Ini Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Juara Cuan 2021

Indeks reksadana pendapatan tetap tercatat bertambah 2,01 persen sepanjang 2021
Abdul Malik • 05 Jan 2022
cover

Ilustrasi investasi reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tahun 2021 telah pergi meninggalkan kita. Kinerja pasar modal Tanah Air menunjukkan hasil menggembirakan pada tahun lalu, sehingga mendorong kinerja sejumlah produk reksadana.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi tolok ukur kinerja pasar saham Indonesia mencatatkan kenaikan 10,08 persen sepanjang 2021 dengan berakhir di level 6.581,48.

Sementara itu, menurut data marketplace reksadana terbaik Bareksa, kinerja reksadana saham yang diharapkan tumbuh tinggi setidaknya mendekati pertumbuhan IHSG, kenyataannya berbanding terbalik.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan data Bareksa,reksadana saham menjadi yang paling rendah pertumbuhannya dengan kenaikan hanya 0,32 persen. Satu tingkat di atasnya, indeks reksadana pendapatan tetap tercatat bertambah 2,01 persen sepanjang 2021.

Adapun di peringkat kedua terbaik diraih oleh reksadana campuran dengan kenaikan 2,68 persen. Alhasil yang menjadi juara pada tahun lalu justru ditorehkan oleh reksadana pasar uang yang tumbuh 2,93 persen.

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Juara Cuan 2021

Secara umum kinerja reksadana pendapatan tetap ternyata juga tergolong kurang optimal, di mana produk-produk reksadana berbasis surat utang ini hanya menempati urutan dua terbawah alias hanya satu peringkat di atas reksadana saham yang kinerjanya paling rendah.

Meski begitu, beberapa produk berhasil menorehkan kinerja ciamik pada tahun 2021. Berikut 5 produk reksadana pendapatan tetap yang tersedia di Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi sepanjang tahun lalu.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa top 5 produk reksadana pendapatan tetap dengan return tertinggi sepanjang 2021 berhasil menorehkan kenaikan mulai dari 6,66 persen hingga yang tertinggi berhasil tumbuh 8,93 persen yang diraih oleh Sucorinvest Stable Fund di urutan pertama.

Peringkat kedua dan selanjutnya ditempati Prospera Obligasi dengan imbalan 7,18 persen, MNC Dana Syariah dengan imbal hasil 7,11 persen, MNC Dana Likuid dengan return 6,71 persen, serta Syailendra Pendapatan Tetap Premium dengan imbalan 6,66 persen.

Capaian produk-produk ​reksadana tersebut setidaknya dapat menjadi pertimbangan dan evaluasi bagi investor yang ingin memilih produk ​reksadana terbaik. Kinerja imbal hasil yang konsisten biasanya menjadi salah satu pertimbangan utama.

Meski demikian, faktor profil risiko dan tujuan investasi juga merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih suatu produk ​reksadana. Kemudian yang perlu diingat juga bahwa kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan bahwa di masa depan suatu produk investasi akan menorehkan kinerja yang sama.

Baca juga : Investasi Reksadana di Bareksa dapat OVO Poin dan Voucher GrabFood

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

​Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana pendapatan tetap adalah suatu portofolio investasi yang berisi surat utang (obligasi) dan produk pasar uang. Portofolio reksadana pendapatan tetap harus terdiri dari surat utang minimal 80 persen dari portofolionya dan sisanya adalah produk pasar uang.

Pergerakan reksadana jenis ini cenderung lebih stabil dengan risiko yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang namun lebih rendah dari reksadana saham. Oleh karena itu, reksadana pendapatan tetap ini cocok untuk investor dengan profil risiko rendah - moderat dan untuk investasi jangka menengah (1-3 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

(K01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.