Suku Bunga Dolar Naik, Ini Strategi Investasi Emas dan Reksadana

Menimbang risiko ketidakpastian yang tinggi, ada baiknya investor melakukan diversifikasi portofolio
Hanum Kusuma Dewi • 22 Mar 2022
cover

Ilustrasi korelasi antara harga emas logam mulia dibandingkan dolar AS. (Shutterstock)

Bareksa.com - Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve sudah menaikkan tingkat suku bunga acuan pekan lalu. Smart investor Bareksa dapat mengatur portofolio investasi di reksadana dan emas dengan strategi investasi yang sesuai. 

The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin level 0,25-0,5 persen pada Kamis (17/3/2022). The Fed juga mengatakan bahwa di tengah ketidakpastian dan konflik Ukraina-Rusia, bank sentral AS tersebut akan menaikan suku bunga sebanyak 6 kali dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan ekspektasi sebelumnya untuk menurunkan angka inflasi Amerika. 

Rencana The Fed untuk mengurangi neracanya -- yaitu mengurangi kepemilikan obligasi negara/US Treasury -- pada tahun ini kemungkinan akan meningkatkan imbal hasil (yield) obligasi negara AS dan berpotensi melemahkan pasar saham global. 

Lihat juga Harga Emas Hari Ini : Powell Sebut Inflasi Terlalu Tinggi, Logam Mulia Bakal Berkilau?

Pada saat bersamaan, kenaikan suku bunga The Fed berdampak pada imbal hasil (yield) SBN Indonesia bertenor 10 tahun, yang saat ini bergerak di kisaran 6,7-6,8 persen. 

Indonesia sendiri dinilai masih memiliki fundamental yang solid dengan surplus neraca perdagangan Feb 2022  sebesar US$3,83 miliar yang didukung oleh kenaikan harga komoditas ekspor andalan seperti batubara, timah, nikel dan tembaga.

Nilai tukar Rupiah yang stabil terhadap Dolar AS serta tingkat suku bunga acuan yang dipertahankan rendah oleh Bank Indonesia di level 3,5 persen, diproyeksikan membuat harga obligasi Indonesia lebih atraktif sekaligus menopang kinerja reksa dana pendapatan tetap.

Strategi Investasi

Apa yang harus dilakukan investor?

Menimbang risiko ketidakpastian yang masih tinggi, seperti China yang tiba-tiba melakukan lockdown akibat kenaikan jumlah kasus Covid-19 dan Perang Ukraina-Rusia yang berlarut-larut, ada baiknya investor melakukan diversifikasi portofolio dengan menyisihkan sebagian dana di instrumen yang relatif aman seperti emas dan reksadana pasar uang serta sebagian lagi diinvestasikan di instrumen yang lebih berisiko seperti reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.

Investor dengan profil risiko agresif dapat mempertimbangkan untuk mengakumulasi reksa dana saham berbasis saham kapitalisasi besar (big caps) yang diborong oleh investor asing, jika indeks saham IHSG mengalami koreksi.

Lihat Bareksa Insight : Kenaikan Saham Big Caps Topang Kinerja Reksadana Ini

Sementara itu, investor profil risiko moderat dapat terus melakukan akumulasi secara bertahap di reksadana pendapatan tetap yang berinvestasi di obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. 

Lalu untuk investor konservatif dapat melakukan investasi dengan alokasi yang lebih besar di reksadana pasar uang dan porsi yang lebih rendah di reksadana pendapatan tetap.

Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko, sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko yang ada di pasar keuangan.

Kinerja Reksadana

Daftar Reksa Dana

Imbal Hasil (Return)

Reksa Dana Pasar Uang

1 Tahun

3 Tahun

TRIM Kas 2

3,91%

14,54%

Syailendra Dana Kas

3,93%

16,64%

Sucorinvest Sharia Money Market Fund

4,55%

19,50%

Reksa Dana Pendapatan Tetap

1 Tahun

3 Tahun

TRIM Dana Tetap 2

7,00%

21,03%

Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A

5,59%

26,27%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

5,50%

31,72%

Reksa Dana Saham

6 Bulan

1 Tahun

TRIM Kapital Plus

12,71%

15,11%

Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A

13,87%

11,07%

Batavia Dana Saham

11,24%

5,45%

Sumber: Bareksa Research Team, Return per 16 Maret 2021

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.