Bareksa Insight : Asing Borong Saham RI Saat IHSG Turun, Reksadana Ini Potensi Cuan

Investor asing mencatatkan beli bersih Rp427 miliar, terutama ke sejumlah saham kapitalisasi besar
Abdul Malik • 20 Apr 2022
cover

Ilustrasi dana asing masuk membanjiri pasar saham sehingga mendongkrak kinerja reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan teknikal pada perdagangan kemarin, akibat aksi jual investor setelah sebelumnya mencapai level tertinggi. Hal ini mendorong penurunan kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks

Meski begitu, menurut analisis Bareksa, investor asing masih memborong saham RI dengan mencatat beli bersih sekitar Rp427 miliar, terutama ke sejumlah saham kapitalisasi besar (big caps). 

Hal ini karena pasar keuangan Tanah Air dianggap masih menarik karena proses pemulihan ekonomi terus berlanjut di tengah munculnya sejumlah isu global. IHSG pada 19 April 2022 melemah 1,05 persen ke level 7.199,23. 

Senada dengan pasar saham, pasar obligasi juga masih melemah seiring tingginya imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang bergerak naik menyesuaikan potensi kenaikan suku bunga acuan (Fed Rate). Hal ini mendorong pelemahan kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap. 

Di sisi lain, The Fed kembali menyatakan jika kenaikan suku bunga berikutnya, maksimal hanya 50 basis poin (bps), sehingga mengurangi potensi spekulasi di pasar untuk kenaikan yang lebih tinggi. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 19/04/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7 persen pada 19 April 2022.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa melihat reksadana saham masih akan bergerak terbatas pada hari ini, karena masih ada potensi aksi jual oleh investor. Meski begitu, seiring aksi borong asing di saham big caps, investor bisa kembali mencermati reksadana berbasis saham kapitalisasi besar.

Analisis Bareksa juga memandang kinerja reksadana pendapatan tetap akan lebih stabil ke depannya, setelah pernyataan The Fed soal maksimal kenaikan Fed Rate. Sehingga risiko di pasar obligasi akan lebih terukur dan diproyeksikan mengurangi potensi penurunan harga obligasi lebih dalam.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Beberapa produk reksadana indeks, reksadana saham dan reksadana pendapatan tetapdengan catatan cuan menggiurkan yang bisa dipertimbangkan investor dengan profil risiko agresif dan moderat adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 19 April 2022)

Reksadana Indeks

BNP Paribas Sri Kehati : 15,86 persen
RHB SRI KEHATI Index Fund : 15,6 persen

Reksadana Saham

TRIM Syariah Saham : 11,25 persen
Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A : 9,79 persen

Imbal Hasil 1 Tahun (per 19 April 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 5,7 persen
Sucorinvest Stable Fund : 7,84 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.