Berita / SBN / Artikel

Ada Peran Investor Sukuk Negara Sukseskan Mudik Lebaran 2022, Ini Proyek Dibiayai SBSN

Tol Solo-Kertosono dibangun dengan pembiayaan APBN melalui SBSN dengan total investasi Rp11,34 triliun
Hanum Kusuma Dewi • 27 Apr 2022
cover

Ilustrasi dua perempuan investor sedang berdiskusi tentang potensi keuntungan dan batas nilai investasi di SBSN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Euforia mudik IdulFitri atau Lebaran 2022 kian nampak. Izin mudik yang dikeluarkan pemerintah pada Lebaran tahun ini, sepertinya benar-benar dimanfaatkan banyak masyarakat untuk melepas kerinduan kepada keluarga serta seluruh isi kampung halamannya.

Dilonggarkannya aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditujukan demi menekan penyebaran Covid-19, disambut antusias masyarakat. Pelbagai pilihan moda transportasi baik darat, laut, dan udara diserbu. Jalan darat terutama dengan menggunakan akses jalan termasuk jalan tol, menjadi salah satu cara yang paling banyak dipilih pemudik Lebaran.

Nah, tahukah bahwa Anda yang merupakan investor Sukuk Negara, mempunyai peran melancarkan arus mudik Lebaran 2022?

Seperti dilansir dari akun Twitter resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan @DJPPRkemenkeu, ada banyak aset-aset negara yang dibiayai dari penerbitan surat utang khususnya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Salah satu aset negara yang dibiayai dari penerbitan Sukuk Negara, bisa dimanfaatkan pemudik Lebaran yang menuju daerah Jawa Tengah dengan jalur darat dan melalui Kota Solo. "Tol Solo-Kertosono dibangun dengan pembiayaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) melalui Surat Berharga Syariah Negara dengan total investasi Rp11,34 triliun," sebut @DJPPRkemenkeu.

Baca juga SR016 Ditawarkan, Ini Daftar Pembangunan yang Dibiayai Sukuk Negara

Tentu tidak hanya Tol Solo-Kertosono yang dibiayai SBSN. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman pada sebuah kesempatan menjelaskan bahwa pemanfaatan SBSN sebagai sumber dana pembangunan infrastruktur merupakan aspek penting dalam agenda reformasi ekonomi. Pelaksanaan berbagai proyek dapat mendukung pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19, baik jangka pendek maupun menengah.

Luky menjelaskan bahwa pemanfaatan SBSN untuk pembangunan infrastruktur akan berjalan pada 2022. Pemerintah mengalokasikan Rp29,5 triliun untuk proyek-proyek di 34 provinsi pada tahun ini. 

"Realisasi pembiayaan proyek melalui SBSN tahun 2021 masih cukup baik yaitu sebesar 85,52 persen. Selanjutnya, sisa pekerjaan seluruh proyek tersebut akan dilanjutkan penyelesaiannya pada 2022, di mana rata-rata realisasi dari proyek SBSN tersebut selama ini mencapai 93 persen sampai 96 persen," ujar Luky pada Rabu (26/1/2022) seperti dilansir Bisnis.

SBSN Adalah

Adapun SBSN yang juga disebut juga Sukuk Negara, yakni surat berharga yang diterbitkan pemerintah berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.

SBSN Ritel ada dua jenis yakni Sukuk Negara Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST). Secara umum, perbedaan utamanya adalah SR dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable) dan ST tidak dapat diperdagangkan (non-tradable). 

Lihat juga Tutorial Cara Jual SBN ORI021 di Pasar Sekunder

Tabel Perbedaan Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan

​Sumber: Kementerian Keuangan

​Pada tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana menerbitkan 3 seri SBSN Ritel yakni Sukuk Ritel seri SR016 dan SR017 serta, Sukuk Tabungan seri ST009.

​Sukuk Ritel seri SR016 telah diterbitkan pemerintah dengan masa penawarannya pada 25 Februari hingga 17 Maret 2022. Usai masa penawaran SR016 berakhir, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atas nama Menteri Keuangan pada 21 Maret 2022, menetapkan hasil penjualan Sukuk Ritel seri SR016 yakni sebesar Rp18,4 triliun.

Seri selanjutnya, menurut jadwal penerbitan SBN dan SBSN Ritel 2022 yang dirilis Kementerian Keuangan menyebutkan SR017 akan diterbitkan pada 19 Agustus - 14 September 2022 dan ST009 pada 28 Oktober - 16 November 2022.

Baca juga Ingat! Setelah SR016, Ini Jadwal SBN Ritel 2022 Berikutnya

Bagaimana, smart investor pemegang Sukuk Ritel dan atau Sukuk Tabungan bangga kan kalau instrumen investasi yang dipilih bukan hanya menghasilkan cuan tapi juga bermanfaat bagi orang banyak. Selamat mudik dan juga terus berinvestasi.

(Martina Priyanti/hm)

***


Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.