Sektor Teknologi Naik Daun, Reksadana Ini Punya Saham ARTO

Investor agresif bisa selektif memilih reksadana saham di saat pasar lesu
Hanum Kusuma Dewi • 24 May 2021
cover

Ilustrasi seorang trader (pialang) dan analis investor reksadana saham yang sedang melihat layar monitor pergerakan harga saham IHSG. (shutterstock)

Bareksa.com - Indeks saham diperkirakan masih akan bergerak mendatar, setelah pekan lalu anjlok sekitar 2,78 persen. Namun, saham-saham berbasis teknologi sedang jadi perbincangan sehingga menjadi potensi bagi reksadana saham yang memiliki portofolionya. 

Chief Research dan Business Development Bareksa Ni Putu Kurniasari menjelaskan minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat indeks saham bergerak turun, sehingga reksadana pasar uang masih disarankan bagi investor jangka pendek dan reksadana pendapatan tetap untuk jangka menengah. "Namun, untuk investor jangka panjang yang taktis, bisa melirik reksadana yang memiliki portofolio saham berbasis teknologi," ujarnya. 

Putu menilai sektor saham berbasis teknologi dan telekomunikasi di Indonesia masih menunjukkan potensi di masa depan. Sejak awal tahun hingga 21 Mei 2021, sektor teknologi mencatat kinerja terbesar di IHSG hingga 85 persen.

"Mempertimbangkan indeks saham di Amerika yang saat ini mayoritas pergerakannya ditopang oleh sektor teknologi, lalu rencana OJK yang akan merilis peraturan mengenai bank digital, diproyeksikan saham-saham perusahaan yang memiliki eksposur terhadap teknologi akan menjadi salah satu penopang terbesar pergerakan IHSG pada waktu mendatang," ujar Putu. 

Dalam laporan risetnya, Bahana Sekuritas melaporkan lonjakan impor telepon seluler di Indonesia selama bulan April sekitar 213 persen secara bulanan. Hal ini diproyeksikan berdampak positif pada reksadana berbasis saham telekomunikasi seperti PT Indosat Tbk (ISAT), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) serta distributor perangkat elektronik, yakni PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). 

Minggu ini, saham teknologi yang masih dalam perbincangan adalah saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang sejak bulan lalu dikabarkan pada media akan membeli saham perusahaan multifinance PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Sempat dibantah dalam klarifikasi BFIN dalam keterbukaan informasi, tetapi pasar masih memantau pergerakan saham ini. Sejak awal tahun, kinerja saham BFIN telah mencatat kenaikan sekitar 14,3 persen ke level Rp640/lembar saham. 

Sejumlah reksadana saham di aplikasi Bareksa yang memiliki saham ARTO dalam portofolionya, menurut fund fact sheet per April 2021 adalah: 

  • BNP Paribas Infrastruktur Plus
  • Eastspring Investments Value Discovery Kelas A
  • Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus
  • TRAM Consumption Plus

Sebagai informasi, reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas portofolionya adalah saham, sehingga bisa berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi memberi imbal hasil tinggi jangka panjang. Reksadana saham disarankan untuk investor agresif dengan profil risiko tinggi dan tujuan jangka panjang. 

(Sigma Kinasih/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.