BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Rupiah dan IHSG Menguat, Peluang ORI030 & Reksadana Ini Jelang Putusan BI Rate

20 Juli 2026
Tags:
Bareksa Insight: Rupiah dan IHSG Menguat, Peluang ORI030 & Reksadana Ini Jelang Putusan BI Rate
Ilustrasi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa mendorong pasar Obligasi Negara berpotensi menguat, sehingga turut mendongkrak kinerja reksadana. (Shutterstock)

Rupiah dan IHSG menguat didukung afirmasi rating S&P serta aliran modal asing ke SBN. Simak peluang investasi ORI030, reksadana, dan emas jelang keputusan BI Rate 22 Juli 2026.

Bareksa – Sentimen terhadap aset keuangan Indonesia terus membaik menjelang rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 22 Juli 2026.

Rupiah menguat ke Rp17.890 per dolar AS pada Jumat (17/7), level terbaik dalam hampir tiga pekan terakhir, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 4,24% dalam sepekan ke 6.175,54.

Optimisme tersebut ditopang dua katalis utama, yakni afirmasi peringkat utang Indonesia BBB dengan outlook stabil oleh S&P Global Ratings serta derasnya aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang diperkirakan mencapai sekitar Rp33 triliun.

Promo Terbaru di Bareksa

Kini perhatian investor beralih ke keputusan BI Rate yang akan diumumkan pada Rabu (22/7/2026). Hasil rapat tersebut berpotensi memengaruhi arah rupiah, yield obligasi pemerintah, hingga prospek reksadana dan SBN ritel seperti ORI030.

Ringkasan Pasar

Indikator

Posisi Terbaru

Rupiah

Rp17.890/US$

IHSG

6.175,54 (+4,24% sepekan)

Rating Indonesia

BBB / Stable (S&P Global)

Inflow Asing ke SBN Juni - awal Juli 2026

±Rp33 triliun

Agenda Penting

Keputusan BI Rate, 22 Juli 2026

Sumber: berbagai sumber, diolah Bareksa

Afirmasi Rating S&P Perkuat Kepercayaan Investor

S&P Global mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil, mencerminkan keyakinan bahwa fundamental ekonomi dan fiskal nasional tetap terjaga meski ketidakpastian global masih tinggi.

Keputusan tersebut memberikan beberapa dampak positif bagi pasar:

  • meningkatkan kepercayaan investor global terhadap aset Indonesia;

  • memperkuat daya tarik obligasi pemerintah;

  • membantu menjaga stabilitas rupiah; dan

  • mendukung biaya pendanaan pemerintah tetap kompetitif.

Afirmasi rating investment grade juga memperkuat persepsi bahwa risiko investasi Indonesia masih relatif terkendali dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.

Aliran Modal Asing ke SBN Mendorong Rupiah dan Obligasi

Selain faktor rating, pasar juga mendapat dukungan dari masuknya dana asing ke pasar Surat Berharga Negara.

Aliran dana sekitar Rp33 triliun tersebut mendorong kenaikan harga obligasi pemerintah sehingga yield SUN cenderung menurun. Kondisi ini ikut menopang penguatan rupiah karena meningkatnya permintaan terhadap aset berdenominasi rupiah.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan:

  • arah kebijakan suku bunga The Fed;

  • pergerakan dolar AS;

  • dinamika geopolitik global; serta

  • keputusan BI Rate pekan ini.

BI Rate Jadi Penentu Arah Pasar Berikutnya

Pasar kini menunggu hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22 Juli 2026.

Dengan rupiah yang mulai stabil dan inflasi yang relatif terkendali, Bank Indonesia memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga acuan. Namun, keputusan akhir tetap akan mempertimbangkan kondisi global, terutama arah suku bunga Amerika Serikat dan volatilitas pasar keuangan internasional.

Keputusan BI nantinya akan berpengaruh terhadap:

  • pergerakan rupiah;

  • yield Surat Utang Negara;

  • kinerja reksa dana pendapatan tetap;

  • daya tarik deposito; dan

  • sentimen di pasar saham.

Instrumen Investasi yang Layak Dicermati

1. ORI030: Kupon Tetap hingga 7% per Tahun

Di tengah ketidakpastian arah suku bunga, ORI030 masih menjadi pilihan menarik bagi investor yang menginginkan pendapatan tetap.

