya reksa dana pasar uang untuk jangka pendek, sementara emas atau sukuk ritel bisa untuk tujuan investasi yang lebih panjang.
4. Bagaimana cara membeli SR024, reksa dana, atau emas digital?
Instrumen tersebut dapat dibeli secara online melalui platform investasi seperti aplikasi Bareksa.
5. Apa keuntungan diversifikasi investasi dari THR?
Diversifikasi membantu mengurangi risiko karena dana tidak ditempatkan pada satu instrumen saja, sehingga potensi fluktuasi dapat lebih terkelola.
Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist
di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12
tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP,
ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta
analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister
Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.205,78 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.165,96 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.196,94 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.043,65 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
