BeritaArrow iconUmrohArrow iconArtikel

Segera Dibuka, Berapa Jumlah Jemaah Tertunda Berangkat Umroh Selama Pandemi?

Abdul Malik12 Oktober 2021
Tags:
Segera Dibuka, Berapa Jumlah Jemaah Tertunda Berangkat Umroh Selama Pandemi?
Ilustrasi jemaah sedang menunaikan ibadah umroh di masa pandemi, di Ka'bah, Masjidil Haram, Makkah. (Shutterstock)

Kemenag meminta PPIU mendata dan mempersiapkan keberangkatan jemaah umroh

Bareksa,com - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tengah mulai menyiapkan pengaturan pelaksanaan umroh bagi jemaah asal Indonesia. Kementerian Agama meminta para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk melakukan langkah-langkah persiapan.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan pihaknya telah bersurat kepada para pimpinan PPIU tertanggal 11 Oktober 2021, tentang Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah 1443H.

"Kami minta penyelenggara perjalanan ibadah umroh mempersiapkan keberangkatan jamaahnya, khususnya mereka yang telah mendaftar dan membayar biaya umrah di PPIU namun tertunda keberangkatannya hingga saat ini," terang Hilman Latief di Jakarta, Selasa (12/10/2021) dilansir laman resmi kemenag.go.id.

Promo Terbaru di Bareksa

Menurut Hilman, penyelenggaraan ibadah umroh sempat ditutup oleh Arab Saudi pada akhir Februari 2020 disebabkan pandemi. Kemudian, umroh sempat dibuka kembali pada awal November 2020, dengan protokol kesehatan dan persyaratan khusus.

Jemaah yang Tertunda Berangkat

Data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat, per November 2020, ada 26.328 jemaah yang tertunda keberangkatannya dan berusia 18 sampai 50 tahun.

"Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umroh di masa pandemi saat itu," jelas Hilman.

Namun, otoritas Saudi kembali menutup sementara akses masuk ke wilayahnya bagi pendatang dari 20 negara, termasuk Indonesia. Keputusan tersebut diterbitkan pada 2 Februari 2021 dan berlaku efektif sejak 3 Februari pukul 21.00. Sejak itu belum ada lagi pemberangkatan jemaah umroh asal Indonesia.

"Sehubungan info Saudi tengah persiapkan aturan pelaksaan umroh bagi jemaah Indonesia, kami minta PPIU melakukan pendataan terhadap jemaah tertunda, khususnya terkait dengan pelaksanaan vaksinasi dosis lengkap yang menjadi persyaratan untuk melaksanakan ibadah umrah," paparnya.

"Kami minta PPIU segera melaporkan data jemaah yang telah divaksinasi dosis lengkap dan siap untuk diberangkatan," sambungnya.

Selain itu, lanjut Hilman, pihaknya juga minta PPIU untuk melaporkan data jemaah umroh yang tertunda keberangkatannya lalu melakukan pembatalan/penarikan biaya perjalanan ibadah umrah.

Laporan disampaikan secara tertulis oleh masing-masing PPIU dan dikirimkan melalui email [email protected] atau [email protected].

Berapa Biaya Umroh?

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M Nur mengatakan, biaya umroh tahun 2021 sampai saat ini masih merujuk pada harga referensi kedua ketika uji coba pada November 2020, yaitu Rp 26 juta.

"Apakah masih ada tambahan lagi? Kami masih menunggu kepastian final ketentuannya," kata Firman.

Menurut dia, penyesuaian biaya umroh tahun 2021 itu akan dilakukan apabila masih ada kewajiban karantina 5 hari sebelum berangkat umrah, begitu juga saat pulang dari Arab Saudi. Dalam beberapa hari ini, pihaknya akan terus berkordinasi dengan kementerian terkait untuk finalisasi hal-hal tersebut.

"Diharapkan ketika dibuka beberapa hari ke depan, kita sudah siap, sehingga keberangkatan bisa dilakukan," jelas dia.

Cara Siapkan Tabungan Umroh

Bagi smart investor yang sudah tidak sabar untuk segera berziarah ke Tanah Suci, apakah sudah menyiapkan tabungan untuk memenuhi biayanya?

Jika smart investor punya niat kuat, bisa menyiapkan tabungan umroh di reksadana syariah yang tersedia di platform BareksaUmroh. Selain halal dan berpeluang memberikan imbal hasil lebih tinggi dari menyimpannya di tabungan biasa, juga aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di platform BareksaUmroh, smart investor bisa memilih beragam paket umroh sesuai kebutuhan dan kemampuan. Smart investor juga bisa melakukan simulasi atas investasi yang ditanamkan.

Menyiapkan tabungan umroh di BareksaUmroh ada enam kelebihan :

1. Pasti Aman

Uang tabungan nasabah akan disimpan di reksadana syariah, sebagai instrumen investasinya. Tidak dipegang langsung oleh pihak travel atau agen penjual, melainkan disimpan di reksadana Bareksa.

2. Layanan Lengkap

Layanan BareksaUmroh terpadu dari awal hingga akhir, mulai dari perencanaan tabungan di reksadana syariah, pembelian paket umroh, keberangkatan umroh, hingga perjalanan pulang ke tanah air.

3. Serba Online

Pendaftaran dilakukan 100 persen online, dengan hanya menggunakan e-KTP. Proses tanda tangan juga dilakukan secara online menggunakan tanda tangan digital.

4. Terpercaya

Bareksa bermitra dengan agen biro perjalanan (agen travel) yang sudah memiliki reputasi. Tiap mitra agen travel telah memiliki sertifikat untuk keberangkatan umroh yang diatur oleh Kementerian Agama.

5. Sesuai Syariah

Tidak perlu ragu tentang kehalalan produk ini, karena reksadana syariah dikelola berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan nomor 20/DSN-MUI/IV/2001.

6. Fleksibel & Potensi Imbal Hasil

Top up tabungan tidak mengikat, smart investor bebas top up kapanpun dan berapapun. Dengan reksadana syariah, tabungan berpotensi tumbuh dan meraih imbal hasil lebih besar dari tabungan bank atau deposito.

Di platform BareksaUmroh, tersedia 4 produk reksadana syariah yang bisa dipilih untuk menyiapkan tabungan umroh. Empat produk reksadana pasar uang syariah tersebut ialah Syailendra Sharia Money Market Fund, Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra, Cipta Dana Kas Syariah dan Sucorinvest Sharia Money Market Fund.

Keempat reksadana tersebut berhasil mencatatkan imbal hasil antara 2,35 persen hingga 5,02 persen setahun terakhir (per 11 Oktober 2021). Rata-rata imbalan dari keempat reksadana tersebut 3,78 persen per tahun. Imbalan tersebut jauh lebih menarik dari deposito. Rata-rata bunga deposito bank besar dan BUMN saat ini di kisaran 2,92 persen per tahun.

Selain itu imbal hasil investasi di reksadana pasar uang syariah tidak dipotong pajak karena bukan merupakan objek pajak. Adapun bunga deposito masih harus dipotong pajak 20 persen.

​​Sumber : Bareksa

Simulasi Investasi Tabungan Umroh

Jika kita telah menyiapkan tabungan umroh sejak tahun lalu, kira-kira berapa hasilnya saat ini?

1. Investasi Secara Lumpsum

Misalkan kita menggunakan strategi lumpsum atau investasi sekaligus di awal senilai Rp26 juta yang merupakan biaya sesuai ketentuan Kemenag, kemudian ditempatkan di reksadana pasar uang syariah Sucorinvest Sharia Money Market Fund maka hasilnya akan jadi seperti berikut ini :

Sumber : Bareksa

Berdasarkan tools Simulasi Investasi Reksadana Bareksa, dengan investasi Rp26 juta sejak Oktober 2020, maka saat ini (per 11 Oktober 2021), nilai investasi kita di reksadana syariah telah mencapai Rp27,29 juta.

Rinciannya dana pokok investasi Rp26 juta dan Rp1,29 juta adalah potensi imbal hasilnya.

Sumber : Bareksa

2. Investasi Secara Berkala

Namun jika kita ingin investasi secara berkala, maka hasilnya seperti berikut ini :

Sumber : Bareksa

Guna mencapai biaya minimal untuk umroh sesuai ketentuan Kemenag Rp26 juta, maka setiap bulan kita harus menabung Rp2.166.700 selama 12 bulan.

Jika kita secara rutin tempatkan dana tersebut di reksadana Sucorinvest Sharia Money Market Fund, maka dalam 12 bulan kita berhasil mengumpulkan dana pokok investasi Rp26 juta. Selain itu, kita juga berpeluang meraih imbalan Rp649.199 dari hasil investasi kita.

Sumber : Bareksa

Menarik bukan? Investasi di reksadana syariah juga halal karena telah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Karena itu tunggu apalagi? Segera siapkan tabungan umroh di platform BareksaUmroh.

Selengkapnya tentang BareksaUmroh kamu bisa klik tautan berikut ini.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.746,07

Up0,58%
Up3,54%
Up0,01%
Up6,86%
Up16,79%
Up44,23%

STAR Stable Income Fund

1.896,9

Up0,50%
Up2,85%
Up0,01%
Up6,40%
Up28,80%
Up63,45%

I-Hajj Syariah Fund

4.748,85

Up0,54%
Up2,81%
Up0,01%
Up6,50%
Up22,19%
Up40,56%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.751,73

Up0,54%
Up1,89%
Up0,01%
Up5,45%
Up20,41%
Up50,53%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.032,98

Up0,62%
Up1,50%
Up0,01%
Up1,98%
Down- 3,87%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua