Bareksa Insight : Pasar Optimistis RI Jauh dari Resesi, Investor Bisa Pakai Strategi Investasi Ini

Seiring rilis data pertumbuhan ekonomi RI pada Jumat pekan lalu yang naik 5,44% pada kuartal II 2022
Abdul Malik • 08 Aug 2022
cover

Seorang warga memotret gedung bertingkat menggunakan gawainya di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Senin (27/1/2020). Seiring rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 yang lebih tinggi dari ekspektasi membuat pelaku pasar optimistis RI jauh dari resesi, sehingga berdampak positif pada kinerja pasar saham, SBN, dan reksadana. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww)

Bareksa.com - Tim Analis Bareksa memperkirakan investor domestik pekan ini menanti data pertumbuhan penjualan ritel nasional pada Juli 2022 yang diharapkan bertumbuh di level 1,3 - 1,8% secara tahunan (YOY). Beberapa negara besar seperti China, India dan Amerika Serikat juga akan merilis data inflasi bulan Juli 2022 pekan ini, yang diproyeksikan masih berada di level tinggi.

Baca juga : Bareksa Insight : Pasar Wait and See Data Ekonomi, Investor Bisa Terapkan Strategi Ini

Menurut Tim Analis Bareksa, pelaku pasar masih optimistis ekonomi Indonesia jauh dari kondisi resesi, seiring rilis data pertumbuhan ekonomi pada Jumat pekan lalu yang mencatatkan kenaikan 5,44% pada kuartal II 2022. Hal itu mendorong penguatan pasar obligasi dan imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah RI kembali ke level 7,14%. 

Pasar saham Tanah Air yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (5/8/2022) naik 0,39% ke level 7.084,66. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 05/08/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat turun ke level 7,1%.

Lihat juga : Bareksa Insight : Ekonomi RI Bisa Lebih Tinggi dari Ekspektasi, Dongkrak Cuan Reksadana Ini

Apa yang bisa dilakukan investor?

Seiring positifnya kinerja ekonomi dalam negeri dan pelaku pasar yang menanti rilis data-data ekonomi beberapa negara besar dunia, menurut Tim Analis Bareksa, Smart Investor bisa menerapkan 2 strategi ini agar investasinya di reksadana bisa meraih cuan optimal : 

1. Tim Analis Bareksa menyarankan agar Smart Investor untuk tetap akumulasi investasi secara bertahap di reksadana indeks dan reksadana saham, apabila IHSG mengalami koreksi di level 6.700 - 6.800. Target IHSG pada akhir tahun masih dipertahankan di level 7.500 - 7.600. 

2. Tim Analis Bareksa merekomendasikan investor saat ini bisa menempatkan dananya di reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi dan reksadana pasar uang untuk menjaga stabilitas portofolio. 

Simak juga : Bareksa Insight : Potensi Ketegangan AS - China Bayangi Pasar, Investor Bisa Terapkan 2 Strategi Ini

Beberapa produk reksadana indeks, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang yang bisa dipertimbangkan investor dengan profil risiko agresif, moderat dan agresif ialah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 5 Agustus 2022)

Reksadana Indeks

Allianz Sri Kehati Fund : 25,75%
Syailendra MSCI Indonesia Value : 20,05%

Imbal Hasil Sepanjang Tahun Berjalan (YTD per 5 Agustus 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 4,18%
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 5,16%

Imbal Hasil 1 Tahun (per 5 Agustus 2022)

Reksadana Pasar Uang

Sucorinvest Money Market Fund : 4,82%
Capital Money Market Fund : 4,51%

Lihat juga : Bareksa Insight : Asing Borong Saham RI, Dorong Cuan Reksadana Ini Melesat

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Baca juga : Bareksa Insight : IMF Nilai Indonesia Aman dari Resesi, Potensi Cuan Reksadana Ini

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.