Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Juara Kenaikan Dana Kelolaan Semester I 2022

5 reksadana pendapatan tetap itu berhasil mencatatkan lonjakan dana kelolaan tertinggi di saat total dana kelolaan reksadana pendapatan tetap secara industri turun paling dalam
Abdul Malik • 14 Jul 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri paruh pertama tahun ini, industri reksadana Tanah Air harus rela mengalami penurunan dana kelolaan (asset under management/AUM) yang cukup dalam. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juni 2022 akumulasi nilai aktiva bersih (NAB) reksadana secara industri adalah Rp548,48 triliun.

Nilai tersebut mencerminkan penyusutan dana kelolaan reksadana yang mencapai Rp31,48 triliun (-5,43 persen) jika dibandingkan posisi akhir tahun 2021 yang sebesar Rp579,96 triliun.

Di sisi lain, per semester I 2022 total unit penyertaan reksadana juga ikut mengalami penurunan sebesar 15,91 miliar unit (-3,77 persen) ke level 406,28 miliar unit, dari sebelumnya 422,19 miliar per Desember 2021. Hal itu menandakan pelaku pasar lebih dominan melepas kepemilikan reksadana mereka.

Tipe Reksadana

AUM Des 2021

AUM Jun 2022

Pertumbuhan

Capital Protected Fund

104.63

109.71

5.08

Equity Fund

134.60

125.03

(9.57)

Exchanged Traded Fund

14.77

13.58

(1.19)

Fixed Income Fund

157.31

144.59

(12.72)

Global Fund

19.44

16.80

(2.63)

Index Fund

9.06

11.00

1.94

Mixed Asset Fund

26.35

24.58

(1.77)

Money Market Fund

111.33

99.55

(11.79)

Sukuk Based Fund

2.47

3.64

1.17

Total

579.96

548.48

(31.48)

Sumber : OJK, diolah Bareksa, dalam Rp triliun

Berdasarkan tabel tersebut, reksadana pendapatan tetap terlihat menjadi jenis yang mengalami penurunan terdalam pada paruh pertama tahun ini. Meski begitu, ternyata masih ada beberapa produk reksadana pendapatan tetap yang mampu mencatatkan pertumbuhan AUM.

Berikut beberapa produk reksadana pendapatan tetap yang tersedia di Bareksa yang berhasil menorehkan kenaikan AUM tertinggi sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

No

Nama Reksadana

Manajer Investasi

AUM Des 2021

AUM Jun 2022

Pertumbuhan

1

Sucorinvest Stable Fund

Sucorinvest Asset Management, PT

 7,614.16

 12,868.25

 5,254.09

2

Sucorinvest Sharia Sukuk Fund

Sucorinvest Asset Management, PT

 132.61

 902.23

 769.62

3

Schroder Dana Andalan II

Schroder Investment Management Indonesia, PT

 440.84

 648.72

 207.87

4

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

Syailendra Capital, PT

 456.58

 571.38

 114.79

5

Mandiri Investa Dana Syariah

Mandiri Manajemen Investasi, PT

 103.06

 118.19

 15.13

Sumber : OJK diolah Bareksa, dalam Rp miliar

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat 5 besar reksadana pendapatan tetap yang tersedia di Bareksa dengan kenaikan AUM tertinggi sepanjang paruh pertama 2022 menorehkan kenaikan dana kelolaan yang beragam mulai dari Rp15,13 miliar hingga Rp5,25 triliun selama enam bulan.

Kondisi tersebut menggambarkan masih ada beberapa produk reksadana pendapatan tetap yang mendapat kepercayaan investor dalam menempatkan dananya di tengah penurunan kinerja industri sepanjang tahun berjalan ini.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.