BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Laba Jayamas Medica di Kuartal I 2026 Melesat, Rekomendasi Saham OMED Buy, Target Harga Naik

Abdul Malik15 Mei 2026
Tags:
Laba Jayamas Medica di Kuartal I 2026 Melesat, Rekomendasi Saham OMED Buy, Target Harga Naik
Ilustrasi karyawan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) saat memproduksi alat kesehatan. (Dok. Perusahaan)

OMED mencatat laba kuartal I 2026 naik 33%. Ciptadana mempertahankan rekomendasi Buy dan menaikkan target harga jadi Rp280.

Bareksa - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) membukukan laba bersih Rp97 miliar pada kuartal I 2026, naik 33% secara tahunan. Kinerja ini penting dicermati investor karena menunjukkan pertumbuhan bisnis alat kesehatan dan efisiensi operasional yang tetap terjaga di tengah tekanan nilai tukar.

Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (13/5/2026), rekomendasi untuk saham OMED Buy dan target harga saham naik jadi Rp280 per saham dari sebelumnya Rp220. Dengan harga saham terakhir Rp248, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 12,9%. Re-rating ini didukung pertumbuhan pangsa pasar, pipeline proyek baru, serta perbaikan efisiensi operasional perseroan.

Pendapatan OMED mencapai Rp572 miliar pada kuartal I 2026 atau naik 31% YoY. Pertumbuhan terutama didorong segmen biotechnology & laboratory yang melonjak hampir 200% YoY, diikuti diagnostic & equipment naik 69% YoY serta medical disposables naik 23% YoY. Sementara itu, segmen hospital furniture menjadi satu-satunya yang mengalami kontraksi akibat perlambatan belanja modal rumah sakit. OMED merupakan emiten sektor kesehatan dan alat medis.

Promo Terbaru di Bareksa

Penjualan Pemerintah dan Ekspor Jadi Sorotan

Penjualan sektor publik OMED naik 64% YoY dan kini menyumbang 36,3% dari total pendapatan. Kinerja itu ditopang belanja kesehatan pemerintah untuk program pemeriksaan kesehatan gratis, skrining TBC, dan pengadaan alat kesehatan. Penjualan ekspor juga tumbuh 72% YoY, termasuk ekspansi pasar ke Filipina dan peningkatan permintaan dari Amerika Serikat.

Margin laba kotor atau gross profit margin naik menjadi 36% dari sebelumnya 33,7%. Ciptadana menilai perbaikan margin ditopang otomatisasi manufaktur, utilisasi pabrik yang lebih tinggi, dan efisiensi rantai pasok sepanjang 2025. Rasio beban operasional juga turun menjadi 16,4% sehingga margin EBIT meningkat menjadi 19,6%.

Ciptadana turut menaikkan proyeksi pendapatan OMED 2026-2027 masing-masing sebesar 5% dan 8%. Proyeksi laba bersih 2026 juga direvisi naik 6% menjadi Rp430 miliar, sejalan dengan panduan manajemen yang menargetkan pertumbuhan laba sekitar 18% YoY. Namun pasar tetap perlu mencermati risiko pelemahan rupiah, gangguan rantai pasok, dan potensi perlambatan belanja pemerintah.

Ringkasan Kinerja OMED Kuartal I 2026

Indikator
Realisasi Q1 2026
Perubahan

Pendapatan

Rp572 miliar

Naik 31,2% YoY

Laba bersih

Rp97 miliar

Naik 33,3% YoY

Gross profit margin

36,0%

Naik 2,3 ppt

Operating margin

19,6%

Naik 4,3 ppt

Penjualan sektor publik

36,3% dari total penjualan

Naik dari 29%

Penjualan ekspor

Tumbuh 72% YoY

Positif

Segmen biotechnology

Rp56 miliar

199,7% YoY

Segmen diagnostic & equipment

Rp71 miliar

68,7% YoY

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

Catatan Penting yang Dicermati Investor

  • Target harga OMED versi Ciptadana: Rp280 per saham

  • Harga saham terakhir: Rp248

  • Proyeksi pertumbuhan pendapatan 2026: 16% YoY

  • Estimasi laba bersih 2026: Rp430 miliar

  • Estimasi ROE 2026: 14,1%

  • Estimasi PER 2026: 15,6 kali

  • Dividend yield estimasi 2026: 1,6%

  • Risiko utama: pelemahan rupiah dan perlambatan belanja pemerintah

Kesimpulan

Kinerja OMED pada kuartal I 2026 mencerminkan pertumbuhan bisnis yang tetap kuat di sektor alat kesehatan. Penjualan pemerintah, ekspor, dan produk diagnostik menjadi penopang utama pertumbuhan perseroan.

Revisi naik target harga dan proyeksi laba dari Ciptadana menunjukkan prospek OMED masih dinilai positif oleh analis. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko nilai tukar dan dinamika belanja kesehatan pemerintah.

FAQ

1. Berapa laba bersih OMED pada kuartal I 2026?
OMED membukukan laba bersih Rp97 miliar atau naik 33,3% YoY.

2. Berapa target harga saham OMED versi Ciptadana?
Ciptadana menaikkan target harga OMED menjadi Rp280 per saham.

3. Apa pendorong utama pertumbuhan OMED?
Pertumbuhan ditopang penjualan sektor publik, ekspor, dan segmen biotechnology serta diagnostic equipment.

4. Mengapa margin laba OMED meningkat?
Margin meningkat karena otomatisasi manufaktur, utilisasi pabrik lebih tinggi, dan efisiensi rantai pasok.

5. Apa risiko utama yang dicermati pasar?
Risiko utama meliputi pelemahan rupiah, gangguan rantai pasok, dan perlambatan belanja pemerintah.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,07

Down- 0,08%
Up1,42%
Up0,63%
Up7,51%
Up19,89%
Up14,23%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.170,32

Down- 0,06%
Up2,00%
Up1,31%
Up7,13%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.202,42

Up0,40%
Up2,22%
Up1,49%
Up7,69%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045

Down- 0,51%
Up1,03%
Down- 0,25%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua