BEI : Jelang Akhir Juni 2022, Jumlah Investor Pasar Modal Lampaui 9 Juta Orang

Jumlah investor pasar modal hingga 2027 ditargetkan bisa mencapai 20 juta orang
Abdul Malik • 04 Jul 2022
cover

Ilustrasi gedung Bursa Efek Indonesia. (Shutterstock)

Bareksa.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai lebih dari 9 juta orang hingga 24 Juni 2022 atau meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BEI juga akan membangun lebih banyak galeri investasi untuk mendukung jumlah investor tersebut.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ona Retnesti Swaminingrum mengatakan, galeri investasi BEI di seluruh Indonesia memiliki peran strategis sebagai sentra informasi dan edukasi pasar modal bagi masyarakat. 

"Galeri investasi BEI juga merupakan mitra utama OJK untuk perlindungan investor dan imunitas masyarakat Indonesia dari investasi bodong, yang kehadirannya secara fisik, terutama di daerah, akan meningkatkan ‘trust’, sekaligus sebagai eksekutor dalam memajukan perekonomian secara merata," jelas Ona dalam keterangan resmi, Jumat (1/7).

Mantan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, galeri investasi BEI berperan dalam mendukung perkembangan jumlah investor pasar modal. Hingga 24 Juni 2022, jumlah investor pasar modal sudah melampaui 9 juta investor. Jumlah investor pasar modal telah meningkat lebih dari 1,57 juta single investor identification (SID) atau 21 persen dari tahun sebelumnya. 

“Dari total jumlah investor pasar modal Indonesia tersebut, sebanyak 81,74 persen di antaranya didominasi oleh investor muda,” ujar Inarno. 

Pada periode itu, jumlah investor saham mencapai hampir 4 juta orang atau bertambah lebih dari 536 ribu SID atau 15,6 persen dari tahun sebelumnya. Inarno mengatakan pencapaian di pasar modal Indonesia tersebut diraih berkat dukungan, kolaborasi, dan sinergi yang baik antara OJK, self-regulatory organization (SRO) serta seluruh stakeholders pasar modal Indonesia. 

"Sampai dengan tengah tahun 2022, telah terlaksana 3.893 kegiatan edukasi pasar modal di seluruh Indonesia yang diikuti oleh 312.906 peserta. Sebagian besar kegiatan ini diadakan dengan dukungan dari galeri investasi (GI) BEI di seluruh Indonesia yang saat ini sudah berjumlah 702," jelas dia.

GI BEI yang merupakan kerja sama antara BEI, perguruan tinggi dan perusahaan sekuritas, memiliki peran penting dalam pengembangan pasar modal di Indonesia. GI BEI berfungsi sebagai jembatan antara pasar modal dan civitas akademis maupun masyarakat di sekitar perguruan tinggi. GI BEI menjadi tempat edukasi dan inklusi pasar modal agar masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan, informasi, serta praktik investasi di pasar modal. 

Target 20 Juta Investor

Inarno yang merupakan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih menargetkan, jumlah investor pasar modal hingga 2027 bisa mencapai 20 juta orang. 

Inarno yang menyampaikan presentasinya pada saat uji kepatutan dan kelayakan dewan komisioner OJK di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR juga berharap nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa meningkat menjadi Rp15.000 triliun dalam lima tahun mendatang atau meningkat dari kapitalisasi pasar pada 3 Juni 2022 yang berada di angka Rp 9.403 triliun.

“Kami berharap kapitalisasi pasar bisa mencapai Rp 15.000 triliun atau setara dengan 60 persen dari PDB [Produk Domestik Bruto]," kata Inarno. 

Selain kapitalisasi pasar, Inarno juga menargetkan nilai rata-rata transaksi harian bursa akan meningkat menjadi Rp25 triliun dari saat ini di kisaran Rp13,37 triliun per hari. Sementara dari sisi jumlah perusahaan tercatat di bursa akan mencapai sebanyak 1.100 perusahaan dari posisi saat ini sebanyak 780 perusahaan. 

“Target tersebut bisa kita capai dengan dukungan semua pihak," kata Inarno.

Untuk menyampaikan target tersebut, Inarno mengungkapkan sejumlah rencana strategis mengenai pengembangan pasar modal Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Pertama, Inarno akan fokus pada pengaturan untuk mengakselerasi pendalaman pasar melalui keberadaan variasi produk dan layanan jasa sektor keuangan yang efisien. Pada poin tersebut, OJK akan fokus pada perluasan skema penggalangan dana jangka panjang, penyempurnaan mekanisme perdagangan, penambahan variasi produk dan efisiensi proses penyelesaian.

Kedua, Inarno akan meningkatkan akselerasi program yang berkaitan dengan ekonomi hijau dan turunannya melalui pemberian insentif bagi penerbit instrumen keuangan hijau. Ketiga, penguatan kerangka kebijakan untuk meningkatkan peran pelaku industri dalam pengembangan sektor keuangan yang sejalan dengan praktek terbaik dan market conduct. 

Keempat, meningkatkan serangkaian upaya dalam rangka perlindungan konsumen. Kelima, memperkuat kerangka kebijakan layanan keuangan digital untuk penguatan kredibilitas sektor keuangan dan peningkatan kepercayaan masyarakat.

(K09/AM)

Investasi Sekarang

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.