BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Rekomendasi Saham Hari Ini: AMMN, BBNI, BRMS & TLKM, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas

29 Juni 2026
Tags:
Rekomendasi Saham Hari Ini: AMMN, BBNI, BRMS & TLKM, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas
Ilustrasi aplikasi BNI milik PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). (Shutterstock)

Rekomendasi saham hari ini 29 Juni 2026 dari Ciptadana Sekuritas: AMMN, BBNI, BRMS, TLKM. IHSG turun ke 5.896, range hari ini 5.830–6.056. Simak analisis teknikal lengkap.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 29 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas dalam zona negatif.

Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham 29 Juni 2026 (Rp)

Saham
Rekomendasi
Entry
Target
Stop Los

AMMN

Speculative Buy

3.340

3.620

3.170

BBNI

Buy on Weakness

3.290

3.450

3.220

BRMS

Buy on Weakness

470

560

448

TLKM

Speculative Buy

2.480

2.610

2.390

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Promo Terbaru di Bareksa

1. AMMN — Peluang Rebound

Saham AMMN turun 2,62% dan ditutup di Rp3.340 (27/6/2026). AMMN masih berada dalam tren koreksi jangka menengah dengan harga diperdagangkan di bawah kedua MA55, mengindikasikan bias teknikal yang masih bearish.

Namun setelah menemukan support di dekat low terakhir Rp2.710, saham mulai membentuk struktur higher low dan berusaha stabil di atas support Rp3.180, mengisyaratkan tekanan jual yang berangsur mereda.

Meski pullback terakhir mencerminkan momentum jangka pendek yang melemah, stochastic oscillator mendekati zona oversold sehingga membuka ruang bagi rebound teknikal.

Rekomendasi speculative buy AMMN di Rp3.340 dengan stop loss Rp3.170 dan target ambil untung Rp3.620.

2. BBNI — Peluang Rebound

Saham BBNI turun 0,9% dan ditutup di Rp3.320 (27/6/2026). BBNI menunjukkan tanda-tanda awal potensi rebound teknikal setelah menemukan support di sekitar Rp3.230, yang sejajar dengan Fibonacci retracement 0,786, mengindikasikan tekanan jual mungkin mulai mereda.

Tren luas masih bearish, namun pembentukan lower wick yang panjang dan meningkatnya minat beli di dekat support meningkatkan probabilitas pemulihan jangka pendek.Pergerakan yang bertahan di atas Rp3.350–3.460 akan memperkuat skenario rebound dan membuka jalan menuju Rp3.570–3.730.

Rekomendasi buy on weakness BBNI di Rp3.290 dengan stop loss Rp3.220 dan target ambil untung Rp3.450.

3. BRMS — Menguji Level Support

Saham BRMS turun 8,62% dan ditutup di Rp498 (27/6/2026). BRMS masih berada dalam fase koreksi yang kuat dengan harga terus diperdagangkan di bawah MA55 yang miring ke bawah, mengkonfirmasi tren jangka pendek yang masih bearish.

Penurunan tajam terakhir menuju Rp450 mengindikasikan tekanan jual yang persisten, sementara penutupan di sekitar Rp498 hanya menunjukkan pemulihan terbatas yang belum membalikkan downtrend yang berlaku.

Momentum masih lemah meski telah memasuki zona oversold, sehingga bounce teknikal dimungkinkan namun kemungkinan akan menghadapi resistance kuat di sekitar Rp535–610.

Rekomendasi buy on weakness BRMS di Rp470 dengan stop loss Rp448 dan target ambil untung Rp560.

4. TLKM — Peluang Rebound

Saham TLKM turun 0,80% dan ditutup di Rp2.480 (27/6/2026). TLKM menunjukkan tanda-tanda awal potensi rebound teknikal setelah berhasil mempertahankan support kunci di Rp2.350 dan stabil di sekitar Rp2.480, mengisyaratkan tekanan jual mungkin melemah.

Stochastic oscillator telah memasuki zona oversold sehingga meningkatkan probabilitas pemulihan jangka pendek. Namun saham masih diperdagangkan di bawah MA55 yang menurun, mengindikasikan tren luas masih bearish.

Agar rebound mendapat kredibilitas, TLKM perlu merebut kembali Rp2.600–2.840 yang akan membuka jalan menuju area resistance Rp2.970.

Rekomendasi speculative buy TLKM di Rp2.480 dengan stop loss Rp2.390 dan target ambil untung Rp2.610.

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas, Range 5.830–6.056

Illustration

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia

IHSG turun 1,72% atau 103 poin ke level 5.896 pada Jumat (27/6/2026). Investor asing mencatat net sell Rp537 miliar, sementara rupiah menguat tipis 7 poin ke Rp17.918 per dolar AS. Sektor Basic Materials menjadi penekan terbesar (-5,00%), disusul Industrials (-4,23%) dan Consumer Cyclicals (-2,96%). Sektor Keuangan (+0,03%) menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Saham BREN (-8,22%), EMAS (-13,12%), dan BRMS (-8,62%) menjadi pemberat utama indeks.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam downtrend koreksi yang kuat, diperdagangkan jauh di bawah MA55 yang terus bertindak sebagai resistance dinamis. Setelah sempat rebound dari low terakhir di sekitar 5.318, indeks gagal mempertahankan momentum bullish dan kembali melemah. Harga saat ini masih di bawah Fibonacci retracement 23,6% di sekitar 6.250, mengisyaratkan pemulihan sebelumnya hanya berupa technical bounce bukan pembalikan tren.

Indikator momentum termasuk stochastic oscillator berbalik dari area netral, mengindikasikan tekanan beli yang memudar dan meningkatnya risiko penurunan. Selama IHSG masih di bawah zona resistance 6.250–6.380, bias bearish tetap intact dengan potensi menguji ulang area support 5.700–5.300.

Untuk perdagangan 29 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 5.830 dan resistance 6.056 dengan pasar kemungkinan bergerak sideways dalam zona negatif.

Kesimpulan

Rekomendasi saham AMMN, BBNI, BRMS, dan TLKM mencerminkan peluang trading jangka pendek di tengah kondisi IHSG yang masih dalam downtrend koreksi. Meski sejumlah saham mulai menunjukkan tanda rebound awal dari zona support, tren pasar secara keseluruhan masih bearish.

Investor mencermati zona resistance 6.250–6.380 sebagai kunci pembalikan tren IHSG. Selama indeks belum mampu menembus zona tersebut secara meyakinkan, potensi uji ulang support 5.700–5.300 masih terbuka.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa saham pilihan Ciptadana Sekuritas hari ini?

AMMN, BBNI, BRMS, dan TLKM.

Berapa range pergerakan IHSG hari ini?

IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5.830 dan resistance 6.056

Apa sektor yang paling menekan IHSG kemarin?

Sektor Basic Materials, Industrials, dan Consumer Cyclicals.

Mengapa zona 6.250–6.380 penting bagi IHSG?

Level tersebut merupakan zona resistance kunci Fibonacci 23,6% yang harus ditembus secara meyakinkan agar tren bearish dapat berbalik arah.

Apa perbedaan speculative buy dan buy on weakness?

Speculative buy adalah pembelian di harga pasar saat ini dengan ekspektasi rebound dari zona support, sementara buy on weakness adalah strategi menunggu harga terkoreksi lebih dulu ke level tertentu sebelum masuk posisi.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.221,21

Up1,49%
Up0,99%
Up1,23%
Up6,39%
Up20,00%
Up15,63%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.177,12

Up1,42%
Up1,68%
Up1,90%
Up6,38%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.019,28

Up0,42%
Down-3,36%
Down-2,70%
---

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.198,68

Up0,40%
Up1,02%
Up1,17%
Up5,69%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua