Siap-siap, Raih Cuan dari Uang Angpao Lebaran 2022 dengan Cara Ini

Strategi lump sum sebaiknya digunakan untuk investasi yang memiliki tren pergerakan naik dalam jangka panjang
Hanum Kusuma Dewi • 27 Apr 2022
cover

Ilustrasi seseorang memegang amplop berisi lembaran uang rupiah sebagai THR, simpanan, tabungan, dana investasi reksadana saham surat utang negara

Bareksa.com - Hari Raya IdulFitri yang dinanti segera tiba. Selain berkumpul bersama keluarga, salah satu tradisi yang juga kerap berjalan selama perayaan Lebaran adalah pemberian uang atau kerap disebut angpao Lebaran.

Angpao Lebaran umumnya diberikan oleh orang tua maupun kerabat kepada anak-anak maupun bagi mereka yang belum bekerja. Namun, tidak sedikit juga orang tua yang masih memberikan angpao Lebaran kepada anak-anaknya sekalipun sudah bekerja serta menikah.

Saat mendapatkan angpao tentu menjadi suatu kebahagiaan tersendiri, apalagi jika nilai nominal uangnya cukup besar. Anda mau cuan dari angpao Lebaran yang Anda diterima? Isi ulasan berikut juga bisa Anda sampaikan kepada adik atau anggota keluarga lainnya.

Ada baiknya uang Lebaran yang diperoleh tidak dibelanjakan semuanya terlebih untuk barang-barang yang sifatnya konsumtif. Nah, biar angpao justru bisa menghasilkan cuan, sebaiknya diinvestasikan.

Baca Jangan Habiskan THR, Peluang 60% Investasi Reksadana Saham Positif Pasca Lebaran

Strategi Lump Sum

Dengan dana dari THR, Anda bisa menggunakan strategi investasi lump sum untuk investasi reksadana. Adapun strategi lump sum adalah menyetor sejumlah dana (besar) di awal investasi dan membiarkan uang investasi tersebut bergerak naik turun mengikuti perkembangan pasar, tanpa melakukan tambahan investasi (top up) sampai investor memutuskan untuk mencairkan dana investasi.

Strategi investasi lump sum biasanya digunakan oleh mereka yang menerima penghasilan tidak tetap setiap bulan, seperti freelancer ataupun pemilik toko. Uang angpao Lebaran yang Anda terima, bisa juga diartikan dalam definisi penghasilan dimaksud.

Pilihan strategi ini efektif memberikan hasil investasi yang baik, jika dilakukan dengan timing yang tepat yaitu saat harga-harga NAB (nilai aktiva bersih) reksadana sedang turun pada posisi terendah sehingga memungkinkan investor memperoleh lebih banyak unit investasi pada harga yang lebih murah. Karena sedang turun, secara logika investasi akan naik kembali (swing) lagi ke posisi sebelumnya bahkan lebih tinggi sehingga memberi hasil yang lebih maksimal. 

Meski demikian perlu diketahui bahwa posisi terendah (bottom) tidak selalu dapat diprediksi dengan baik. Sehingga, untuk mengimbanginya investor bisa melakukan investasi reksadana secara bertahap. 

Baca juga Bareksa Insight : Jelang Libur Lebaran, Reksadana Ini Berpotensi Cuan

Untuk Jangka Panjang

Felicia Putri Tjiasaka, investment coach Bareksa dalam sebuah kesempatan, mengatakan bahwa strategi lump sum sebaiknya digunakan untuk investasi yang memiliki pergerakan tren naik dalam jangka panjang. Untuk jangka pendek, sebaiknya digunakan dalam investasi berisiko rendah seperti reksadana pasar uang. ​

​Reksadana saham, yang mayoritas portofolionya adalah saham, bisa berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi potensinya tinggi dalam jangka panjang. Reksadana saham cocok untuk investor dengan profil risiko tinggi dan tujuan investasi jangka panjang.

Bagaimana, siap dapat cuan dari angpao Lebaran? Apapun strategi investasi serta instrumen investasi yang dipilih, demi kenyamanan berinvestasi pastikan dulu sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko.

Baca juga Begini Transaksi Reksadana di Bareksa Jelang dan Selama Libur Cuti Bersama Lebaran 2022

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.