Rekomendasi Saham Hari Ini: BBCA, BBNI, KLBF & SRTG untuk Trading, IHSG Berisiko Melemah
Simak rekomendasi saham hari ini BBCA, BBNI, KLBF, dan SRTG untuk trading jangka pendek. IHSG masih dalam fase koreksi dan berisiko melemah, perhatikan level support dan resistance penting.

Simak rekomendasi saham hari ini BBCA, BBNI, KLBF, dan SRTG untuk trading jangka pendek. IHSG masih dalam fase koreksi dan berisiko melemah, perhatikan level support dan resistance penting.
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (13/2) merekomendasikan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) & PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 13 Februari 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi ditutup lebih rendah.
1. BBCA: Beli saat harga melemah di Rp7.200
Saham BBCA turun 1,68% dan ditutup di Rp7.325 (12/2). Saat ini, BBCA sedang berada dalam fase koreksi turun jangka pendek, dengan harga masih berada di bawah puncak-puncak sebelumnya yang lebih rendah. Ini menunjukkan tekanan jual masih berlangsung.
Penurunan tajam menuju area support Rp7.100–7.300 sempat diikuti oleh pantulan kecil, yang menunjukkan ada minat beli sementara. Namun, kenaikan tersebut belum cukup kuat untuk menunjukkan pemulihan yang solid.
Promo Terbaru di Bareksa
Rekomendasi: Layak dibeli saat harga melemah di Rp7.200, dengan batas rugi (stop loss) di Rp7.100, dan target ambil untung di Rp7.450.
2. BBNI: Beli spekulatif di Rp4.510
Saham BBNI naik 0,67% dan ditutup di Rp4.510 (12/2). Saat ini, BBNI bergerak mendatar dengan tanda-tanda pemulihan ringan, setelah sebelumnya memantul dari area support Rp3.800–4.000. Ini menunjukkan permintaan mulai membaik di harga bawah.
Pergerakan harga menunjukkan serangkaian level terendah yang semakin tinggi dalam jangka pendek, yang merupakan tanda positif. Namun, kekuatan kenaikan masih terbatas, karena harga mendekati area resistance Rp4.550–4.650, yaitu area yang sebelumnya memicu tekanan jual.
Rekomendasi: Beli spekulatif di Rp4.510, dengan batas rugi (stop loss) di Rp4.440, dan target ambil untung di Rp4.630.
3. KLBF: Beli spekulatif jika menembus Rp1.110
Saham KLBF turun 0,45% dan ditutup di sekitar Rp1.100 (12/2). KLBF masih berada dalam tren turun jangka lebih besar, dengan harga masih bergerak di bawah garis tren turun dan belum mampu kembali menembus level resistance penting.
Saat ini, saham sedang bergerak mendatar (konsolidasi) di sekitar Rp1.105, setelah sebelumnya memantul dari area support 1.010–1.050. Ini menunjukkan stabilisasi sementara, tetapi belum menjadi tanda pembalikan arah naik yang pasti.
Level resistance terdekat berada di Rp1.150–1.200, dan resistance yang lebih kuat berada di Rp1.260–1.345.
Rekomendasi: Beli spekulatif jika harga berhasil menembus (breakout) Rp1.110, dengan batas rugi (stop loss) di Rp1.080, dan target ambil untung di Rp1.160.
4. SRTG: Beli spekulatif di 1.730
Saham SRTG tidak berubah dan ditutup di Rp1.730. Saat ini, SRTG berada dalam fase pemantulan naik (rebound) di tengah struktur koreksi yang lebih besar, setelah sebelumnya memantul dari area support Rp1.440–1.540, yang merupakan area dengan permintaan kuat.
Harga telah naik kembali di atas Rp1.700, yang menunjukkan sentimen jangka pendek mulai membaik. Selain itu, indikator stochastic oscillator sedang naik ke area atas, yang menandakan momentum kenaikan mulai menguat.
Agar tren naik yang lebih kuat terkonfirmasi, harga perlu menembus dan bertahan di atas Rp2.040. Sebaliknya, jika harga turun dan tidak mampu bertahan di atas Rp1.650–1.700, maka saham bisa kembali bergerak mendatar (konsolidasi).
Rekomendasi: Beli spekulatif di Rp1.730, dengan batas rugi (stop loss) di Rp1.660, dan target ambil untung di Rp1.885.
Highlight Pasar
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Ciptadana Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 26 poin (-0,30%) dan ditutup di 8.265 (12/2). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran tertinggi 8.334 dan terendah 8.220. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi penggerak utama pergerakan indeks.
Saat ini, IHSG berada dalam fase pemantulan naik jangka pendek setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam. Namun, secara keseluruhan, IHSG masih dalam fase konsolidasi atau koreksi, artinya belum menunjukkan tren naik yang kuat.
IHSG sebelumnya berhasil memantul dari area support 7.482–7.712, yang menunjukkan adanya minat beli di level harga bawah. Momentum juga mulai membaik, terlihat dari indikator stochastic yang bergerak naik.
Namun, pemantulan ini masih rentan melemah, selama IHSG masih berada di bawah level 8.525, yang sebelumnya merupakan support tetapi sekarang menjadi resistance (penghalang kenaikan).
Jika IHSG berhasil naik dan bertahan di atas 8.525–8.700, maka tren naik yang lebih kuat bisa terbentuk.
Sebaliknya, jika IHSG turun dan tidak mampu bertahan di atas 7.850–7.900, maka ada risiko IHSG kembali melemah menuju area support yang lebih rendah.
Kesimpulan
IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dan berisiko melemah selama belum mampu menembus resistance 8.525. Meski demikian, peluang trading jangka pendek masih terbuka pada BBCA, BBNI, KLBF, dan SRTG dengan strategi buy on weakness atau speculative buy. Investor disarankan disiplin pada level stop loss dan target profit, mengingat kondisi pasar masih volatil dan tren naik belum sepenuhnya terkonfirmasi.
FAQ
1. Apa arti buy on weakness?
Strategi membeli saham saat harga turun ke area support, dengan harapan harga akan memantul naik.
2. Apa perbedaan speculative buy dan buy biasa?
Speculative buy memiliki risiko lebih tinggi dan biasanya ditujukan untuk trading jangka pendek.
3. Mengapa stop loss penting dalam trading?
Stop loss membantu membatasi kerugian jika harga bergerak tidak sesuai prediksi.
4. Apakah rekomendasi ini cocok untuk investor jangka panjang?
Tidak selalu. Rekomendasi ini berbasis analisis teknikal dan lebih cocok untuk trading jangka pendek.
5. Apa faktor utama yang mempengaruhi arah IHSG saat ini?
Sentimen global, arus dana asing, kondisi teknikal, dan kemampuan indeks bertahan di atas level support penting.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.213,08 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.164,84 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.192,4 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.051,37 | - | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
