BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

OMED Siap Produksi Lensa Katarak Lokal, Bidik Pasar Alat Kesehatan yang Masih Minim Penetrasi

Abdul Malik08 Mei 2026
Tags:
OMED Siap Produksi Lensa Katarak Lokal, Bidik Pasar Alat Kesehatan yang Masih Minim Penetrasi
Ilustrasi karyawan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) saat memproduksi alat kesehatan. (Dok. Perusahaan)

OMED menyiapkan produksi lensa katarak lokal pada Q4 2026 di tengah tingginya kasus katarak dan masih rendahnya tingkat operasi di Indonesia.

Bareksa - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menyiapkan peluncuran Intraocular Lens (IOL) atau lensa katarak produksi lokal pada kuartal IV 2026. Informasi ini penting karena membuka peluang OMED masuk ke segmen alat kesehatan bernilai tambah tinggi yang masih didominasi produk impor.

Berdasarkan investor bulletin PT Jayamas Medica Industri Tbk tertanggal 8 Mei 2026, perseroan menilai pasar operasi katarak di Indonesia masih sangat besar dan belum tergarap optimal. Mengacu data International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB), BPJS Kesehatan, dan Kementerian Kesehatan yang dikutip dalam investor bulletin perseroan, sekitar 80% dari 1,6 juta kasus kebutaan di Indonesia disebabkan katarak, dengan tambahan sekitar 551 ribu kasus baru per tahun.

Dalam investor bulletin tersebut, OMED menyebut tingkat Cataract Surgical Rate (CSR) Indonesia sekitar 6.000 operasi per satu juta penduduk. Angka itu masih lebih rendah dibanding India sekitar 7.000 dan Thailand di atas 8.000 prosedur per satu juta penduduk, sehingga pasar operasi katarak domestik dinilai masih underpenetrated. OMED merupakan emiten sektor manufaktur dan distribusi alat kesehatan.

Promo Terbaru di Bareksa

OMED Incar Peluang Substitusi Impor Alat Kesehatan

Berdasarkan paparan manajemen dalam investor bulletin Mei 2026, OMED menilai IOL merupakan satu-satunya solusi definitif untuk operasi katarak. Masuknya perseroan ke produksi IOL domestik dinilai dapat mendukung pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap alat kesehatan impor, sejalan dengan dorongan pemerintah meningkatkan penggunaan produk kesehatan dalam negeri.

Perseroan juga tengah memperluas kapasitas distribusi dengan membangun National Distribution Center (NDC) baru di Pulo Gadung, Jakarta. Dalam dokumen investor bulletin perseroan, fasilitas seluas sekitar 5.000 meter persegi itu dijadwalkan mulai beroperasi pada Mei 2026 untuk memperkuat distribusi di wilayah Indonesia barat.

Selain pasar domestik, OMED mulai memperluas pasar ekspor ke Filipina sebagai bagian dari strategi positioning manufaktur Asia Tenggara atau China+1. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam investor bulletin yang sama sebagai bagian dari strategi ekspansi regional 2026.

Ringkasan Data Katarak Indonesia

Indikator
Data

Total kasus kebutaan

1,6 juta kasus

Porsi akibat katarak

80%

Kasus baru per tahun

551 ribu

CSR Indonesia

~6.000 operasi/juta penduduk

CSR India

~7.000 operasi/juta penduduk

CSR Thailand

>8.000 operasi/juta penduduk

Sumber: Kemenkes, OMED, diolah

Inisiatif Strategis OMED

  • Peluncuran IOL lokal pada Q4 2026

  • Ekspansi ekspor ke Filipina

  • Operasional NDC Jakarta mulai Mei 2026

  • Penambahan jaringan retail OneMed Medicom

  • Penguatan distribusi alat kesehatan nasional

Highlight Keuangan Q1 2026

Indikator
Q1 2026
YoY

Pendapatan

Rp572 miliar

+31,2%

EBITDA

Rp132 miliar

+33,5%

Laba Bersih

Rp99 miliar

+35,4%

Margin Bersih

17,3%

Naik dari 16,8%

Sumber: OMED, diolah

Kesimpulan

Rencana masuknya OMED ke bisnis lensa katarak lokal menjadi langkah diversifikasi baru di segmen alat kesehatan dengan kebutuhan tinggi di Indonesia. Pasar yang masih underpenetrated berpotensi membuka ruang pertumbuhan jangka menengah bagi perseroan.

Ekspansi distribusi dan pasar ekspor juga menjadi perhatian investor karena dapat memperkuat skala bisnis OMED ke depan. Perkembangan realisasi produksi IOL dan penetrasi pasar akan dicermati pelaku pasar pada paruh kedua 2026.

FAQ

1. Apa sumber data dalam artikel ini?
Data berasal dari investor bulletin PT Jayamas Medica Industri Tbk per 8 Mei 2026 serta data IAPB, BPJS Kesehatan, dan Kementerian Kesehatan yang dikutip perseroan.

2. Apa itu produk IOL yang akan diproduksi OMED?
IOL adalah lensa buatan yang digunakan dalam operasi katarak.

3. Kapan OMED meluncurkan IOL lokal?
Perseroan menargetkan peluncuran pada kuartal IV 2026.

4. Mengapa pasar IOL dinilai potensial?
Karena jumlah kasus katarak di Indonesia masih tinggi dan tingkat operasi masih relatif rendah.

5. Apa bisnis utama OMED?
OMED bergerak di bidang manufaktur dan distribusi alat kesehatan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.201,62

Up0,40%
Up2,25%
Up1,42%
Up7,63%
--

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,97

Up0,36%
Up1,70%
Up0,71%
Up7,60%
Up20,56%
Up14,40%

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.046,56

Down- 0,03%
Up2,03%
Down- 0,10%
---

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,72

Up0,31%
Up2,21%
Up1,43%
Up7,28%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua