Proyek Baterai Mobil Listrik Bikin Saham Antam Meroket, 14 Reksadana Koleksi ANTM

Saham ANTM kemarin menempati jajaran saham yang paling banyak ditransaksikan, nilainya mencapai Rp547,5 miliar
Abdul Malik • 19 Apr 2022
cover

Ilustrasi pekerja sedang merakit baterai untuk mobil listrik di sebuah pabrik baterai. Proyek pembangunan pabrik baterai mobil listrik (EV) yang dikembangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mendongkrak kinerja saham dan reksadana dengan portofolio saham ANTM. (Shutterstock)

Bareksa,com - Mengawali perdagangan pekan ketiga April 2022, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terpantau bergerak atraktif pada perdagangan Senin (18/4/2022).

Kemarin, saham anggota dari MIND ID (Mining Industry Indonesia) ini berhasil melesat 4,31 persen ke level Rp2.900 per saham. Selain itu, saham ANTM juga menempati jajaran saham yang paling banyak ditransaksikan, nilainya mencapai Rp547,5 miliar atau yang tertinggi keempat di bursa pada perdagangan kemarin.

Kinerja saham ANTM yang ciamik kemarin diwarnai oleh sentimen positif kerja sama ANTM melalui PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan anak perusahaan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) asal China, Guangdong Brunp Recycling Technology Co., Ltd (Brunp).

Kerja sama dalam proyek Integrasi Baterai EV Indonesia tersebut meliputi penambangan dan pemrosesan nikel, pengolahan bahan baterai mobil listrik pembuatan baterai serta daur ulang baterai.

Proyek dengan nilai investasi US$5,968 miliar ini akan digarap di Kawasan Industri FHT Halmahera Timur Maluku Utara, dan juga beberapa tempat lainnya.

Pendiri dan Ketua CATL Robin Zeng menyatakan, proyek kerja sama dengan Antam dan IBC ini akan menjadi tonggak penting bagi perusahaan untuk memperluas bisnis.

Proyek ini dinilai akan meningkatkan kinerja CATL di bidang industri baterai, menurunkan biaya produksi, hingga mendorong pengembangan bisnis daur ulang baterai.  Selain itu, memastikan ketersediaan pasokan bahan baku yang diperlukan.

“Proyek Indonesia akan menjadi lambang persahabatan abadi antara China dan Indonesia,” ujar Robin dalam pernyataan resmi di laman CATL, dikutip Senin (18/4/2022).

Saat ini, Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasokan kendaraan listrik dengan bermodalkan cadangan nikel yang melimpah. Kenaikan harga komoditas termasuk nikel akibat sentimen geopolitik Rusia-Ukraina diproyeksikan akan terus berlanjut hingga semester I di tahun 2022.

Reksadana dengan Underlying Asset Saham ANTM

Melihat adanya sentimen positif terhadap saham ANTM, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya. 

Berikut reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham ANTM sebagai underlying asset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 14 produk reksadana yang tercatat memiliki saham ANTM dalam portofolionya. Produk tersebut terdiri dari reksadana saham dan reksadana campuran.

Produk reksadana tersebut di antaranya Bahana Trailblazer Fund, Batavia Dana Saham Syariah, Mandiri Investa Cerdas Bangsa, Manulife Saham SMC Plus dan lainnya. Daftar selengkapnya sebagaimana tertera dalam tabel. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.