BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: BI Rate Tetap, Simak Dampaknya ke ORI030, Reksadana Pendapatan Tetap & Emas

23 Juli 2026
Tags:
Bareksa Insight: BI Rate Tetap, Simak Dampaknya ke ORI030, Reksadana Pendapatan Tetap & Emas
Gedung kantor Bank Indonesia, Jakarta. (Shutterstock)

Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% dan menambah insentif investasi asing. Simak dampaknya bagi ORI030, reksa dana pendapatan tetap, dan emas.

Bareksa – Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21–22 Juli 2026.

Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan tingginya suku bunga Amerika Serikat, BI memilih menjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat daya tarik pasar keuangan Indonesia melalui berbagai insentif baru bagi investor asing.

Bagi investor, keputusan tersebut menjadi sinyal penting karena berpotensi menjaga stabilitas pasar obligasi domestik.

Promo Terbaru di Bareksa

Kondisi ini membuat instrumen seperti ORI030, reksa dana pendapatan tetap (RDPT), serta emas sebagai aset diversifikasi tetap menarik untuk dicermati sesuai profil risiko masing-masing.

Ringkasan Pasar

Indikator

Update

BI Rate

Tetap 5,75%

Deposit Facility

4,75%

Lending Facility

6,50%

Rupiah

Menguat ke Rp17.915,4 per dolar AS

ORI030

Penawaran hingga 30 Juli 2026*

Emas Spot

US$4.114,49/oz

*Selama kuota nasional masih tersedia.
Sumber: BI, Kemenkeu, Investing, diolah

Key Takeaways

  • BI mempertahankan BI Rate di 5,75%.

  • BI meluncurkan insentif baru untuk menarik investasi portofolio asing.

  • ORI030 masih ditawarkan hingga 30 Juli 2026 selama kuota tersedia.

  • Stabilnya suku bunga berpotensi mendukung pasar obligasi domestik.

  • Reksadana pendapatan tetap tetap layak dicermati.

  • Emas masih relevan sebagai instrumen diversifikasi di tengah ketidakpastian global.

BI Pertahankan BI Rate, Fokus Jaga Stabilitas Rupiah

Sesuai ekspektasi pasar, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75%, Deposit Facility 4,75%, dan Lending Facility 6,5%.

Menurut BI, keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi agar tetap berada pada sasaran 2,5±1% pada 2026–2027, sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran yang akomodatif.

Di sisi lain, BI juga menilai ketidakpastian global masih tinggi akibat konflik di Timur Tengah, kenaikan harga energi, serta potensi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arus modal ke negara berkembang.

BI Tambah Insentif Agar Dana Asing Masuk ke Indonesia

Selain mempertahankan suku bunga, BI mengumumkan sejumlah kebijakan baru untuk meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing.

Beberapa kebijakan tersebut antara lain:

  • menaikkan insentif transaksi swap lindung nilai menjadi 12,5%;

  • memberikan insentif DNDF hedging hingga 15%;

  • memperkuat penggunaan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT);

  • meningkatkan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi maksimal 6% dari Dana Pihak Ketiga mulai September 2026.

Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga stabilitas rupiah sekaligus memperdalam pasar keuangan domestik tanpa harus kembali menaikkan suku bunga acuan.

Apa Dampaknya bagi ORI030?

Bagi investor obligasi ritel, keputusan BI mempertahankan suku bunga memberikan kepastian bahwa tidak ada kenaikan BI Rate pada Juli.

Di tengah imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang masih relatif tinggi, ORI030 tetap menarik bagi investor yang menginginkan pendapatan tetap dengan kupon tetap hingga jatuh tempo.

ORI030 menawarkan:

Seri

Kupon Tetap

ORI030-T3

6,9% per tahun

ORI030-T6

7% per tahun

Sumber: Kemenkeu

ORI030 masih dapat dipesan melalui Bareksa hingga 30 Juli 2026, selama kuota nasional masih tersedia. Tingginya minat investor sejak awal masa penawaran membuat investor sebaiknya tidak menunda pemesanan hingga mendekati penutupan.

Hingga Kamis pagi (23/7), kuota nasional ORI030 telah ditambah jadi Rp36 triliun, yakni ORI030T3 Rp30,5 triliun dan ORI030T6 Rp5,5 triliun. Tingginya minat investor membuat kuota nasional ORI030 terus menyusut.

Reksadana Pendapatan Tetap Layak Dicermati

Stabilnya BI Rate umumnya menjadi sentimen yang mendukung pasar obligasi karena mengurangi ketidakpastian arah suku bunga domestik.

Apabila imbal hasil SBN bergerak stabil atau menurun ke depan, harga obligasi berpotensi mendapat dukungan sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi sebagian reksa dana pendapatan tetap.

Investor dapat mencermati, antara lain:

Reksadana Pendapatan Tetap Rupiah

Produk

Return

Allianz Fixed Income Fund 2

0,73% (1 tahun)

BNP Paribas Prima II RK1

0,50% (1 tahun)

Reksadana Pendapatan Tetap USD

Produk

Return

STAR Fixed Income Neo AI Dollar

1,21% (3 bulan)

BNP Paribas Prima USD RK1

1,21% (1 tahun)

Sumber: Bareksa, kinerja per 22/7/2026
Kinerja historis tidak mencerminkan kinerja di masa depan.

Panda Bond Perdana, Diversifikasi Pembiayaan Pemerintah

Pemerintah Indonesia pada Kamis (23/7) mulai menerbitkan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang dipasarkan di pasar domestik China.

Penerbitan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pembiayaan dan menjangkau basis investor yang lebih beragam, sehingga tidak hanya bergantung pada penerbitan obligasi dalam dolar AS. Hingga artikel ini ditulis, pemerintah belum mengumumkan hasil penawaran maupun tingkat permintaan investor.

Emas Tetap Jadi Diversifikasi Portofolio

Harga emas spot turun tipis menjadi sekitar US$4.114,49 per troy ounce pada Kamis pagi (23/7), setelah sehari sebelumnya menguat lebih dari 1%. Pelemahan dipengaruhi penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor, meski ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi arah suku bunga global masih menopang permintaan aset safe haven.

Bagi investor jangka menengah hingga panjang, emas tetap layak dipertimbangkan sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Selain mengikuti pergerakan harga emas dunia, investor juga dapat mencermati perkembangan harga emas digital yang tersedia di Bareksa.

Harga Emas Digital Hari Ini (23 Juli 2026 pagi)

Platform

Harga Beli

Treasury

Rp2.451.180/gram

Pegadaian

Rp2.529.660/gram

Indogold

Rp2.433.456/gram

Sumber: Fitur Bareksa Emas

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Investor?

  • Investor konservatif dapat mencermati ORI030 selama masa penawaran masih berlangsung.

  • Investor dengan horizon menengah dapat mempertimbangkan reksadana pendapatan tetap apabila ingin memperoleh eksposur ke pasar obligasi.

  • Investor yang ingin menjaga keseimbangan portofolio dapat mempertimbangkan emas sebagai aset diversifikasi.

  • Tetap sesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi.

Kesimpulan

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75% menunjukkan fokus menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global. Di saat yang sama, berbagai insentif baru untuk menarik investasi portofolio asing diharapkan dapat memperkuat pasar keuangan domestik.

Dalam kondisi tersebut, investor dapat mencermati peluang pada ORI030, reksadana pendapatan tetap, maupun emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Beli ORI030 di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Romainah/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***​​​​​​​​​

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa BI mempertahankan BI Rate?

Untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global, sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.

Apa dampaknya bagi ORI030?

Stabilnya BI Rate memberi kepastian arah kebijakan moneter jangka pendek, sehingga ORI030 tetap menarik bagi investor yang mencari pendapatan tetap.

Mengapa reksadana pendapatan tetap masih menarik?

Karena stabilnya suku bunga dapat menjadi sentimen yang mendukung pasar obligasi, meski kinerja tetap bergantung pada pergerakan yield SBN.

Apa itu Panda Bond?

Panda Bond adalah obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar obligasi domestik China.

Mengapa emas masih layak dipertimbangkan?

Karena emas dapat berfungsi sebagai aset diversifikasi saat pasar keuangan global bergejolak.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua