Suku Bunga BI Tetap Dongkrak Pasar Saham, Ini 10 Reksadana Paling Cuan Sepekan

Secara mingguan IHSG mencatatkan lonjakan 3,53 persen dengan berakhir di level 6.886,96
Abdul Malik • 25 Jul 2022
cover

Gedung Bank Indonesia. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri perdagangan pekan ketiga di Juli 2022, bursa saham domestik berhasil rebound dengan kenaikan cukup meyakinkan setelah dua pekan sebelumnya mengalami penurunan.

Dalam perdagangan yang berlangsung mulai dari 18 hingga 22 Juli 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat hanya mengalami penurunan pada hari Kamis dan empat hari lainnya  berhasil ditutup pada zona hiijau.

Alhasil secara mingguan IHSG mencatatkan lonjakan 3,53 persen dengan berakhir di level 6.886,96. Di sisi lain, sepanjang pekan lalu investor asing terlihat mulai kembali memborong saham-saham Tanah Air dengan catatan aksi beli bersih (net buy) yang mencapai Rp702,17 miliar di pasar reguler.

Penguatan IHSG pada pekan lalu terjadi di tengah keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,5 persen dan sudah bertahan selama 18 bulan. Hal tersebut tentunya menjadi katalis positif untuk pasar saham.

Di satu sisi, keputusan BI tersebut memang telah diantisipasi oleh pelaku pasar. Mayoritas ekonom menilai BI tetap hold dan kemungkinan baru akan menaikkan suku bunga acuan di bulan Agustus atau September nanti.

Inflasi per Juni yang melonjak ke 4,35 persen secara tahunan, dinilai masih relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain di dunia. Tidak hanya itu, inflasi inti yang berada di 2,63 persen masih berada di kisaran target BI di 2-4 persen. Sehingga, BI menilai belum ada urgensi untuk menaikkan suku bunga acuannya.

Kinerja Mayoritas Jenis Reksadana Menguat

Kondisi pasar saham yang mengalami penguatan pada pada pekan lalu, secara umum turut mendorong kinerja mayoritas reksadana, di mana yang berbasis saham dalam mengalami kenaikan paling besar.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan data Bareksa,indeks reksadana saham menjadi yang paling unggul pada pekan lalu dengan lonjakan 3,15 persen, disusul oleh indeks reksadana campuran yang ikut terapresiasi 1,66 persen.

Kemudian indeks reksadana pasar uang juga berhasil berakhir di zona hijau dengan pertumbuhan 0,01 persen. Namun sayangnya indeks reksadana pendapatan tetap terpantau mengalami koreksi -0,44 persen.

Sumber: Bareksa

Kemudian di sisi lain, top 10 produk reksadana yang berhasil mencatatkan imbal hasil (return) mingguan tertinggi pada pekan lalu ternyata seluruhnya ditempati oleh produk reksadana saham dengan kenaikan yang cukup fantastis mulai dari 5,04 persen hingga 6,72 persen.

Reksadana dengan cuan tertinggi sepekan tersebut di antaranya TRAM Infrastructure Plus, BNP Paribas Solaris, Bahana Trailblazer Fund, HPAM Ultima Ekuitas 1 dan Rencana Cerdas. Daftar 10 reksadana cuan tertinggi selengkapnya sebagaimana tertera dalam tabel. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.