Bareksa Insight : IHSG Kembali Rekor All Time High, Cuan Reksadana Ini Melesat

Sektor energi dan bahan baku berbasis komoditas memimpin kenaikan IHSG
Abdul Malik • 11 Apr 2022
cover

Ilustrasi pasar saham yang tercermin dari kinerja IHSG terus mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru, sehingga berdampak positif terahadap kinerja reksadana berbasis saham, seperti reksadana saham dan reksadana indeks (Shutterstock)

Bareksa.com - Kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks naik melesat pada akhir pekan lalu, ditopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high). IHSG pada 08 April 2022 naik 1,17 persen ke level 7.210,84.

Menurut analisis Bareksa, sektor energi dan bahan baku berbasis komoditas memimpin kenaikan IHSG. Selain itu, beberapa rilis data ekonomi untuk bulan Maret 2022 masih tetap terjaga dengan baik, sehingga mendorong optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, meski harga obligasi masih cenderung bergerak stagnan pada pekan lalu, namun aliran dana asing sudah mulai masuk ke Obligasi Pemerintah Indonesia (Surat Berharga Negara/SBN) sepekan terakhir senilai Rp8,9 triliun. Hal ini menopang penguatan kinerja sejumlah reksadana pendapatan tetap. 

Analisis Bareksa memandang pasar obligasi pekan ini masih minim sentimen dari dalam negeri dan investor juga masih mencermati kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) terkait kenaikan suku bunga acuan, serta pergerakan imbal hasil (yield) acuan obligasi AS.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 08/04/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 6,8 persen pada 08 April 2022.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa memprediksi reksadana saham akan bergerak terbatas pada hari ini akibat adanya potensi aksi ambil untung (profit taking) oleh investor di pasar saham. Investor global juga akan mencermati angka inflasi China dan AS yang akan dirilis pekan ini. Penerapan lockdown oleh Negeri Panda akibat lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir, dikhawatirkan akan mengganggu rantai pasokan global dan membuat inflasi global tetap tinggi.

Analisis Bareksa juga melihat obligasi korporasi akan bergerak lebih stabil di tengah isu kenaikan suku bunga yang lebih agresif pada bulan ini. Sehingga, investor bisa mempertimbangkan reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi tersebut.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko moderat dan agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 8 April 2022)

Reksadana Indeks

Principal Index IDX30 Kelas O : 16,89 persen
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 16,47 persen

Reksadana Saham

TRIM Kapital Plus : 26,66 persen
Eastspring Investments Value Discovery Kelas A : 22,34 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 8 April 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 31,01 persen
TRAM Strategic Plus : 22,52 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.