Bareksa Insight : Harga BBM Naik, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Kenaikan harga BBM dapat mendorong inflasi ke level lebih tinggi hingga akhir 2022
Abdul Malik • 05 Sep 2022
cover

Ilustrasi antrian kendaraan bermotor di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di Jakarta menjelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). (Shutterstock)

Bareksa.com - Pemerintah akhirnya mulai menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Rinciannya harga Pertalite naik dari Rp7.650 jadi Rp10,000 per liter, Solar dari Rp 5.150 jadi Rp6,800 per liter, dan Pertamax dari Rp12.500 jadi Rp14,500 per liter mulai berlaku pada Sabtu, 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Menurut Tim Analis Bareksa, kenaikan harga BBM ini dapat mendorong inflasi ke level lebih tinggi hingga akhir 2022, serta berpotensi mempengaruhi suku bunga acuan Indonesia naik lebih tinggi ke kisaran level 4,25%. 

Kenaikan inflasi bisa menggerus daya beli masyarakat, serta berdampak kurang baik terhadap kinerja keuangan emiten. Selain itu, juga bisa menyebabkan fluktuasi tinggi di reksadana berbasis saham dalam jangka pendek.

Baca juga : Bareksa Insight : Asing Masuk ke Obligasi Rp8 Triliun, Cuan Reksadana Ini Meroket

Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan juga akan mendorong imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara berpotensi naik ke level lebih tinggi. Kondisi itu berpotensi mendorong pelemahan harga obligasi, serta mayoritas reksadana pendapatan tetap

Namun guna mengantisipasi agar inflasi tidak naik terlalu tinggi, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial ke masyarakat senilai total Rp24,17 triliun dan diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi.

Kinerja pasar saham Tanah Air yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pekan lalu (2/9/2022) naik  0,34% ke level 7.177,18. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 02/09/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,1%.

Simak juga : Bareksa Insight : Sentimen Pasar di Agustus Bervariasi, Cuan Reksadana Ini Melesat Hingga 26%

Apa yang bisa dilakukan investor?

Menurut Tim Analis Bareksa, di tengah sentimen kenaikan harga BBM dan potensi fluktuasi pasar dalam jangka pendek, Smart Investor bisa menerapkan 2 jurus ini agar investasinya tetap mencatatkan kinerja maksimal : 

1. Melihat potensi pelemahan yield SBN acuan, serta fluktuasi tinggi di pasar saham dalam jangka pendek, investor dapat mendiversifikasi investasinya di reksadana pasar uang dan Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR017 yang lebih stabil.

SR017  menarik minat investor karena Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel ini menawarkan imbal hasil tertinggi dibandingkan SBN Ritel seri sebelumnya sepanjang tahun 2022. Selain itu, SR017 yang memberikan imbal hasil 5,9% per tahun ini, juga jauh di atas rata-rata bunga deposito perbankan 3,23% per tahun (Pusat Data Kontan dikutip 31/8/2022). 

Setelah dipotong pajak 10%, imbal hasil bersih SR017 masih 5,31%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga deposito yang setelah dipotong pajak 20% jadi sekitar 2,58%. 

2. Bagi investor agresif sebaiknya wait and see (menanti) terlebih dulu untuk kembali mempertimbangkan masuk berinvestasi di reksadana berbasis saham hingga fluktuasi pasar mereda dan indeks saham (IHSG) bisa ke level yang lebih rendah di bawah level 7.000.

Lihat juga : Bareksa Insight : Sentimen Global Bayangi Pasar Modal, Ini Jurus Agar Investasi Cuan Terus

Beberapa produk reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan investor dengan profil risiko konservatif, moderat dan agresif ialah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 2 September 2022)

Reksadana Indeks

Allianz SRI KEHATI Index Fund : 27,41%
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 21,83%

Reksadana Saham

Sucorinvest Maxi Fund : 28%
Cipta Syariah Equity : 20,05%

Imbal Hasil 3 Tahun (2 September 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 31%
Mandiri Investa Dana Syariah : 13,92%

Reksadana Pasar Uang

Capital Money Market Fund : 17,42%
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 17,54%

Baca juga : Bareksa Insight : Pemerintah Salurkan Bansos Rp24 Triliun, Ini Dampaknya ke Kinerja Reksadana

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Baca juga : Bareksa Insight : Bunga Acuan BI Naik, Pasar Saham dan Cuan Reksadana Ini Meroket

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.