Dua Sentimen Positif Ini Dongkrak Kinerja Robo Advisor Bareksa

BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen, atau tidak berubah dalam 15 bulan terakhir
Abdul Malik • 24 May 2022
cover

Ilustrasi kinerja Robo Advisor Bareksa yang terus meningkat. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pasar saham yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,08 persen ke level 6.914,97 di sesi 1 perdagangan hari ini (24/05/2022) karena beberapa kabar baik dari dalam maupun luar negeri. Hingga penutupan perdagangan sesi II hari ini, kinerja pasar saham bertahan menghijau dengan kenaikan 1,07 persen dengan ditutup di level 6.914,14. 

Menurut analisis Bareksa, beberapa sentimen positif di antaranya ialah kabar dari China di mana Shanghai mulai membuka wilayahnya, setelah menerapkan lockdown (penguncian wilayah) selama 2 bulan untuk menanggulangi kasus Covid-19. Langkah itu berpotensi mengurangi risiko perlambatan ekonomi global. 

Selain itu, Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Mei 2022 yang diumumkan hari ini (24/05) masih mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,5 persen. 

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23 - 24 Mei 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate 3,5 persen, suku bunga Deposit Facility 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility 4,25 persen," sebut Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers secara virtual.

Baca juga : Pasar Saham Amblas 8,72 Persen Sepekan, Robo Advisor Bareksa Terapkan Strategi Ini

Dengan demikian, BI 7 Day Reverse Repo Rate tidak pernah berubah selama 15 bulan terakhir. Suku bunga acuan 3,5 persen adalah level terendah sepanjang sejarah Indonesia.

Sejumlah sentimen tersebut menopang kenaikan pasar saham, serta diproyeksikan turut mendorong kinerja reksadana saham dan reksadana indeks. Pasar obligasi juga diperkirakan lebih stabil pekan ini setelah kemarin naik cukup signifikan hingga imbal hasil (yield) mencapai level 7,14 persen dari pekan sebelumnya sempat menyentuh 7,4 persen karena kenaikan tingkat suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Efeknya, kenaikan pasar saham dan obligasi turut mendongkrak kinerja Robo Advisor Bareksa. Sehingga, jika terdapat penurunan wajar pada pasar saham serta obligasi dapat dimanfaatkan investor untuk lakukan akumulasi investasinya secara bertahap di Robo Advisor Bareksa untuk mendapatkan potensi cuan maksimal di masa mendatang.

Baca : Suku Bunga Dolar AS akan Naik Lebih Agresif, Begini Strategi Robo Advisor Bareksa

Robo Advisor Bareksa adalah

Robo Advisor Bareksa adalah robo advisor pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi sebagai penasihat investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Izin ini dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-17/D.04/2021 tentang Pemberian Izin Usaha Penasihat Investasi Kepada PT Bareksa Portal Investasi tertanggal 20 April 2021.

Robo advisor adalah konsultan finansial yang memberikan saran investasi digital dan mengelola portofolio investasi investor dengan menggunakan algoritma khusus yang dibangun dengan teknologi terdepan. Robo advisor juga merupakan salah satu fasilitas yang sering digunakan dalam dunia investasi terutama di Amerika Serikat. Namun kini Bareksa telah menghadirkan robo advisor pertama yang berlisensi OJK. 

Keunggulan robo advisor yang dikembangkan Bareksa, ialah fitur ini menyediakan layanan perencanaan investasi otomatis, didukung oleh algoritma teori portofolio modern dan juga pengawasan manusia. Dengan pengawasan manusia inilah membuat Robo Advisor Bareksa bekerja sesuai dengan kondisi pasar terkini. 

Baca : Begini Jeroan Mandiri Investa Dana Utama, Reksadana Pendapatan Tetap Pilihan Robo Advisor Bareksa

Promo Robo Advisor Bareksa

Buat smart investor yang baru mau mencoba, atau sudah rutin menggunakan fitur Robo Advisor Bareksa, sedang ada promo berhadiah voucher reksadana senilai Rp30.000 untuk investor setia dan Rp50.000 untuk investor baru yang berinvestasi reksadana memakai fitur Robo di aplikasi Bareksa.

Tertarik? Catat minimal pembelian dan kode promonya ya. 

Investor Baru Robo Advisor 

  • Hadiah Voucher reksadana Rp50.000

  • Untuk 150 pemenang

  • Minimal transaksi pertama sebesar Rp300.000

  • Kode Promo: COMBOMEI300  

Investor Setia Robo Advisor

  • Hadiah Voucher reksadana Rp30.000

  • Untuk 150 pemenang

  • Minimal transaksi sebesar Rp 500.000

  • Kode Promo: COMBOMEI500

Kalau sudah tahu kode promonya, simak juga syarat dan ketentuan berikut ini. 

Syarat dan Ketentuan Promo COMBO Mei 2022

  1. Periode promo berlaku dari tanggal 9 - 31 Mei 2022.

  2. Promo ini berlaku untuk pembelian reksadana melalui ROBO BAREKSA menggunakan metode pembayaran apa saja dengan memasukkan kode promo yang dipilih

  3. Program promo tidak berlaku untuk karyawan Bareksa.

  4. Dana tidak boleh dicairkan hingga 30 Juni 2022.

  5. Nasabah yang memenuhi persyaratan berhak memenangkan hadiah

  6. Pengumuman pemenang tanggal 20 Juli 2022 melalui sosial media Bareksa dan email kepada pemenang tersebut. 

  7. Hadiah atas promo ini tidak dapat diuangkan dan dipindah tangankan.

  8. Keputusan Bareksa menentukan pemenang atas promo ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

  9. Seluruh pajak hadiah atas promo ini akan ditanggung Bareksa.

  10. Bareksa memiliki hak untuk dapat membatalkan pemenang atas hadiah dari promo ini jika pemenang nasabah terbukti melakukan kecurangan, pelanggaran terhadap hukum sehubungan dengan keikutsertaannya dalam promo ini atau tidak dapat dihubungi.

Ayo gunakan fitur Robo Advisor Bareksa, raih cuan dan hadiahnya!

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.