BeritaArrow iconPasar ModalArrow iconArtikel

Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 11 Juta pada Mei 2023, Reksadana dan SBN Melesat

Bareksa13 Juni 2023
Tags:
Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 11 Juta pada Mei 2023, Reksadana dan SBN Melesat
Ilustrasi sejumlah investor pasar modal sedang berdiskusi melakukan analisis kinerja reksadana, saham, obligasi ataupun Surat Berharga Negara untuk berinvestasi. (Shutterstock)

Jumlah investor reksadana mencapai 10,34 juta dan SBN tembus 902.702

Bareksa.com - Jumlah investor pasar modal terus melesat. Hingga Mei 2023, jumlah investor yang tercermin dari single investor identification (SID) yang tersimpan di Kustodian Sentral Efek Indonesia mencapai 11 juta atau tepatnya 11.062.050. Jumlah itu melesat 7,28% dibandingkan akhir 2022 yang sebanyak 10,3 juta investor.

Lonjakan jumlah investor pasar modal utamanya ditopang pertumbuhan jumlah investor reksadana yang melesat 7,71% jadi 10,34 juta investor pada Mei 2023 dibandingkan akhir 2022 sebanyak 9,6 juta.

Jumlah investor reksadana menembus angka 10 juta sejak Maret 2023. Dibandingkan 2020 atau sekitar 2 tahun lalu yang sebanyak 3,17 juta investor, maka jumlah investor reksadana saat ini sudah naik sekitar 3 kali lipat.

Promo Terbaru di Bareksa

Terus melesatnya jumlah investor reksadana seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi, didukung oleh inovasi teknologi yang dilakukan pelaku industri, dukungan regulasi oleh regulator di antaranya Otoritas Jasa Keuangan dan KSEI, serta infrastruktur penunjang yang dibangun oleh seluruh stakeholder.

Beli Reksadana di Sini

Seiring meningkatnya jumlah investor reksadana, jumlah investor pasar modal RI secara keseluruhan juga terus meningkat. Dibandingkan 2020 yang baru sebanyak 3,8 juta investor, jumlah investor pasar modal pada Mei 2023 naik lebih dari 3 kali lipat.

Lonjakan juga dibukukan jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) yang menembus 902.702 investor pada Mei 2023 atau sedikit lagi menuju 1 juta investor. Jumlah itu naik hampir 2 kali lipat dibandingkan 2020 yang baru 460.372 investor.

Siap-siap Beli ORI023 di Sini

Senada jumlah investor saham dan surat berharga lainnya juga melesat 7,12% dari 4,43 juta pada 2022 jadi 4,75 juta pada Mei 2023. Jumlah investor saham dan surat berharga lainnya juga naik hampir 3 kali lipat dibandingkan 2020 yang baru sebanyak 1,69 juta investor.

Illustration

Sumber : KSEI

Beli Reksadana di Sini

Didominasi Investor Muda

Menurut data KSEI, jumlah investor pasar modal saat ini didominasi oleh generasi mudah dengan investor usia di bawah 30 tahun yang menyumbang 57,81% dan nilai aset Rp49,22 triliun. Meski begitu jumlah investor di atas usia 60 tahun yang menyumbang 2,82% dari total jumlah investor memiliki nilai aset tertinggi mencapai Rp759 triliun.

Dari sisi jenis kelamin, investor pasar modal masih didominasi laki-laki yang menyumbang 62,73% dengan nilai aset Rp1.004,5 triliun pada Mei 2023, dibandingkan perempuan sebanyak 37,27% dengan nilai aset Rp297,67 triliun.

Dari sisi penghasilan, mayoritas atau 47,92% investor memiliki penghasilan antara Rp10 juta hingga Rp100 juta setahun. Disusul investor dengan penghasilan di bawah Rp10 juta yang menyumbang 38,81%.

Dari sisi profesi atau pekerjaan, jumlah terbanyak disumbang oleh investor dengan profesi sebagai pegawai negeri, swasta dan guru yang menyumbang 32,95%. Disusul oleh investor yang masih pelajar menyumbang 27%, pengusaha 14,55% dan ibu rumah tangga 6,66%.

Meski begitu, dari sisi nilai aset berdasarkan profesi, investor yang merupakan pengusaha masih yang terbesar mencapai Rp494,64 triliun, disusul pegawai negeri, swasta dan guru Rp398,61 triliun.

Illustration

Sumber : KSEI

Siap-siap Beli ORI023 di Sini

Nilai Aset Saham

Nilai aset saham dan surat berharga lainnya tercatat menurun 4,87% jadi Rp6.390,28 triliun pada Mei 2023 dibandingkan Desember 2022 yang sebesar Rp6.717,44 triliun. Penurunan itu seiring gejolak pasar saham yakni IHSG turun dari 6.850 pada akhir 2022 jadi 6.663 pada akhir Mei 2023. Nilai kapitalisasi pasar juga menurun dari Rp9.499 triliun pada Desember 2022 jadi Rp9.382 triliun pada Mei 2023.

Meski begitu persentase kepemilikan asing di saham dan surat berharga RI naik dari 40,59% pada Desember 2022 jadi 43,27% pada Mei 2023.

Illustration

Sumber : KSEI

Beli Reksadana di Sini

Nilai Aset Reksadana

Total nilai aset reksadana dalam pengelolaan juga tercatat menurun dari Rp797,31 triliun pada Desember 2022 jadi Rp789,83 triliun pada Mei 2023. Hal itu seiring menurunnya jumlah produk investasi reksadana dari sebelumnya 2.414 produk pada Desember 2022 jadi 2.278 produk pada Mei 2023.

Jumlah nilai aset reksadana tersebut bahkan kembali ke level 2019 atau 3 tahun lalu yang senilai Rp789,81 triliun. Sejak 2019, level tertinggi nilai aset reksadana pada 2021 yang mencapai Rp826,7 triliun.

Illustration

Sumber : KSEI

Beli Reksadana di Sini

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama empat tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah penghargaan sebagai Midis SUN dengan Kinerja Terbaik 2021 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.


Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua