BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Hari Ini: BBNI, KLBF, SIDO & TPIA, IHSG Diprediksi Masih Tertekan

Abdul Malik04 Juni 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Hari Ini: BBNI, KLBF, SIDO & TPIA, IHSG Diprediksi Masih Tertekan
Ilustrasi logo Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA. (Shutterstock)

Rekomendasi saham hari ini 4 Juni 2026 dari Ciptadana Sekuritas: BBNI, KLBF, SIDO, TPIA. IHSG anjlok ke 5.941, range hari ini 5.735–5.967. Simak analisis teknikal lengkap.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 4 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih dalam tekanan dengan bias negatif.

Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham 4 Juni 2026 (Rp)

Saham
Rekomendasi
Entry
Target
Stop Loss

BBNI

Buy on Weakness

3.390

3.660

3.340

KLBF

Buy on Weakness

715

800

680

SIDO

Buy on Weakness

366

396

360

TPIA

Buy on Weakness

1.425

1.750

1.370

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Promo Terbaru di Bareksa

1. BBNI - Menguji Level Support

Saham BBNI turun 5,05% dan ditutup di Rp3.570 (3/6/2026). Outlook teknikal BBNI masih bearish dengan saham terus diperdagangkan di bawah kedua rata-rata pergerakan 55 hari, mengkonfirmasi downtrend yang berkelanjutan.

Aksi harga terakhir menunjukkan penolakan di dekat zona resistance Rp3.900–4.000, diikuti breakdown tajam yang mendorong harga kembali menuju area support kritis di sekitar Rp3.510. Penurunan terakhir disertai lonjakan volume yang signifikan, mengindikasikan tekanan jual yang kuat dan melemahnya sentimen investor.

Rekomendasi buy on weakness BBNI di Rp3.390 dengan stop loss Rp3.340 dan target ambil untung Rp3.660.

2. KLBF - Peluang Rebound

Saham KLBF turun 2,01% dan ditutup di Rp730 (3/6/2026). KLBF masih dalam tren bearish yang kuat dengan harga terus diperdagangkan jauh di bawah rata-rata pergerakan 55 hari yang menurun dan berulang kali membentuk lower highs dan lower lows. Breakdown di bawah level support mayor Rp730 mengkonfirmasi tekanan jual yang persisten dan sentimen pasar yang lemah, sementara saham kini mencapai low baru di sekitar Rp705.

Namun stochastic oscillator telah memasuki zona oversold yang dalam, mengisyaratkan momentum jual mulai jenuh dalam jangka pendek dan meningkatkan probabilitas rebound teknikal.

Rekomendasi buy on weakness KLBF di Rp715 dengan stop loss Rp680 dan target ambil untung Rp800.

3. SIDO - Menguji Level Support

Saham SIDO turun 2,08% dan ditutup di Rp376 (3/6/2026). SIDO masih berada dalam tren bearish yang nyata dengan saham terus mencetak lower highs dan lower lows sambil diperdagangkan secara signifikan di bawah rata-rata pergerakan 55 hari yang menurun. Breakdown di bawah level support kunci Rp478 dan Rp450 telah mengintensifkan tekanan jual, mendorong harga ke low baru di sekitar Rp366 dan mengkonfirmasi hilangnya support jangka menengah.

Meski tren masih lemah, stochastic oscillator mendekati zona oversold, mengisyaratkan momentum penurunan mulai teregang dan meningkatkan kemungkinan rebound teknikal jangka pendek.

Rekomendasi buy on weakness SIDO di Rp366 dengan stop loss Rp360 dan target ambil untung Rp396.

4. TPIA - Menguji Level Support

Saham TPIA turun 15% dan ditutup di Rp1.615 (3/6/2026). TPIA masih berada dalam tren bearish yang parah menyusul breakdown dramatis dari kisaran perdagangan sebelumnya, dengan saham kolaps di bawah beberapa level support mayor termasuk Rp5.000 dan Rp3.920, dan kini diperdagangkan di dekat zona support historisnya di sekitar Rp1.425–1.600.

Penurunan tajam disertai momentum jual yang sangat kuat, mencerminkan aksi harga seperti kapitulasi dan deteriorasi sentimen pasar yang signifikan. Meski tren masih negatif, saham tampak sangat oversold setelah kehilangan lebih dari separuh nilainya dalam waktu singkat, yang meningkatkan probabilitas rebound teknikal.

Rekomendasi buy on weakness TPIA di Rp1.425 dengan stop loss Rp1.370 dan target ambil untung Rp1.750.

IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Range 5.735–5.967

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

IHSG anjlok 4,11% atau 254 poin ke level 5.941 pada Rabu (3/6/2026). Tekanan jual merata di semua sektor sementara investor asing mencatat net sell Rp993 miliar. Sektor Basic Materials menjadi penekan terbesar (-9,05%), disusul Energy (-5,61%) dan Infrastruktur (-5,05%). Saham BBCA (-5,15%), BBRI (-4,61%), dan AMMN (-14,91%) menjadi pemberat utama indeks. Rupiah turut melemah 112 poin ke Rp17.950 per dolar AS.

Secara teknikal, outlook IHSG masih bearish dengan indeks breakdown di bawah beberapa level support kunci dan diperdagangkan jauh di bawah rata-rata pergerakan 55 hari, mengindikasikan downtrend yang kuat. Descending channel yang terbentuk sejak puncak Januari di sekitar 9.174 masih intact, sementara aksi harga terkini menunjukkan lower highs dan lower lows yang mengkonfirmasi tekanan jual yang persisten.

Meski stochastic oscillator mencoba rebound minor dari zona oversold, belum ada sinyal reversal bullish yang meyakinkan. Zona support kritis saat ini berada di sekitar 5.883–5.842, breakdown decisif di bawah area ini berpotensi mempercepat penurunan menuju kisaran 5.700–5.600. Di sisi atas, pemulihan apapun kemungkinan akan menghadapi resistance kuat di sekitar 6.300.

Untuk perdagangan 4 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 5.735 dan resistance 5.967 dengan volatilitas pasar yang masih tinggi.

Kesimpulan

Rekomendasi saham BBNI, KLBF, SIDO, dan TPIA mencerminkan peluang trading jangka pendek di tengah kondisi IHSG yang masih tertekan. Pergerakan indeks masih berada dalam fase koreksi bearish, namun sejumlah saham mulai menunjukkan sinyal jenuh jual yang membuka potensi technical rebound.

Investor mencermati area 5.735 sebagai support utama IHSG hari ini. Selama indeks belum mampu kembali ke atas zona resistance 6.300, volatilitas pasar dinilai masih berpotensi tinggi.

FAQ

1. Apa saham pilihan Ciptadana Sekuritas hari ini?
BBNI, KLBF, SIDO, dan TPIA.

2. Berapa range pergerakan IHSG hari ini?
IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5.735 dan resistance 5.967.

3. Apa sektor yang paling menekan IHSG kemarin?
Sektor Basic Materials, Energy, dan Infrastruktur.

4. Mengapa area 5.735 penting bagi IHSG?
Level tersebut merupakan zona support yang kini menjadi penentu arah pergerakan IHSG hari ini.

5. Apa arti buy on weakness?
Strategi membeli saham saat harga terkoreksi menuju level support tertentu dengan ekspektasi rebound, memanfaatkan kondisi jenuh jual untuk mendapatkan harga masuk yang lebih baik.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,41

Down- 0,02%
Up0,86%
Up0,33%
Up6,46%
Up18,94%
Up13,07%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.168,88

Down- 0,05%
Up1,56%
Up1,18%
Up6,30%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,49

Up0,28%
Up2,05%
Up1,66%
Up7,15%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.023,9

Down- 2,06%
Down- 0,90%
Down- 2,26%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua