Bareksa Insight : Pasar Cermati Potensi Pelemahan Ekonomi China, Ini Strategi Investasi di Reksadana

Situasi geopolitik dan kinerja ekonomi China sangat berpengaruh terhadap Indonesia, karena merupakan salah satu mitra dagang utama
Abdul Malik • 19 Oct 2022
cover

Xi Jin Ping diperkirakan kembali terpilih untuk berkuasa di China di periode ketiga dalam kongres Partai Komunis pekan ini. (Shutterstock)

Bareksa.com - China menunda rilis kinerja produk domestik bruto III negaranya, yang sejatinya dirilis pada Selasa (18/10/2022), di tengah kongres Partai Komunis. Kongres yang dilaksanakan 2 kali dalam 1 dekade itu merupakan hal sensitif di Negeri Panda.

Penundaan rilis kinerja ekonomi China ini merupakan sesuatu yang tidak biasa. Hingga kini belum ada info jadwal ulang rilis PDB kuartal III Negeri Tirai Bambu. Pelaku pasar memprediksi ekonomi China melemah tertekan turunnya kinerja ekspor, akibat melemahnya permintaan global. 

Di sisi lain, pada akhir kongres pekan ini, Presiden Xi Jin Ping diprediksi kembali terpilih untuk berkuasa di Negara terbesar kedua di dunia tersebut. Situasi geopolitik dan kinerja ekonomi China sangat berpengaruh terhadap Indonesia, karena merupakan salah satu mitra dagang utama. 

Baca juga : Bareksa Insight : Investor Cari Peluang dari Penurunan IHSG, Ini Strategi Investasi Reksadana

Sementara itu, pasar saham global merespons positif kebijakan Inggris untuk membatalkan seluruh rencana pemotongan pajak, dan hal ini diprediksi bisa menahan laju inflasi di Negara The Three Lions tersebut. Selain itu, pelaku pasar diperkirakan sudah mengantisipasi pelemahan ekonomi global, sehingga penguatan bursa saham saat ini merupakan potensi pembalikan arah, seiring investor mencari peluang di harga saham yang relatif murah.  

Hal ini juga mempengaruhi penguatan tipis pasar saham Tanah Air (Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG), serta sejumlah reksadana saham dan reksadana indeks. Di lain sisi, investor juga tengah menanti rilis kinerja keuangan emiten untuk kuartal III 2022.

Lihat juga : Bareksa Insight : Neraca Dagang Bisa Tetap Surplus, ORI022 dan Reksadana Ini Bisa Dipilih

Dari pasar obligasi, yield (imbal hasil) acuan bergerak di kisaran 7,4% karena investor tengah menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan ini terkait suku bunga acuan dalam negeri yang diproyeksikan dapat kembali naik sekitar 25 bps ke level 4,5%. 

Hal ini membuka peluang pelemahan terbatas untuk pasar obligasi, terutama SBN (Surat Berharga Negara), dengan yield acuan diproyeksikan menyentuh 7,5% dalam waktu dekat.

Simak juga : Bareksa Insight : Inflasi AS Tertinggi dalam 40 Tahun, Investasi Cuan di ORI022 dan Reksadana

Apa yang bisa dilakukan Smart Investor?

Di tengah potensi pelemahan ekonomi dan sentimen geopolitik pemilihan presiden China, dan potensi peluang di pasar saham yang sudah murah, Tim Analis Bareksa, menyarankan agar Smart Investor menerapkan strategi ini agar kinerja investasinya maksimal

1. Smart Investor bisa mencermati reksadana saham dan reksadana indeks, terutama berbasis saham kapitalisasi besar (big caps), jika hasil kinerja keuangan emiten di kuartal III 2022 ini membaik. Selain itu, akumulasi investasi bertahap bisa dilakukan saat IHSG lebih stabil di kisaran 6.700 - 6.800.

2. Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih fluktuatif jelang RDG BI dan turut mempengaruhi pelemahan terbatas pasar SBN. Smart Investor dapat tetap mencermati reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi, serta diversifikasi investasi di reksadana pasar uang dan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI022 yang masa penawarannya berakhir besok (20/10/2022).

Baca juga : Bareksa Insight : IMF Prediksi Badai Resesi Global, Ini Dampak ke RI dan Kinerja Reksadana

Beberapa produk reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan oleh Smart Investor dengan profil risiko konservatif, moderat dan agresif ialah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 3 Tahun (per 18 Oktober 2022)

Reksadana Pasar Uang

Capital Money Market Fund : 17,02%
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 16,9%

Reksadana Pendapatan Tetap

TRIM Dana Tetap 2 : 16,6%
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 30,73%

Imbal Hasil 1 Tahun (per 18 Oktober 2022)

Reksadana Indeks

BNP Paribas Sri Kehati : 8,08%
Allianz SRI KEHATI Index Fund : 7,88%

Reksadana Saham

Bahana Dana Prima : 7,89%
Sucorinvest Equity Fund : 10,65%

Lihat juga : Bareksa Insight : IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global, Ini Jurus Agar Investasi Cuan Terus

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. 

Baca juga : Bareksa Insight : Kupon Tinggi, ORI022 Investasi Tepat Saat Era Kenaikan Suku Bunga

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.