Tips Bijak Mengelola THR Lebaran Ala Afifa CEO Manulife AM Indonesia

Tidak ada salahnya kita menambah porsi investasi dari dana THR untuk mempercepat tercapainya tujuan keuangan
Hanum Kusuma Dewi • 11 Apr 2022
cover

Ilustrasi investor sedang menghitung uang lembaran rupiah THR 2022. (shutterstock)

Bareksa.com - Selain hari kemenangan yakni Lebaran serta di dalamnya berkumpul bersama keluarga, Tunjangan Hari Raya (THR) bisa jadi hal lainnya yang dinantikan selama bulan puasa Ramadan. Anda sudah punya rencana apa saja untuk menggunakan uang THR tahun ini?

Afifa – CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menyampaikan sebaiknya THR harus dikelola secara bijak, tidak hanya untuk kebutuhan-kebutuhan selama Ramadan, tapi juga untuk amal (zakat dan infak), serta bisa untuk menambahkan porsi investasi yang sudah kita tetapkan sebelumnya.

Menurut Afifa, kebutuhan di bulan Ramadan lebih besar dibandingkan bulan-bulan biasa, terlebih harga-harga juga cenderung naik menjelang Idul Fitri. Nah, menjelang hari raya tersebut, kalangan pekerja mendapatkan dana tambahan berupa THR yang bisa digunakan untuk membantu meringankan beban operasional keluarga di bulan Ramadan.

Lihat juga Mau Tau Cara Cari Cuan Investasi dari THR? Gabung di Sini

Ia berpesan merayakan hari kemenangan (Lebaran) tidak perlu berlebihan, bedakan mana yang kebutuhan dan mana keinginan. Untuk itu, Afifa menyarankan buatlah daftar rencana pengeluaran selama Lebaran, buat skala prioritas dari daftar tersebut.

Misalnya, dia mencontohkan dahulukan membayar zakat serta THR dari orang-orang yang telah banyak membantu seperti asisten rumah tangga, satpam kompleks, hingga tukang sampah. Kemudian, baru membeli kebutuhan lain seperti pakaian atau konsumsi.

Baca juga Tips Bagikan THR Lebaran Sekaligus Disiplin Investasi Ala Antony Dirga


Menambah Nilai Investasi

"THR adalah uang tambahan, namun tidak untuk dihambur-hamburkan. Satu hal lagi, tidak ada salahnya kita menambah porsi investasi dari dana THR untuk mempercepat tercapainya tujuan keuangan kita," kata Afifa kepada Bareksa, akhir pekan lalu.

Afifa menyampaikan untuk menjaga realisasi rencana investasi, intinya adalah melakukan perencanaan keuangan dengan baik, mengalokasikan dana sesuai dengan pos-pos yang telah kita tetapkan, dan disiplin dengan rencana awal.

"Jika dilakukan dengan benar, niscaya hal ini tidak akan mengganggu keberlanjutan rencana investasi kita," ujar Afifa.

Sejumlah instrumen investasi keuangan termasuk reksadana, saham, obligasi negara hingga logam mulia emas. Setiap jenis investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing investor. 

Selain itu, spesial di Bulan Ramadan ini smart investor juga bisa dengan mudah menambah investasi syariah, dan mencari lebih banyak berkah. Gunakan saja fitur Ramadan untuk memilih investasi syariah sesuai dengan kebutuhan investor. 

Pilihan investasi syariah di Bareksa terdiri dari reksadana syariah yang dibagi menjadi per jenis yaitu reksadana syariah pasar uang, reksadana syariah pendapatan tetap, reksadana syariah campuran dan reksadana syariah saham, serta investasi emas. 

Baca juga ​Cari Investasi Syariah? Gunakan Fitur Spesial Ramadan di Super App Bareksa

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.