Investasi Reksadana Saham di Bulan Ramadan Bawa Cuan? Ini Data Historisnya

Rata-rata kinerja reksadana saham bisa mengalahkan indeks acuan pada 5 Ramadan terakhir
Hanum Kusuma Dewi • 19 Apr 2022
cover

Ilustrasi investor wanita syariah sedang tersenyum melihat laptop menghitung hasil investasi pasar modal seperti reksadana saham selama Ramadan. (Shutterstock)

Bareksa.com - Bulan Ramadan dipercaya membawa berkah bagi berbagai kalangan. Apakah hal ini berlaku juga untuk investasi di pasar modal, termasuk di reksadana saham

Menurut data historis yang dikompilasi Bareksa, reksadana berbasis saham mampu mencetak kinerja lebih baik dibandingkan indeks acuannya (benchmark) selama bulan Ramadhan 5 tahun terakhir (2017-2021). Indeks acuan atau indeks saham dimaksud adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks LQ45, Indeks IDX30 dan Jakarta Islamic Index (JII). 

Dapat dilihat pada tabel berikut, rata-rata kinerja reksadana berbasis saham yang tercermin dari Indeks Reksadana Saham dan Indeks Reksadana Saham Syariah Bareksa mencatat keuntungan lebih besar dibandingkan IHSG, Indeks LQ45, Indeks IDX30, serta JII.

Kinerja Indeks Reksa Dana Basis Saham di Bulan Ramadhan

Sumber: Bareksa Research Team

Risiko Global

Kinerja reksadana saham sepanjang Ramadan ini dapat menjadi pertimbangan investasi di tengah munculnya sejumlah isu global, yang menjadi risiko dalam investasi di pasar modal. 

Pekan lalu, data inflasi China dan Amerika Serikat tercatat melampaui ekspektasi pasar. China mencatat inflasi tahunan sebesar 1,5% pada Maret 2022, dibandingkan ekspektasi sebesar 1,2% secara tahunan (YoY). Inflasi tahunan AS juga melonjak ke 8,5% untuk periode yang sama atau tertinggi sejak Desember 1981.

Di tengah tingginya inflasi akibat kenaikan harga energi selama beberapa minggu terakhir, investor global dapat sedikit bernafas lega dengan harga minyak dunia tercatat turun di bawah US$100/barrel. Hal tersebut dikarenakan adanya lockdown yang masih dilakukan China membuat proyeksi permintaan minyak dunia menurun.

Baca juga Bareksa Insight : Harga Komoditas Meroket, Reksadana Ini Makin Cemerlang

Kondisi Ekonomi Domestik

Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja pemerintah mencapai Rp484,43 triliun pada kuartal pertama tahun 2022. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp523 triliun. Hal tersebut dikarenakan untuk menjaga defisit APBN terhadap PDB tetap rendah pada level 4% di kuartal kedua. 

Dampak dari menahan defisit APBN hingga kuartal kedua 2022 ini membuat yield obligasi Indonesia tidak terlalu fluktuatif walaupun sudah mencapai yield tertinggi selama 18 bulan terakhir di kisaran 6,89%.

Kuatnya konsumsi dan permintaan dari dalam negeri juga diharapkan mampu membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua ini mencapai 5,1%. Dengan momen puasa dan lebaran jadi kesempatan untuk mempercepat perputaran uang di Indonesia.

Investor dapat menggunakan momentum Bulan Puasa dan Lebaran ini untuk melakukan investasi, dikarenakan multiplier effect terhadap kinerja keuangan saham berkapitalisasi besar pada sektor barang konsumsi, ritel dan perbankan akan terdongkrak akibat meningkatnya konsumsi masyarakat. 

Baca juga Bareksa Insight : Data Ekonomi RI Stabil, Reksadana Ini Bakal Makin Cuan

Apa yang harus dilakukan investor?

Dengan mempertimbangkan sejumlah faktor di atas, investor dapat memanfaatkan momentum bulan Ramadhan untuk berinvestasi dengan strategi diversifikasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.

Investor dengan profil risiko agresif dapat pertimbangkan untuk akumulasi reksa dana saham berbasis saham kapitalisasi besar yang diborong oleh investor asing, jika IHSG mengalami penurunan.

Sementara itu, investor profil risiko moderat dapat terus melakukan akumulasi secara bertahap di reksadana pendapatan tetap yang berbasis obligasi korporasi.

Lalu untuk investor konservatif dapat melakukan investasi dengan alokasi yang lebih besar di reksadana pasar uang dan porsi yang lebih rendah di reksadana pendapatan tetap.

Baca juga Proyek Baterai Mobil Listrik Bikin Saham Antam Meroket, 14 Reksadana Koleksi ANTM

Mutual Fund Performance

Daftar Reksa Dana


Imbal Hasil (Return)

Reksa Dana Pasar Uang

YtD

1 Tahun

3 Tahun

Syailendra Dana Kas

0.33%

3.89%

16.43%

TRIM Kas 2

0.27%

3.85%

14.33%

Reksa Dana Pendapatan Tetap

YtD

1 Tahun

3 Tahun

TRIM Dana Tetap 2

0.53%

5.89%

20.44%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.84%

5.71%

31.19%

Reksa Dana Saham & Indeks

1 Bulan

YtD

1 Tahun

Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A

8.20%

17.57%

24.90%

Batavia Dana Saham Optimal

6.53%

12.23%

17.54%

Reksa Dana Indeks Principal Index IDX30 Kelas O

4.81%

13.11%

20.16%

Sumber: Bareksa Research Team, Return per NAV 12 April 2022

Syariah Mutual Fund Performance

Daftar Reksa Dana


Imbal Hasil (Return)

Reksa Dana Saham

1 Bulan

YtD

1 Tahun

Batavia Dana Saham Syariah

5.46%

10.51%

12.61%

TRIM Syariah Saham

6.00%

9.96%

11.96%

BNP Paribas Pesona Syariah

4.10%

7.41%

10.24%

Reksa Dana Pendapatan Tetap

YtD

1 Tahun

3 Tahun

Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A

0.14%

4.72%

25.17%

Bahana Mes Syariah Fund Kelas G

0.06%

4.56%

24.08%

Mandiri Investa Dana Syariah

0.28%

4.59%

15.23%

Reksa Dana Pasar Uang

YtD

1 Tahun

3 Tahun

Syailendra Sharia Money Market Fund

1.18%

4.31%

16.99%

Trimegah Kas Syariah

0.94%

3.41%

13.41%

Sucorinvest Sharia Money Market Fund

1.28%

4.58%

19.18%

Sumber: Bareksa Research Team, Return per NAV 12 April 2022

Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko, sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko yang ada di pasar keuangan.

Baca juga Promo THR Bareksa, Beli Reksadana Raih Hadiah Total Rp50 Juta

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.