IPO Saham dan Obligasi Ramai Jelang Tahun Pemilu, Prospek Positif Reksadana Ini

Pasar saham serta animo perusahaan menggelar IPO akan tinggi menjelang tahun pemilu
Abdul Malik • 10 Aug 2022
cover

Ilustrasi ramainya initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham dan obligasi jelang tahun pemilu bakal menopang kinerja IHSG, reksadana saham, reksadana indeks, reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai prospek penerbitan saham ataupun obligasi baru oleh korporasi di dalam negeri hingga akhir tahun akan tinggi mengingat momentum mendekati persiapan politik menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024.

Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, memprediksi pasar saham serta animo perusahaan menggelar IPO akan tinggi menjelang tahun pemilu. Meski begitu dalam jangka pendek, inflasi dan tren kenaikan suku bunga masih akan menjadi sentimen penahan potensi kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Kami memprediksi inflasi dunia yang tinggi masih akan menekan pasar saham global dan domestik dalam jangka pendek. Untuk jangka waktu menengah hingga akhir tahun, tren pasar saham masih baik karena Indonesia didukung faktor fundamental dan makroekonomi yang solid,” kata Nafan dalam acara Media Day: August 2022 by Mirae Asset Sekuritas, kemarin (9/8/2022).

Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, memprediksi di tengah tekanan makroekonomi jangka pendek tersebut, secara teknikal IHSG masih akan tertekan dengan kisaran 6.765. “Jika sentimen pasar tidak mendukung, maka IHSG berpotensi melanjutkan koreksi ke arah 6.539,” ujar Martha.

Dia menyatakan sektor pilihan bulan ini adalah sektor keuangan, energi, dan industri. Untuk sektor keuangan, Mirae Asset Sekuritas memilih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Di sektor energi, tiga produsen batu bara yang menjadi pilihan yaitu PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Indika Energy Tbk (INDY). Untuk perusahaan di sektor industri, ada dua saham pilihan yaitu PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

IHSG pada hari ini, Rabu (10/8/2022) ditutup melemah 0,23% di level 7.086. Meski begitu, sepanjang tahun berjalan IHSG masih naik 6,32% dan 6 bulan terakhir menguat 3,97%. 

IPO Saham dan Obligasi di Mirae Asset

Mukti Wibowo Kamihadi, Deputy Director Investment Banking Mirae Asset Sekuritas menyatakan minat tinggi IPO tercermin dari penjaminan emisi yang berpotensi dia tangani hingga akhir tahun.

“Sampai akhir tahun, kami perkirakan Mirae Asset Sekuritas masih dapat menangani penjaminan emisi 11-12 perusahaan dengan beberapa perusahaan lain yang sudah ada di pipeline [prosesnya sedang berjalan]. Tahun ini, kami prediksi [jumlah penjaminan emisi] masih bisa lebih tinggi dari 2021,” ujar Bowo.

Bowo mengatakan sejak awal tahun Mirae Asset Sekuritas sudah bertindak sebagai penjamin emisi dalam penerbitan saham empat perusahaan serta penerbitan efek utang oleh dua perusahaan. Di semester I 2022, ada 2 perusahaan yang menggunakan jasa Mirae Asset Sekuritas dalam menggalang dana dari penerbitan saham yaitu PT Adhi Karya Commuter Properti Tbk (ADCP) dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO).

Kemudian, ada 2 perusahaan yang memanfaatkan jasa penjaminan emisi efek utang Mirae Asset Sekuritas yaitu PT Indah Kiat Pulp & Papers Tbk (INKP) dan PT PP Property Tbk (PPRO). Penerbitan efek utang kedua perusahaan bernilai lebih dari Rp3,5 triliun.

Dua perusahaan lain yang IPO-nya menggunakan jasa Mirae Asset Sekuritas yaitu PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) yang baru mencatatkan sahamnya di papan bursa pada 8 dan 9 Agustus. Total emisi keempat perusahaan yang menggelar IPO saham tahun ini tersebut lebih dari Rp545 miliar.

Prospek Reksadana Berbasis Saham dan Obligasi

Tingginya minat perusahaan untuk melaksanakan IPO saham dan obligasi, serta semaraknya kinerja pasar modal jelang tahun pemilu bisa jadi sentimen positif bagi reksadana dengan underlying asset di dua instrumen investasi tersebut. Tercatat, reksadana saham, reksadana campuran, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap, merupakan jenis reksadana yang memiliki saham dan obligasi dalam portofolionya. 

Berdasarkan daftar reksadana yang tersedia di Bareksa, lima reksadana saham dengan cuan tertinggi periode sepanjang tahun berjalan per 9 Agustus 2022, berhasil mencatatkan imbal hasil antara 12.44% hingga 16,91%. Reksadana tersebut ialah HPAM Syariah Ekuitas, Sucorinvest Equity Fund, Bahana Dana Prima, Sucorinvest Maxi Fund dan Mega Asset Greater Infrastructure

Sumber : Bareksa

Kemudian top 5 reksadana indeks atau index fund dengan imbal hasil tertinggi sepanjang tahun berjalan per 9 Agustus 2022 mencatatkan keuntungan 9,66% hingga 14,67%. Reksadana tersebut ialah Reksa Dana UOBAM Indeks Bisnis-27, Reksa Dana Indeks Allianz SRI KEHATI Index Fund, Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati, Reksa Dana Indeks Avrist IDX30 dan Reksa Dana Kresna Indeks 45

Sumber : Bareksa

Selanjutnya 5 reksadana campuran dengan cuan tertinggi sepanjang tahun berjalan per 9 Agustus 2022 berhasil membukukan imbalan 8,65% hingga 15,42%. Reksadana tersebut yakni Setiabudi Dana Campuran, Sucorinvest Citra Dana Berimbang, STAR Balanced II, Sucorinvest Flexi Fund dan Semesta Dana Maxima

Sumber : Bareksa

Terakhir, untuk produk reksadana pendapatan tetap dengan imbal hasil tertinggi periode sepanjang tahun ini hingga 9 Agustus, berhasil mencatatkan imbalan 4,24% hingga 5,43%. Reksadana itu ialah MNC Dana Likuid, Syailendra Pendapatan Tetap Premium, MNC Dana Syariah, Prospera Obligasi dan Sucorinvest Sharia Sukuk Fund

Sumber : Bareksa

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.