Bareksa Update : IHSG Gagal Tembus Rekor Tertinggi, Reksadana Ini Masih Ciamik

Investor saham cenderung melakukan aksi jual melihat IHSG belum mampu melampaui level tertinggi sepanjang masa
Abdul Malik • 28 Oct 2021
cover

Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berpengaruh kepada kinerja reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Minimnya sentimen positif dari dalam negeri pada pekan ini, serta kenaikan kasus positif Covid-19 di Eropa dan China, mengakibatkan pelemahan mayoritas bursa saham global, termasuk pasar saham Indonesia.

Menurut analisis Bareksa, investor saham cenderung melakukan aksi jual (profit taking) melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu melampaui level tertinggi sepanjang masa (all time high). Hal ini turut mempengaruhi penurunan kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks.

IHSG pada perdagangan kemarin (27/10/2021) melemah 0,82 persen ke level 6.602,21. Indeks saham Tanah Air dalam tren melemah beberapa hari terakhir setelah ditutup di level 6.658 pada 18 Oktober lalu. Rekor penutupan tertinggi sepanjang masa IHSG di angka  6.689,29 dicapai pada 19 Februari 2018 silam.

Sementara itu, pasar obligasi masih cenderung sideways (mendatar) dengan kenaikan tipis pada mayoritas harga obligasi. Investor memburu aset yang lebih aman seperti Obligasi Negara (Surat Berharga Negara/SBN), saat ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat. Hal ini turut menopang kenaikan harga SBN dan kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap.

Di tengah tren pelemahan pasar saham akibat aksi ambil untung dan pasar obligasi yang sideways, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap yang masih mampu membukukan kinerja ciamik  berikut ini : 

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 27 Oktober 2021)

Reksadana Saham

TRIM Syariah Saham : 19,65 persen
BNP Paribas Pesona Syariah : 16,8 persen

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 22,36 persen
Principal Index IDX30 Kelas O : 18,56 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

TRAM Strategic Plus : 8,04 persen
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 6.7 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.