Bareksa Insight : Risiko Inflasi Masih Bayangi Pasar, Investasi Aman dan Cuan di SR017

Pelaku pasar akan wait and see untuk memperkirakan langkah yang akan diambil Bank Sentral AS melihat realisasi inflasi Agustus 2022
Abdul Malik • 13 Sep 2022
cover

Ilustrasi investor sedang memantau pergerakan pasar yang dibayangi sentimen lonjakan inflasi. Sukuk Ritel SR017 bisa dipilih di tengah sentimen lonjakan inflasi yang membayangi kinerja pasar modal. (Shutterstock)

Bareksa.com - Menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat bulan Agustus 2022 pada Selasa malam WIB (13/9/2022), pergerakan pasar modal diperkirakan lebih terbatas. Sebab menurut Tim Analis Bareksa, pelaku pasar akan wait and see (menanti) untuk memperkirakan langkah yang akan diambil Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) selanjutnya. Data Indeks Harga Konsumen AS pada Juli 2022 melonjak 8,5%. 

Melihat risiko inflasi tinggi yang masih membayangi pasar modal tersebut, Smart Investor bisa mempertimbangkan investasi di instrumen yang aman seperti Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR017. Nilai pemesanan SR017 pada Selasa pagi (13/9/2022) telah menembus Rp25 triliun, tepatnya Rp25,03 triliun.

Kuota nasional pemesanan dinaikkan dari sebelumnya Rp26 triliun jadi Rp27 triliun. Nilai itu juga ditambah Rp17 triliun dari target awal penjualan SR017 yang dipatok pemerintah senilai Rp10 triliun. 

Baca juga : Bareksa Insight : Risiko Inflasi Tinggi Bayangi Pasar, Emas Bisa Jadi Alternatif Investasi

Dengan demikian, kuota nasional pemesanan hanya tersisa sekitar Rp1,96 triliun dari target Rp27 triliun. Masa penawaran SR017 akan ditutup pada Rabu, 14 September 2022 pukul 10.00 WIB, yang mulai ditawarkan sejak 19 Agustus.

Imbal hasil (kupon) SR017 ditetapkan 5,9% fixed (tetap) per tahun dengan minimum pembelian Rp1 juta dan maksimumnya Rp5 miliar per investor dengan tenor 3 tahun. SR017 adalah jenis obligasi syariah atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang bersifat tradable, atau bisa diperjualbelikan sebelum jatuh tempo di pasar sekunder. 

Lihat juga : Bareksa Insight : BI Tak Agresif Naikkan Suku Bunga, Cuan Reksadana Ini Melesat

Tim Analis Bareksa menilai melihat konsensus terbaru, inflasi AS pada bulan Agustus diperkirakan berada di level 8%. Hal ini mendorong probabilitas kenaikan 75 basis poin (0,75%) suku bunga acuan The Fed pada September ini semakin tinggi, hingga 92%. 

Namun karena investor memproyeksikan jika angka inflasi tersebut sudah mencapai puncaknya, maka imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara AS dan bursa saham Negara Paman Sam justru mengalami penguatan. Hal ini diproyeksikan akan turut mendorong pergerakan terbatas pasar saham dan obligasi dalam negeri.

Simak juga : Bareksa Insight : Kenaikan Suku Bunga AS akan Makin Agresif, SR017 dan Reksadana Ini Bisa Dipilih

Apa yang bisa dilakukan investor?

Di tengah sentimen tingginya inflasi dan potensi kenaikan suku bunga AS, Tim Analis Bareksa menyarankan agar Smart Investor menerapkan 2 jurus ini agar kinerja investasinya tetap aman dan cuan maksimal

1. Smart Investor masih dapat berinvestasi di SR017 sebelum kehabisan kuota dan penutupan masa penawaran. Instrumen ini jadi peluang menarik di tengah tingginya isu global yang mendorong fluktuasi di pasar modal.

2. Smart Investor sebaiknya wait and see di pasar saham dan obligasi, menjelang rilis inflasi AS dan kembali melakukan akumulasi pembelian, jika pergerakan pasar sudah lebih kondusif. Saat ini, ada baiknya Smart Investor juga melakukan diversifikasi investasi di reksadana pasar uang.

Baca juga : Bareksa Insight : Harga Batu Bara Rekor All Time High, Cuan Reksadana Ini Terbang

Beberapa produk reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan Smart Investor dengan profil risiko konservatif, moderat dan agresif ialah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 12 September 2022)

Reksadana Indeks

BNP Paribas Sri Kehati : 27,98%
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 22,63%

Reksadana Saham 

Sucorinvest Maxi Fund : 27,21%
Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A : 11,97%

Imbal Hasil 3 Tahun (per 12 September 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

TRIM Dana Tetap 2 : 17,79%
Bahana Mes Syariah Fund Kelas G : 17,61%

Reksadana Pasar Uang

Syailendra Dana Kas : 15,24%
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 17,44%

Baca juga : Bareksa Insight : Pasar Saham Meroket Pasca Harga BBM Naik, Cuan Reksadana Ini Melambung

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Baca juga : Bareksa Insight : Bunga Acuan BI Naik, Pasar Saham dan Cuan Reksadana Ini Meroket

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

Investasi Sekarang

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.