Seri

Kupon Tetap

Tenor

ORI030-T3

6,90%

3 Tahun

ORI030-T6

7,00%

6 Tahun

Sumber: Kemenkeu

Masa penawaran: hingga 30 Juli 2026

Keunggulan ORI030:

  • kupon tetap hingga jatuh tempo;

  • dijamin pemerintah;

  • dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa minimum holding period;

  • pajak kupon hanya 10%, lebih rendah dibanding pajak bunga deposito.

2. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin menjaga likuiditas sambil menunggu arah kebijakan BI.

Reksadana Pasar Uang IDR

Produk

Return 1 Tahun

Insight Money

5,25%

STAR Money Market Kelas Utama

4,59%

Sumber: Bareksa, kinerja per 17/7/2026

Reksadana Pasar Uang USD

Produk

Return

Sucorinvest Money Market USD

3,56% (1 Tahun)

Bahana Liquid USD

2,75% (1 Tahun)

Sumber: Bareksa, kinerja per 17/7/2026

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Apabila yield obligasi pemerintah kembali turun setelah keputusan BI, reksadana pendapatan tetap berpotensi memperoleh tambahan keuntungan dari kenaikan harga obligasi (capital gain).

Reksadana Pendapatan Tetap IDR

Produk

Return 1 Tahun

Allianz Fixed Income Fund 2

1,35%

Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A

0,09%

Sumber: Bareksa, kinerja per 17/7/2026

Reksadana Pendapatan Tetap USD

Produk

Return

STAR Fixed Income Neo AI Dollar

1,18% (3 Bulan)

BNP Paribas Prima USD RK1

1,85% (1 Tahun)

Sumber: Bareksa, per 17 Juli 2026.

Harga Emas Terkoreksi, Peluang Akumulasi?

Harga emas dunia ditutup di sekitar US$4.017 per troy ons pada 17 Juli 2026, turun sekitar 2,5% dalam sepekan akibat penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor.

Bagi investor jangka panjang, koreksi tersebut dapat menjadi momentum melakukan akumulasi bertahap, terutama sebagai instrumen diversifikasi portofolio.

Harga Beli Emas Digital Bareksa

Mitra

Harga per Gram

Treasury

Rp2.382.839

Pegadaian

Rp2.500.733

Indogold

Rp2.350.896

Sumber: fitur Bareksa Emas per 20/7/2026 pagi

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Investor?

Menjelang keputusan BI Rate, investor dapat menyesuaikan strategi sesuai tujuan investasinya:

Jika mengutamakan pendapatan tetap

  • Pertimbangkan ORI030 untuk mengunci kupon tetap hingga 7% per tahun.

Jika ingin menjaga likuiditas

  • Reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan sambil menunggu arah kebijakan BI.

Jika memiliki horizon menengah hingga panjang

  • Reksa dana pendapatan tetap berbasis SBN layak dicermati karena berpotensi memperoleh capital gain apabila yield obligasi turun.

Jika ingin diversifikasi

  • Koreksi harga emas dapat dimanfaatkan untuk akumulasi secara bertahap sesuai profil risiko.

Kesimpulan

Penguatan rupiah dan IHSG menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia mulai pulih, didukung afirmasi rating BBB/Stable dari S&P Global serta derasnya aliran modal asing ke pasar SBN.

Fokus pasar kini tertuju pada keputusan BI Rate pada 22 Juli 2026, yang akan menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah, obligasi, dan pasar saham. Dalam kondisi tersebut, ORI030, reksa dana pasar uang, dan reksa dana pendapatan tetap masih menjadi instrumen yang layak dicermati, sementara koreksi harga emas dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi ORI030 di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Romainah/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***​​​​​​​​​

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa rupiah dan IHSG menguat?

Didukung afirmasi peringkat utang Indonesia BBB dengan outlook stabil dari S&P Global serta aliran modal asing sekitar Rp33 triliun ke pasar SBN.

Kapan Bank Indonesia mengumumkan BI Rate?

Rabu, 22 Juli 2026.

Mengapa keputusan BI Rate penting?

Keputusan tersebut akan memengaruhi arah rupiah, yield obligasi pemerintah, pasar saham, hingga prospek berbagai instrumen investasi.

Mengapa ORI030 menarik saat ini?

ORI030 menawarkan kupon tetap 6,9%–7% per tahun yang dijamin pemerintah hingga jatuh tempo.

Apakah reksadana pendapatan tetap masih prospektif?

Masih berpotensi, terutama apabila yield Surat Utang Negara turun setelah keputusan BI sehingga harga obligasi naik.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua