Bareksa Insight : Sentimen Pasar Bervariasi, Ini Strategi Investasi di Semester II 2022

Mengakhiri semester I dan masuknya semester II 2022, pasar keuangan Indonesia ditutup bervariasi
Abdul Malik • 01 Jul 2022
cover

Ilustrasi outlook investasi hingga akhir 2022. Investor perlu menerapkan strategi jitu guna meraih cuan dari investasinya di reksadana, SBN dan emas. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri semester I dan memasuki semester II 2022, pasar keuangan Indonesia ditutup bervariasi. Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan dalam sepekan terakhir, namun Indeks Obligasi Indonesia (ICBI) justru cenderung menguat. 

Menurut analisis Bareksa, penguatan pasar obligasi karena Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,5 persen pada bulan Juni dan menopang stabilnya pasar obligasi Indonesia. Namun, investor masih perlu waspadai risiko kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed atau Fed Rate yang lebih agresif pada kuartal III ini.

IHSG pada 30 Juni 2022 turun 0,44 persen ke level 6.911,58. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 30/06/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,3 persen pada 30 Juni 2022.

Baca juga : Bareksa Insight : Dibayangi Risiko Global, Reksadana Ini Berhasil Cuan Hingga 31 Persen

Analisis Bareksa memperkirakan pada awal Juli 2022 ini, investor menanti rilis data inflasi Indonesia bulan Juni yang diproyeksikan hampir menyentuh target pemerintah di kisaran 4 persen secara tahunan. Sebab sejumlah harga pangan naik signifikan, seperti cabai, telur dan daging ayam. 

Di sisi lain, investor global juga akan menanti rilis hasil kegiatan industri manufaktur China yang diproyeksikan kembali ke dalam mode ekspansif, setelah diterapkannya pelonggaran lockdown (penguncian wilayah) akibat kembali melonjaknya kasus Covid-19 di negara itu.

Lihat : Bareksa Insight : Fitch Pertahankan Investment Grade RI, Reksadana Ini Cuan Hingga 22 Persen

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Memasuki semester II 2022, analisis Bareksa menyarankan investor dapat mencermati reksadana saham dan reksadana indeks yang berisi saham-saham dengan kinerja keuangan yang baik, termasuk saham berkapitalisasi besar (big caps). Akumulasi investasi secara bertahap juga dapat dilakukan investor, jika pasar saham sudah lebih stabil setelah mengalami penurunan signifikan.

Sementara itu, reksadana pendapatan tetap masih ada potensi penguatan karena saat ini investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko, serta wait and see hingga Rapat Dewan Gubernur BI berikutnya. Sehingga, investor masih dapat mengakumulasi investasi di reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi.

Simak juga : Bareksa Insight : Data Ekonomi Makin Kuat, Cuan Reksadana Meroket Hingga 20,8 Persen

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks berkinerja ciamik yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko moderat dan agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 30 Juni 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Stable Fund : 7,31 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 6,05 persen

Imbal Hasil 1 Tahun (per 30 Juni 2022)

Reksadana Indeks

Avrist IDX30 : 19,76 persen
Principal Index IDX30 Kelas O : 17,83 persen

Reksadana Saham

Schroder Dana Prestasi Plus : 16,72 persen
BNP Paribas Ekuitas : 11,13 persen

Lihat juga : Bareksa Insight : Pasar Menanti Arah Ekonomi, Emas dan Reksadana Ini Bisa Dipilih

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.