IHSG Hampir di Rekor Tertinggi, Investor Reksadana Perlu Waspadai Aksi Profit Taking

Rekor tertinggi IHSG ialah di level 6.689 yang dicatatkan pada 19 Februari 2018
Abdul Malik • 19 Oct 2021
cover

Ilustrasi investor reksadana perlu mewaspadai aksi profit taking seiring melonjaknya kinerja pasar saham beberapa waktu terakhir. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tren kenaikan harga komoditas turut menopang surplus neraca dagang Indonesia September 2021. Hal tersebut menjadi sentimen positif untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan menopang penguatan kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks.

Meski begitu, menurut analisis Bareksa, investor reksadana perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor pasar saham. Sebab IHSG saat ini sudah hampir mencapai level tertinggi sepanjang sejarahnya (all time high).

Indeks Saham Tanah Air pada penutupan perdagangan kemarin (18/10/2021) naik 0,38 persen ke level 6.658,77. Adapun rekor tertinggi IHSG ialah di level 6.689 yang dicatatkan pada 19 Februari 2018.

Sementara itu, pergerakan pasar obligasi cenderung stagnan dengan penguatan tipis pada sejumlah reksadana pendapatan tetap. Perbaikan data ekonomi dalam negeri serta proyeksi rilis tingkat suku bunga acuan yang masih berada pada level rendah, menjadi sentimen positif untuk pasar keuangan Indonesia dan turut menopang penguatan harga obligasi.

Di tengah penguatan pasar saham yang sudah hampir menembus rekor tertingginya, investor reksadana bisa mempertimbangkan untuk switching (pengalihan investasi) dari satu produk reksadana berisiko tinggi ke reksadana yang lebih stabil dari manajer investasi yang sama.

Selain itu investor dengan profil risiko agresif dan moderat juga bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap dengan kinerja memuaskan berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 18 Oktober 2021)

Reksadana Saham

Sucorinvest Equity Fund : 38,34 persen
Schroder Dana Istimewa : 29,72 persen

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 27,85 persen
Principal Index IDX30 Kelas O : 21,72 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Stable Fund : 9,27 persen
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 6,91 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.