Pasar Saham Mulai Menarik, Reksadana Indeks Ini Cuan 22 Persen

Reksadana saham berbasis infrastruktur, keuangan dan konsumer dalam Indeks LQ45 jadi rekomendasi
Hanum Kusuma Dewi • 26 Jul 2022
cover

Ilustrasi investor wanita sedang memegang smartphone mengamati pergerakan pasar saham yang berpotensi naik dan mendorong kinerja reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Dalam sepekan terakhir, pasar saham Indonesia mulai bergerak naik yang didukung dengan sejumlah sentimen positif. Smart investor dapat menggunakan momentum ini untuk mengambil langkah terkait investasi reksadana

Pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik dengan cepat dari kisaran 6.600 menuju 6.800 di saat investor menanti keputusan suku bunga bank sentral Amerika (The Fed) pekan ini.  Suku bunga The Fed diproyeksikan naik sebesar 0,75 persen, lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya naik hingga 1 persen, agar risiko perlambatan ekonomi di negara tersebut tidak terlalu parah atau lebih dikenal dengan istilah hard landing.

Seperti terlihat di dalam tabel, konsensus pasar memperkirakan kemungkinan lebih tinggi untuk suku bunga The Fed naik menjadi 2,25-2,50 persen atau 225-250 basis poin. Kemungkinan tersebut bertambah besar saat ini (per 21 Juli 2022), dibandingkan dengan 1 hari atau 1 minggu sebelumnya. 

Ekspektasi Pasar Terhadap Proyeksi Suku Bunga The Fed

Target Rate (BPS)

Kemungkinan

Saat Ini*

1 Hari - 19 Juli'22

1 Minggu- 14 Juli'22

1 Bulan- 21 Juni'22

200-225

0.00%

0%

0.00%

4.30%

225-250

66.80%

63.80%

55.40%

96%

250-275

33.20%

36.20%

44.60%

0%

*Per 21 Juli 2022

Sumber: CME Group 

Berbeda dengan kebijakan yang diambil The Fed, Bank Indonesia sendiri pada bulan ini memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi dan laju konsumsi masyarakat Indonesia. 

Tim Analis Bareksa melihat inflasi kemungkinan masih akan berada di batas atas target Bank Indonesia (BI) pada beberapa bulan ke depan, tetapi masalah tersebut akan teratasi. Saat ini, inflasi di Indonesia masih disebabkan oleh kelangkaan barang dan harga bahan baku seperti gandum, jagung, kedelai dan kelapa sawit yang masih tinggi. 

Tim Analis Bareksa juga melihat dengan stabilnya harga komoditas andalan ekspor Indonesia terutama batu bara selama bulan Juli ini akan meningkatkan surplus perdagangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Keyakinan konsumen diperkirakan masih akan tetap tinggi pada semester kedua ini, sehingga perbankan pun berani mematok pertumbuhan kredit sebesar 9 persen tahun ini. 

Tim Analis Bareksa tetap merekomendasikan reksadana saham berbasis infrastruktur, keuangan dan konsumer yang masuk ke dalam LQ45. Terdapat peluang untuk pembalikan arah saat ini terbuka lebar dengan kemungkinan investor asing akan mulai banyak masuk pada akhir kuartal ketiga di saat Bank Indonesia diproyeksikan menaikan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen. 

Baca juga Indeks Saham Potensi Naik 10% Meski Resesi Global, Cari Cuan di Reksadana Ini

Apa yang harus dilakukan investor?

Selain berinvestasi di Robo Advisor Bareksa, investor juga dapat mempertimbangkan untuk melakukan strategi investasi reksadana berikut.

  • Investor dengan profil risiko agresif dapat cermati reksadana indeks dan reksadana saham berbasis sektor keuangan, infrastruktur, maupun konsumsi jika IHSG mengalami penurunan ke level 6.500-6.700.
  • Sementara itu, investor profil risiko moderat dapat tetap melakukan akumulasi secara bertahap di reksadana pendapatan tetap basis obligasi korporasi karena potensi pelemahan yield SBN ke level yang lebih tinggi menanti rilis kenaikan agresif suku bunga Dolar pekan ini. 
  • Lalu untuk semua jenis profil risiko, ada baiknya melakukan diversifikasi yang cukup di reksadana pasar uang

Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko, sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko yang ada di pasar keuangan.

Kinerja Reksadana

Sejumlah reksadana terbaik rekomendasi Bareksa dapat mencatat kinerja yang menarik. Dalam setahun terakhir (per 21 Juli 2022), Reksadana Indeks BNP Paribas Sri Kehati mencatatkan imbal hasil (return) 22,78 persen. 

Baca juga Dua Index Fund SRI-KEHATI Melesat di Tengah Isu Ancaman Resesi, Ini Rahasianya

Tabel Kinerja Reksadana Rekomendasi Bareksa

Daftar Reksa Dana

Imbal Hasil (Return)

Reksa Dana Pasar Uang

1 Tahun

3 Tahun

Capital Money Market Fund

4,60%

17,95%

Sucorinvest Sharia Money Market Fund

4,41%

18,04%

Shinhan Money Market Fund

3,43%

14,56%

Reksa Dana Pendapatan Tetap

1 Tahun

3 Tahun

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

6,13%

30,63%

TRIM Dana Tetap 2

3,52%

15,98%

Sucorinvest Stable Fund

7,13%

-

Reksa Dana Saham & Indeks

YtD

1 Tahun

Avrist Ada Saham Blue Safir

7,59%

18,99%

Bahana Dana Prima

9,91%

18,37%

BNP Paribas Sri Kehati

7,94%

22,78%

Sumber: Bareksa Research Team, Return per NAV 21 Juli 2022

Baca juga Investasi Pakai OVO di Bareksa, Cashback Langsung dan Reksadana hingga Rp300 Ribu

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.