Kelolaan Reksadana Mei Turun Jadi Rp536 Triliun, Tertekan Reksadana Terproteksi

Reksadana terproteksi mengalami kontraksi terdalam dengan turun lebih dari Rp39 triliun dan berkontribusi sangat besar terhadap penurunan AUM industri
Abdul Malik • 08 Jun 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana dan SBN yang terus bertumbuh, serta dana kelolaan terus meningkat. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri periode Mei 2021, industri reksadana Tanah Air mengalami kontraksi pada total dana kelolaan (asset under management/AUM) yang tergerus cukup signifikan.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Mei 2021 AUM industri reksadana di Indonesia tercatat Rp536,29 triliun, menguap Rp31,73 triliun (5,59 persen) dari posisi per April 2021 yang senilai Rp568,02 triliun.

Penurunan AUM yang terjadi pada bulan lalu diiringi dengan keluarnya sebagian pelaku pasar dengan melepas kepemilikan reksadananya. Hal tersebut terlihat dari penurunan unit penyertaan dari sebelumnya 430,82 miliar unit per April 2021, menjadi 397,59 miliar unit penyertaan per Mei 2021.

Artinya, sepanjang Mei 2021 ada penurunan unit penyertaan yang cukup signifikan yakni mencapai 33,23 miliar atau sekitar 7,71 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Reksadana Terproteksi Tekan AUM Industri

Anjloknya AUM industri reksadana yang terjadi pada bulan Mei 2021 sebenarnya tidak disebabkan oleh penurunan mayoritas tipe reksadana yang ada, namun lebih ditekan oleh penurunan salah satu jenis yang sangat besar yakni reksadana terproteksi.

Berdasarkan data OJK, dari 9 tipe reksadana yang ada, 4 di antaranya mengalami penurunan AUM, sementara 5 tipe lainnya masih mampu mencatatkan kenaikan AUM.

Tipe Reksadana

AUM Apr-21 (Rp Triliun)

AUM Mei-21 (Rp Triliun)

Pertumbuhan (Rp Miliar)

Capital Protected Fund

138.49

98.62

(39,873.79)

Equity Fund

127.36

125.15

(2,212.69)

Exchanged Traded Fund

14.99

14.85

(146.89)

Fixed Income Fund

140.83

143.78

2,951.53

Global Fund

15.53

16.04

505.55

Index Fund

9.39

9.31

(77.83)

Mixed Asset Fund

25.89

25.98

88.02

Money Market Fund

93.35

100.30

6,958.53

Sukuk Based Fund

2.19

2.26

75.55

Total

568.02

536.29

(31,732.02)

Sumber: OJK, diolah Bareksa

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat reksadana terproteksi mengalami kontraksi terdalam dengan turun lebih dari Rp39 triliun dan berkontribusi sangat besar terhadap penurunan AUM industri.

Kemudian di posisi kedua, reksadana saham mencatatkan penurunan AUM mencapai Rp2,21 triliun, seiring dengan koreksi yang terjadi pada pasar saham yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,8 persen sepanjang Mei 2021.

Kondisi IHSG yang mengalami penurunan tipis pada bulan lalu, secara umum turut menekan kinerja reksadana berbasis ekuitas. Namun hal tersebut tampaknya tidak berlaku terhadap tiga jenis reksadana lainnya yang justru masih mampu mencatatkan penguatan.

Sumber: Bareksa

Berdasarkana data Bareksa, indeks reksadana saham menjadi satu-satunya jenis reksadana yang menorehkan kinerja negatif pada bulan lalu dengan koreksi 0,54 persen.

Sementara itu, kenaikan tertinggi diraih oleh indeks reksadana pendapatan tetap yang berhasil terapresiasi 0,56 persen. Adapun di posisi kedua dihuni oleh indeks reksadana pasar uang yang berhasil menguat 0,29 persen, dan di posisi ketiga ditempati oleh indeks reksadana campuran yang naik 0,11 persen.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.