Indeks Saham Naik, Reksadana Pendapatan Tetap Ini Makin Melesat

Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan Sucorinvest Bond Fund mencetak imbal hasil 29,86% dan 24,53% dalam 3 tahun
Abdul Malik • 25 Nov 2022
cover

Ilustrasi investasi di Surat Berharga Negara (SBN) Ritel termasuk SBR, SR, ST dan ORI, serta reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 24 November 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 0,39%

Indeks Reksadana Saham : -0,51%
Schroder Dana Istimewa : 2,35%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -0,14%
BNP Paribas Pesona Syariah :  1,35%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 0,05%
STAR Balanced II : 4,11%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,04%
Schroder Syariah Balanced Fund : 0,55%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 1,73%
Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A : 4,94%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,14%
Majoris Sukuk Negara Indonesia : 2,32%

Reksadana Pasar Uang

​Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :

> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,3%
HPAM Ultima Money Market : 0,40%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,34%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,36%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 24 November 2022 naik 0,37% ke level 7.080,52. Berdasarkan data  id.investing.com (diakses 24/11/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatatturun ke level 7%.

Di tengah kenaikan IHSG, di super app investasi Bareksa terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil 29,86% dan 24,53% dalam 3 tahun terakhir. Dua reksadana itu adalah Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan Sucorinvest Bond Fund.

Reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium, kelolaan PT Syailendra Capital, mencetak imbal hasil 29,86% dalam 3 tahun terakhir. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 seri B (BBRI01BGNCN1), Obligasi Negara RI seri FR0072, FR0082, FR0097, FR0098, Obligasi Berkelanjutan IV Indomobil Finance Tahap III Tahun 2022 seri A (IMFI04ACN3), Obligasi Berkelanjutan I Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap II Tahun 2022 seri A (LPPI01ACN1), Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Global Mediacom Tahap II Tahun 2022 seri B (SIBMTR03BCN2), Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Indah Kiat Pulp & Paper Tahun 2022 seri C (SMINKP02BCN2), serta Sukuk Mudharabah I Pindo Deli Pulp and Paper Mills Tahun 2022 seri A (SMPIDL01A23). 

Sedangkan reksadana Sucorinvest Bond Fund, kelolaan PT Sucorinvest Asset Management, mencetak imbal hasil 24,53% dalam 3 tahun terakhir. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Negara RI seri FR0040, FR0047, FR0068, FR0070, FR0072, FR0077, FR0079, FR0091, FR0092 dan Surat Berharga Syariah Negara seri PBS021. 

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.