Peluang 80% Reksadana Pendapatan Tetap Naik di September, Ini Rekomendasi Investasi Bareksa

Reksadana saham rekomendasi Bareksa mencatat imbal hasil hingga 27% setahun
Hanum Kusuma Dewi • 06 Sep 2022
cover

Ilustrasi analis investasi pasar modal yang digambarkan dengan laptop dan grafik pertumbuhan. (Shutterstock)

Bareksa.com - Instrumen reksadana pendapatan tetap diproyeksikan memiliki potensi keuntungan pada bulan September. Dalam 5 tahun terakhir, indeks reksa dana pendapatan tetap memiliki peluang kenaikan hingga 80% dengan rata-rata imbal hasil mencapai sekitar 5%.

Historis Kinerja Indeks Reksa Dana Bulan September

Indeks

Return Bulan September

Rata-rata

2017

2018

2019

2020

2021

Indeks Saham (IHSG)

0,63%

-0,70%

-2,52%

-7,03%

2,22%

-1,48%

IRD Saham

9,32%

-3,50%

-13,65%

-8,20%

0,32%

-3,14%

IRD Pendapatan Tetap

10,47%

-2,65%

8,72%

7,06%

2,01%

5,12%

Sumber: Tim Analis Bareksa 

Sejumlah sentimen global dan dalam negeri sepekan terakhir mengakibatkan fluktuasi tinggi di pasar saham. Apalagi saat ini investor tengah mencermati akibat kenaikan harga BBM Subsidi yang akan turut mempengaruhi gejolak di pasar modal.

Kenaikan BBM dapat menggerus daya beli masyarakat. Oleh sebab itu saat ini pemerintah tengah menyalurkan  bantuan sosial (bansos) sebesar Rp24 triliun kepada masyarakat agar daya beli dapat tetap kuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca juga Bareksa Insight : Harga BBM Naik, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Di lain sisi, harga barang-barang pada Agustus mengalami penurunan atau deflasi karena musim panen yang menyebabkan harga barang pangan menurun. Jika inflasi melemah, diharapkan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga juga menurun dan hal ini dapat mendorong penguatan harga obligasi serta menopang kinerja reksadana pendapatan tetap.

Data tenaga kerja AS yang dirilis pada Jumat lalu berada di atas ekspektasi pasar dengan 315.000 penambahan tenaga kerja baru. Hal tersebut akan membuat investor semakin yakin bahwa bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga lebih agresif pada rapat bulan ini. Tingkat angka pengangguran juga meningkat menjadi 3,7% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tercatat pada angka 3,5% karena bertambahnya angkatan kerja. 

Selain berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap, investor juga saat ini masih dapat berinvestasi di SBN Ritel atau Obligasi Pemerintah Seri SR017. Minat masyarakat pada instrumen ini cukup tinggi karena dalam waktu sekitar 2 minggu, target penjualan awal sebesar Rp10 triliun sudah tercapai 100%.

Pemerintah juga menambah kuota penjualan SR017 menjadi 2 kali lipat, dari kuota awal Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Hingga Jumat kemarin (02/09), SR017 sudah terjual hingga Rp16,5 triliun atau sekitar 82,6% dari total target. Nah, segera investasi sebelum kehabisan!

Apa yang harus dilakukan investor?

Melihat sejumlah sentimen di atas, investor juga dapat mempertimbangkan untuk melakukan strategi investasi berikut.

  • Investor dengan profil risiko agresif dapat wait and see terlebih dulu dan cermati reksadana saham dan reksadana indeks berbasis saham kapitalisasi besar (Big Caps) jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan di kisaran level 6.900 – 6.800.
  • Sementara itu, investor profil risiko moderat dapat tetap melakukan akumulasi secara bertahap di reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi hingga Bank Indonesia kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan ke level 4%. 
  • Lalu untuk semua jenis profil risiko, ada baiknya melakukan diversifikasi yang cukup di reksadana pasar uang karena fluktuasi pasar saham dan pasar obligasi diproyeksikan masih tinggi melihat gejolak risiko global.

Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko, sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko yang ada di pasar keuangan.

Kinerja Reksadana 

Daftar Reksa Dana

Imbal Hasil (Return)

Reksa Dana Pasar Uang

1 Tahun

3 Tahun

Capital Money Market Fund

4,43%

17,49%

Syailendra Sharia Money Market Fund

4,09%

15,81%

Sucorinvest Sharia Money Market Fund

4,31%

17,59%

Reksa Dana Pendapatan Tetap

1 Tahun

3 Tahun

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

6,42%

31,04%

Sucorinvest Stable Fund

6,90%

-

TRIM Dana Tetap 2

3,99%

18,30%

Reksa Dana Saham & Indeks

YtD

1 Tahun

Avrist Ada Saham Blue Safir

13,54%

22,94%

Bahana Dana Prima

19,25%

27,08%

BNP Paribas Sri Kehati

14,51%

27,16%

Sumber: Tim Analis Bareksa, Return per NAV 1 September 2022

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel seri berikutnya.