BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Hari Ini: BBNI, ISAT, ITMG & JPFA, IHSG Berpeluang Rebound

Abdul Malik08 April 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Hari Ini: BBNI, ISAT, ITMG & JPFA, IHSG Berpeluang Rebound
Gedung kantor pusat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau Bank BNI di Jakarta. (Shutterstock)

Rekomendasi saham hari ini 8 April 2026: BBNI, ISAT, ITMG, dan JPFA. IHSG berpeluang rebound jangka pendek, namun tren masih bearish dengan tekanan menuju area support.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 8 April 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound jangka pendek, namun sentimen pasar masih cenderung negatif.

1. BBNI: Sedang menguji level support

Saham BBNI turun 3,57% dan ditutup di Rp3.510 (7/4). Saat ini BBNI berada dalam tekanan turun yang kuat setelah menembus level support penting di Rp3.790 dan melanjutkan penurunan ke area support berikutnya di sekitar Rp3.430.

Harga sudah bergerak jelas di bawah rata-rata pergerakan 55 hari, yang menandakan perubahan ke tren turun, dengan pola puncak makin rendah dan lembah makin rendah.

Promo Terbaru di Bareksa

Tekanan jual juga makin kuat, terlihat dari volume yang meningkat saat harga turun. Sementara itu, indikator stochastic sudah berada di area jenuh jual (oversold), yang membuka peluang untuk pantulan naik jangka pendek.

Rekomendasi: beli saat harga melemah saham BBNI di sekitar Rp3.430, dengan stop loss di Rp3.390 dan target profit di Rp3.620.

2. ISAT: Ada peluang rebound

Saham ISAT naik 2,46% dan ditutup di Rp2.080 (7/4). Saat ini ISAT bergerak konsolidasi jangka pendek (cenderung sideways) dalam struktur yang masih sideways ke bearish, setelah gagal bertahan di atas area resistance Rp2.400–2.600.

Support terdekat ada di sekitar Rp2.000–2.010, dengan support lebih kuat di Rp1.920. Sementara resistance berada di Rp2.180 dan di atasnya. Indikator stochastic berada di posisi netral dan mulai sedikit menurun, yang menunjukkan tenaga naik masih terbatas dalam waktu dekat.

Rekomendasi: beli spekulatif saham ISAT di Rp2.080, dengan stop loss di Rp2.000 dan target profit di Rp2.220.

3. ITMG: Ada peluang rebound

Harga saham ITMG tidak berubah dan ditutup di Rp26.650 (7/4). Saat ini pergerakan harga menunjukkan koreksi (turun sementara) setelah sebelumnya naik kuat hingga Rp30.700.

Meski turun, harga masih berada di atas rata-rata pergerakan 55 hari, yang berarti tren besarnya masih naik (bullish). Support terdekat ada di sekitar Rp26.100, sementara resistance berada di kisaran Rp30.000–30.700. Selama harga masih bertahan di atas Rp26.100, penurunan ini bisa dianggap sebagai koreksi sehat dalam tren naik.

Rekomendasi: beli saat harga melemah saham ITMG di Rp26.400, dengan stop loss di Rp26.000 dan target profit di Rp27.800.

4. JPFA: Ada peluang rebound

Saham JPFA naik 0,82% dan ditutup di Rp2.460 (7/4). Saat ini JPFA sedang mencoba rebound jangka pendek setelah menemukan support di sekitar Rp2.130, dengan harga mulai naik dari level terendah dan menguji area resistance Rp2.400–2.470.

Meski ada pemulihan, tren secara keseluruhan masih cenderung sideways ke bearish, karena harga masih berada di bawah garis tren turun dan rata-rata pergerakan penting. Jika harga berhasil menembus Rp2.470, ini bisa menjadi sinyal awal pembalikan tren ke arah naik (bullish) menuju Rp2.700.

Rekomendasi: beli spekulatif saham JPFA di Rp2.460, dengan stop loss di Rp2.380 dan target profit di Rp2.600.

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup di level 6.971, turun 18 poin (-0,26%) pada perdagangan Selasa (7/4), dengan investor asing mencatat jual bersih Rp1,8 triliun. Pelemahan dipicu sektor industri, transportasi & logistik, serta barang konsumsi non-primer. Pergerakan indeks juga ditekan oleh saham BBRI, ASII, dan BMRI, sementara rupiah melemah ke Rp17.059 per dolar AS.

Secara teknikal, IHSG sempat bergerak di kisaran 7.022–6.943, namun masih berada dalam tren turun setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan sebelumnya. Tekanan jual berlanjut seiring posisi indeks yang berada di bawah rata-rata pergerakan 55 hari, dengan pola lower high dan lower low yang masih terbentuk.

IHSG juga telah menembus level support 7.480, membuka ruang pelemahan menuju area 6.750–6.800. Indikator stochastic yang masih lemah menunjukkan minat beli terbatas. Meski ada peluang rebound jangka pendek, pergerakan hari ini diperkirakan di kisaran 6.917–7.200 dengan sentimen pasar yang masih cenderung negatif.

Kesimpulan

IHSG masih berada dalam tren turun meski berpeluang rebound jangka pendek. Rekomendasi trading difokuskan pada strategi buy on weakness dan speculative buy di BBNI, ISAT, ITMG, dan JPFA dengan tetap disiplin pada level stop loss karena sentimen pasar masih cenderung negatif.

FAQ

1. Apa arti rebound jangka pendek?
Rebound jangka pendek adalah kenaikan sementara setelah harga turun, biasanya bersifat teknikal dan belum tentu mengubah tren utama.

2. Apa itu buy on weakness?
Strategi membeli saat harga turun ke area support dengan harapan terjadi pantulan naik.

3. Apa risiko utama saat market masih bearish?
Harga bisa kembali turun setelah rebound, sehingga penting menggunakan stop loss.

4. Kenapa indikator stochastic penting?
Karena membantu melihat kondisi jenuh beli/jual yang bisa memberi sinyal potensi pembalikan arah harga.

5. Apakah semua saham cocok untuk strategi ini?
Tidak, strategi ini lebih cocok untuk saham dengan likuiditas tinggi dan pergerakan teknikal yang jelas.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,63

Down- 0,21%
Up2,02%
Up0,35%
Up8,27%
Up20,11%
Up14,71%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.196,81

Up0,08%
Up2,42%
Up1,01%
Up7,99%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.168,08

Down- 0,11%
Up2,58%
Up1,11%
Up7,83%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.046,89

Down- 0,46%
Up2,82%
Down- 0,07%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua