BeritaArrow iconBelajar InvestasiArrow iconArtikel

Tips Bagikan THR Lebaran Sekaligus Disiplin Investasi Ala Antony Dirga

Hanum Kusuma Dewi05 April 2022
Tags:
Tips Bagikan THR Lebaran Sekaligus Disiplin Investasi Ala Antony Dirga
Ilustrasi seseorang memegang amplop coklat berisi lembaran uang rupiah Rp100 ribuan untuk THR, gaji, pendapatan, hasil investasi

Jika kita bisa menerapkan disiplin seperti itu, kehidupan akan terus berjalan, demikian pula program investasi

Bareksa.com - Ingin bagikan THR Lebaran untuk orang tua, anak, dan kerabat tanpa menganggu keberlanjutan rencana berinvestasi? Jawabannya bisa, dan berikut ini carannya.

Direktur Utama PT Trimegah Asset Management (Trimegah AM), Antony Dirga membagi tips sebagai jawaban pertanyaan di atas. Menurutnya alangkah lebih baik jika kita sebagai investor duduk lebih awal untuk melakukan perencanaan investasi untuk masa depan, baik itu untuk uang sekolah anak, uang untuk liburan, uang untuk pensiun, dan sebagainya.

"Lalu kita tindak lanjuti perencanaan tersebut dengan menyisihkan uang untuk investasi secara disiplin. Dari uang yang tersisa, barulah kita mengatur pengeluaran untuk konsumsi, biaya hidup, tabungan emergency, termasuk dana THR bagi keluarga dan kerabat," kata Antony kepada Bareksa, Minggu (3/4/2022).

Promo Terbaru di Bareksa

Untuk itu, Antony menambahkan konsistensi dibutuhkan. "Jika kita bisa menerapkan disiplin seperti itu, kehidupan akan terus berjalan, demikian pula program investasi kita," kata Antony.

Mengenai jenis-jenis instrumen investasi yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko. Memahami profil risiko, menjadi salah satu kunci utama untuk bisa nyaman berinvestasi.

Berikut tiga tipe investor yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Konservatif (Penghindar Risiko/Risk Averse)

Tipe konservatif adalah tipe investor dengan profil risiko paling rendah. Investor tipe ini menginginkan investasi yang aman, tingkat imbal hasil (return) cenderung stabil, dan takut kalau investasi pokok berkurang.

Dengan kata lain, investor konservatif cenderung memilih jenis investasi yang stabil, berisiko rendah atau bahkan tidak ada risiko sama sekali. Biasanya, yang masuk dalam kategori konservatif adalah investor pemula yang baru saja tertarik untuk berinvestasi.

Tipe investor konservatif cocok untuk berinvestasi pada reksadana pasar uang. Alasannya, reksadana pasar uang memiliki tingkat risiko yang cukup rendah, dan sangat cocok untuk investor yang berinvestasi dengan tujuan jangka pendek.Investor tetap akan mendapatkan imbalan (return), dan tidak perlu khawatir akan fluktuasi harga yang ada di pasar modal.

2. Moderat

Tipe moderat adalah tipe investor dengan profil risiko sedang. Investor tipe moderat biasanya memiliki tujuan finansial jangka menengah, dan siap dengan tingkat return yang fluktuasinya tidak signifikan, tetapi masih tidak terlalu berani mengambil risiko.

Investor bertipe moderat masih bisa menoleransi risiko dalam berinvestasi. Tetapi tidak untuk risiko yang tergolong besar. Intinya, investor dengan tipe moderat, masih tetap berhati-hati dalam memilih instrumen investasi yang aman. Meski demikian, adanya fluktuasi pada pasar modal saat berinvestasi pun sudah mulai dipahami pada investor jenis ini.

Tipe investor moderat, cocok untuk berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran.

3. Agresif (Penyuka Risiko/Risk Taker)

Tipe agresif adalah tipe investor dengan profil risiko yang tinggi. Investor dengan tipe agresif, sangat siap jika investasi pokoknya berkurang atau hilang demi imbal hasil yang juga tinggi.

Biasanya investor dengan tipe agresif adalah investor yang sudah berpengalaman. Tipe investor agresif adalah tipe investor yang sudah terbiasa terhadap fluktuasi harga pasar modal, bahkan terhadap fluktuasi yang tergolong ekstrim.

Selain itu, tipe investor agresif ini juga tidak takut untuk menaruh modal di instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi, sehingga sangat cocok berinvestasi pada jenis reksadana saham.

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Jadi, pastikan kembali jenis dan produk investasi yang dipilih sesuai dengan profil risiko ya.

(Martina Priyanti/hm)

**

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.777,6

Up0,54%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,71%
Up17,19%
Up44,79%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.328,41

Up1,29%
Up4,10%
Up0,03%
Up5,75%
Up19,16%
-

STAR Stable Income Fund

1.928,13

Up0,49%
Up2,98%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,06%
Up64,47%

I-Hajj Syariah Fund

4.828,04

Up0,52%
Up3,07%
Up0,03%
Up6,13%
Up21,90%
Up40,52%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.142,09

Up0,51%
Up2,86%
Up0,02%
Up5,01%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua