Asing Borong Saham RI Rp6,97 Triliun Sepekan, 10 Reksadana Ini Paling Cuan

Periode perdagangan 30 Mei hingga 3 Juni 2022, IHSG mengakumulasi kenaikan 2,23 persen ke level 7.182,96
Abdul Malik • 06 Jun 2022
cover

Ilustrasi top 10 reksadana imbalan tertinggi. (shutterstock)

Bareksa.com - Pasar saham Indonesia kembali melanjutkan tren penguatan pada pekan lalu dengan apresiasi yang cukup meyakinkan hingga bergerak mendekati level psikologis 7.200.

Aktivitas perdagangan bursa saham Tanah Air pada pekan lalu hanya berlangsung selama empat hari, dikarenakan pada Rabu (1/6) bertepatan dengan libur nasional Hari Lahir Pancasila.

Alhasil dalam periode perdagangan mulai dari 30 Mei hingga 3 Juni 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejatinya hanya mengalami koreksi dalam satu hari perdagangan sementara 3 hari lainnya berakhir di zona hijau, yang akhirnya membawa indeks saham kebanggaan Indonesia ini mengakumulasi kenaikan mencapai 2,23 persen ke level 7.182,96.

Di sisi lain, sepanjang pekan lalu investor asing tampak kembali membanjiri bursa saham Tanah Air dengan catatan aksi beli bersih (net buy) yang signifikan mencapai Rp6,97 triliun di pasar reguler.

Dari dalam negeri, berbagai rilis data perekonomian masih menunjukkan bahwa pemulihan masih terus berlanjut.

Indeks PMI Manufaktur Indonesia bulan Mei 2022 masih berada di zona ekspansif. PMI manufaktur Indonesia bulan Mei 2022 tercatat berada di level 50,8. Kendati PMI manufaktur Indonesia turun dari posisi bulan April 2022 yang berada di 51,9, aktivitas pabrik masih mencatatkan ekspansi.

Kemudian inflasi Indonesia bulan lalu juga naik 0,4 persen secara month on month (MOM) dan 3,55 persen secara tahunan (year on year/YOY). Inflasi Indonesia bulan lalu juga in line dengan konsensus ekonom yang dihimpun oleh CNBC Indonesia.

Inflasi inti juga naik dengan laju 2,58 persen YOY bulan lalu. Kenaikan inflasi inti menjadi cerminan bahwa daya beli masyarakat mulai menunjukkan adanya perbaikan. Namun, tingkat inflasi inti masih berada di kisaran target Bank Indonesia (BI) 2-4 persen.

Seluruh Jenis Reksadana Kompak Menguat

Kondisi pasar saham yang mengalami kenaikan pada pada pekan lalu, secara umum mampu membuat kinerja seluruh jenis reksadana ikut menguat, di mana yang berbasis saham mencatatkan kinerja terbaik.

Sumber : Bareksa

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham menjadi yang paling tinggi pada pekan lalu dengan kenaikan 1,33 persen, disusul oleh indeks reksadana campuran dengan penguatan 1,13 persen.

Sementara itu dua reksadana yang memiliki risiko konservatif yakni indeks reksadana pendapatan tetap dan pasar uang juga turut menorehkan kenaikan masing-masing 0,60 persen dan 0,03 persen.

Sumber : Bareksa

Kemudian di sisi lain, top 10 produk reksadana yang berhasil mencatatkan imbal hasil (return) mingguan tertinggi pada pekan lalu ternyata memang didominasi oleh jenis reksadana yang high-risk, di mana reksadana saham mendominasi dengan 9 produk, sementara 1 produk lainnya merupakan jenis reksadana campuran.

Reksadana dengan cuan tertinggi tersebut di antaranya Manulife Greater Indonesia Fund dengan cuan 3,98 persen sepekan. Kemudian disusul STAR Balanced II dengan cuan 3,32 persen, Manulife Saham Andalan dengan imbalan 3,1 persen, Manulife Saham SMC Plus dengan imbal hasil 2,95 persen dan TRIM Syariah Saham return 2,94 persen.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

 ***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini|
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.