BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Kuota ORI030 Naik Jadi Rp35 T, IHSG Reli Jelang BI Rate, Cermati Reksadana Ini

21 Juli 2026
Tags:
Bareksa Insight: Kuota ORI030 Naik Jadi Rp35 T, IHSG Reli Jelang BI Rate, Cermati Reksadana Ini
Logo Bank Indonesia di pagar Gedung BI di Jakarta. (Shutterstock)

ORI030 tambah kuota jadi Rp35 triliun di pekan terakhir penawaran. Simak dampak BI Rate terhadap IHSG, rupiah, reksadana pasar uang, RDPT, dan emas.

Bareksa – Pasar keuangan Indonesia memasuki pekan yang penting. Di satu sisi, pemerintah kembali menambah target penerbitan ORI030 menjadi Rp35 triliun karena tingginya minat investor.

Di sisi lain, pasar menantikan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21–22 Juli 2026 yang diperkirakan akan menaikkan BI Rate 25 basis poin dari 5,75% menjadi 6%.

Di tengah kondisi tersebut, IHSG telah menguat sekitar 6% dalam delapan hari perdagangan ke level 6.231,78 (20/7), sementara rupiah menguat ke Rp17.933 per dolar AS pada Selasa (21/7) pukul 08.22 WIB.

Promo Terbaru di Bareksa

Kenaikan yield SUN 10 tahun ke 7,29% juga membuat instrumen berbasis obligasi pemerintah seperti ORI030 dan reksadana pendapatan tetap kembali menjadi perhatian investor.

Ringkasan Pasar

Indikator

Posisi

IHSG

6.231,78 (+6% dalam 8 hari)

Rupiah

Rp17.933/US$

Yield SUN 10 Tahun

7,29%

Emas Dunia

US$4.030,09/ons

Agenda Utama

RDG BI 21–22 Juli 2026

Sumber: Bareksa, Investing, diolah.

Apa Artinya bagi Investor?

Beberapa sentimen utama yang layak dicermati pekan ini:

  • ORI030 masih menawarkan kupon tetap hingga 7% per tahun, dengan kuota nasional yang telah dinaikkan menjadi Rp35 triliun.

  • Reksadana pasar uang dapat menjadi pilihan untuk menjaga likuiditas sambil menunggu hasil keputusan BI Rate.

  • Reksadana pendapatan tetap berbasis SBN berpotensi menarik apabila pergerakan yield obligasi mulai stabil setelah RDG BI.

  • Emas terkoreksi dalam sebulan terakhir sehingga dapat menjadi alternatif diversifikasi bagi investor jangka panjang.

ORI030 Tambah Kuota Jadi Rp35 Triliun, Masuki Pekan Terakhir Penawaran

Tingginya minat investor mendorong pemerintah kembali menaikkan target penerbitan ORI030 dari Rp30 triliun menjadi Rp35 triliun.

Alokasi terbaru terdiri atas:

Keterangan

ORI030-T3

ORI030-T6

Kupon Tetap

6,90%

7,00%

Estimasi Kupon Bersih*

±Rp517.500/bulan

±Rp525.000/bulan

Kuota Terbaru

Rp28 triliun

Rp7 triliun

Sumber: Kemenkeu, diolah
*Simulasi investasi Rp100 juta setelah PPh Final 10%.

Masa penawaran ORI030 berlangsung hingga 30 Juli 2026 atau selama kuota nasional masih tersedia. Meski kuota telah ditambah, tingginya permintaan membuat tambahan kuota berpotensi cepat terserap.

Mengapa ORI030 Menarik?

  • Kupon tetap hingga jatuh tempo.

  • Dijamin 100% oleh Pemerintah RI.

  • Pajak kupon hanya 10%, lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito.

  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah minimum holding period.

BI Rate Berpotensi Naik, Bagaimana Dampaknya?

Konsensus pasar memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate menjadi 6% untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi.

Apabila ekspektasi tersebut terealisasi, beberapa implikasi yang dapat dicermati investor antara lain:

  • Rupiah berpotensi lebih stabil.

  • Yield obligasi pemerintah berpotensi bertahan di level tinggi.

  • Instrumen berbasis suku bunga seperti reksadana pasar uang tetap menarik untuk pengelolaan dana jangka pendek.

  • Pergerakan harga obligasi dan reksadana pendapatan tetap akan dipengaruhi oleh respons pasar pasca keputusan BI.

Reksadana Pasar Uang: Alternatif Menjaga Likuiditas

Bagi investor yang masih menunggu arah kebijakan BI, reksadana pasar uang dapat menjadi pilihan untuk menjaga likuiditas dengan volatilitas yang relatif rendah.

Reksadana Pasar Uang Rupiah (Return 1 Tahun)

Produk

Return

Insight Money

5,28%

Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia

4,54%

Reksadana Pasar Uang USD (Return 1 Tahun)

Produk

Return

BRI Seruni Likuid Dolar

3,48%

Mandiri Money Market USD

2,68%

Sumber: Bareksa, per 20 Juli 2026.

Reksadana Pendapatan Tetap Berbasis SBN Layak Dicermati

Kenaikan yield obligasi membuat investor mulai mencermati peluang pada reksadana pendapatan tetap berbasis Surat Berharga Negara (SBN), terutama apabila yield mulai stabil setelah keputusan BI.

Reksadana Pendapatan Tetap Rupiah

Produk

Return

Majoris Sukuk Negara Indonesia

1,94% (1 Tahun)

BNP Paribas Prima II Kelas RK1

0,74% (1 Tahun)

Reksadana Pendapatan Tetap USD

Produk

Return

STAR Fixed Income Neo AI Dollar

0,91% (3 Bulan)

BNP Paribas Prima USD Kelas R

1,63% (1 Tahun)

Sumber: Bareksa, per 20 Juli 2026.

Emas Terkoreksi, Peluang Diversifikasi?

Harga emas dunia berada di US$4.030,09 per troy ounce pada Selasa (21/7) pukul 08.22 WIB, naik 0,56% secara harian namun masih turun 3,85% dalam sebulan terakhir akibat penguatan dolar AS dan aksi ambil untung.

Bagi investor jangka panjang, koreksi tersebut dapat menjadi peluang melakukan akumulasi secara bertahap sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.

Harga Beli Emas Digital Bareksa

Penyedia

Harga per Gram

Treasury

Rp2.388.740

Pegadaian

Rp2.492.753

Indogold

Rp2.373.600

Sumber: fitur Bareksa Emas, per 21 Juli 2026 pagi

Strategi Investor Pekan Ini

Kondisi Pasar

Instrumen yang Layak Dicermati

Menunggu keputusan BI Rate

Reksadana Pasar Uang

Ingin mengunci imbal hasil tetap

ORI030

Melihat peluang di obligasi

Reksadana Pendapatan Tetap berbasis SBN

Diversifikasi jangka panjang

Emas

Sumber: Tim Analis Bareksa

Kesimpulan

Pekan ini menjadi periode penting bagi investor karena bertepatan dengan pekan terakhir penawaran ORI030 dan keputusan BI Rate. Dengan kuota ORI030 yang telah dinaikkan menjadi Rp35 triliun, namun berpotensi cepat terserap, investor yang ingin mengunci kupon tetap dapat mencermati ketersediaan kuota hingga 30 Juli 2026. Di sisi lain, reksadana pasar uang dapat menjadi pilihan untuk menjaga likuiditas, sementara reksadana pendapatan tetap berbasis SBN dan emas tetap layak dipantau sebagai bagian dari strategi diversifikasi sesuai profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi ORI030 di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Romainah/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***​​​​​​​​​

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Kapan masa penawaran ORI030 berakhir?

ORI030 ditawarkan hingga 30 Juli 2026 atau selama kuota nasional masih tersedia.

Berapa kupon ORI030?

ORI030-T3 menawarkan kupon tetap 6,90% per tahun, sedangkan ORI030-T6 7,00% per tahun.

Mengapa BI Rate penting bagi investor?

Keputusan BI Rate memengaruhi pergerakan rupiah, yield obligasi, pasar saham, serta kinerja berbagai instrumen investasi.

Mengapa reksadana pasar uang menarik saat BI Rate tinggi?

Karena dapat menjadi sarana menjaga likuiditas dengan volatilitas relatif rendah sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas.

Apakah emas masih menarik?

Koreksi harga emas dalam jangka pendek dapat menjadi peluang akumulasi bertahap bagi investor jangka panjang yang ingin melakukan diversifikasi portofolio.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua