Meski Pasar Kurang Bergairah, 10 Reksadana Ini Raih Cuan Tertinggi pada April

Sepanjang April 2021, IHSG hanya mencatatkan kenaikan tipis 0,17 persen secara bulanan
Abdul Malik • 03 May 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana dan SBN yang terus bertumbuh, meskipun pasar sedang lesu yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang stagnan. (Shutterstock)

Bareks.com - Melewati perdagangan bulan keempat di 2021, bursa saham Tanah Air mengalami volatilitas yang cukup tinggi meski akhirnya mampu mencatatkan kenaikan tipis jika dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2021.

Sepanjang April 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tipis 0,17 persen secara bulanan (month on month/MoM) ke level 5,995, dari sebelumnya di level 5.985 per akhir Maret 2021.

Menurut analisis Bareksa, rilis data-data ekonomi bulan April serta laporan kinerja keuangan I 2021 dari beberapa emiten sebenarnya masih cukup positif. Akan tetapi, dipangkasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini dari berbagai lembaga membuat IHSG kekurangan tenaga untuk mendaki lebih tinggi.

Setelah Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 dari sebelumnya 4,8 - 5,8 persen menjadi 4,3 - 5,3 persen, lembaga keuangan internasional juga melakukan hal serupa.

Asian Development Bank (ADB) dalam Asian Development Outlook 2021 memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 mencapai 4,5 persen dari prediksi awal 5,3 persen.

Di sisi liain, nilai transaksi bursa saham juga mengalami penurunan signifikan dibandingkan awal tahun lalu, hingga rata-rata hanya di kisaran Rp9 triliun hingga Rp10 Triliun per hari. Selain itu, investor asing juga terlihat melakukan penjualan bersih (net sell) yang signifikan pada bulan Aprl yang mencapai Rp3,54 triliun. 

Kondisi IHSG yang mengalami kenaikan tipis pada bulan lalu, berbanding terbalik dengan kinerja reksadana saham yang secara umum justru mengalami sedikit koreksi, namun tiga jenis reksadana lainnya mampu mencatatkan imbal hasil positif

Berdasarkana data Bareksa, indeks reksadana saham menjadi satu-satunya jenis reksadana yang menorehkan kinerja negatif pada bulan lalu dengan koreksi -0,11 persen.

Sementara itu, kenaikan tertinggi diraih oleh indeks reksadana pendapatan tetap yang berhasil terapresiasi 1,25 persen dikarenakan yield SUN tenor 10 tahun yang bergerak turun 32,5 basis poin (0,325 persen) sepanjang bulan lalu.

Adapun di posisi kedua dihuni oleh indeks reksadana campuran yang berhasil menguat 0,45 persen, dan di posisi ketiga ditempati oleh indeks reksadana pasar uang yang naik 0,20 persen.

Top 10 Reksadana Imbalan Tertinggi April 2021

Seiring kurang bergairahnya pasar saham, apa saja 10 reksadana yang berhasil meraih cuan tertinggi sepanjang bulan lalu?

Dalam daftar reksadana yang tersedia di Bareksa, 10 reksadana yang yang meraih imbal hasil tertinggi pada April 2021 masih didominasi oleh reksadana saham dengan 8 produk. Kemudian 1 reksadana campuran dan 1 reksadana pendapatan tetap. 

Sumber : Bareksa

Semesta Dana Saham berada di peringkat pertama dengan imbalan 7,61 persen sebulan pada April 2021. Disusul Syailendra Balanced Opportuniy Fund dengan imbalan 6,81 persen, Manulife Saham Andalan 4,72 persen, Mandiri Global Sharia Equity Dollar 3,98 persen, Manulife Greater Indonesia Fund 3,95 persen dan BNP Paribas Cakra Syariah USD 3,71 persen.

Selanjutnya Schroder Global Sharia Equity Fund dengan imbal hasil 3,55 persen, HPAM Ultima Ekuitas 1 imbalannya 3,5 persen, Medali Dua 3,03 persen, serta Schroder Dana Istimewa 2,73 persen.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

***
Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.