Ini Strategi Investasi di Tengah Potensi Risiko Krisis Ukraina

Secara historis, investasi di safe haven seperti emas bisa melindungi portofolio dari risiko
Hanum Kusuma Dewi • 01 Mar 2022
cover

Ilustrasi investor mengurangi risiko investasi dengan menerapkan strategi diversifikasi investasi di reksadana saham obligasi SBN dan emas yang digambarkan dengan balok bertuliskan RISK.

Bareksa.com - Ketegangan militer antara Rusia dengan Ukraina-NATO yang semakin memanas pekan lalu meningkatkan risiko global. Investor keuangan dan pasar modal perlu strategi untuk mengamankan investasi di tengah potensi krisis dengan meragamkan produk di safe haven (aset aman), seperti logam mulia emas

Menurut pantauan Tim Riset Bareksa, investor global terus beralih kepada aset safe haven seperti emas, obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury), dan mata uang dollar AS (USD) yang terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Harga emas global kembali menyentuh level US$1.927/troy oz akibat eskalasi perang antara Rusia dengan Ukraina-NATO.

Data yang dikompilasi Tim Riset Bareksa menunjukkan logam mulia emas memiliki rata-rata imbal hasil sebesar 11 persen selama 50 tahun terakhir dan telah mengalahkan inflasi yang ada di dunia. Emas juga terbukti melindungi investor dari inflasi yang tinggi dan ekstrim. Dari data historis, harga emas akan meningkat 14 persen secara rata-rata apabila inflasi global di atas 3 persen.

Berdasarkan data World Gold Council, investor dengan penempatan emas sebesar 5 persen dari portofolio mereka terbukti memiliki risiko yang lebih rendah, dengan return yang lebih optimal dibandingkan dengan yang tidak memiliki emas pada portofolionya. 

 Simulasi Imbal Hasil Portofolio Dengan Alokasi 5% Pada Emas 


20 year

10 Year

5 Year

2 Year

No Gold

5% Gold

No Gold

5% Gold

No Gold

5% Gold

No Gold

5% Gold

Annualized Return

8.29%

8.46 %

10.54 %

10.16%

11.96%

11.92%

14.56%

14.43%

Annualized Volatility

11.57%

11.12 %

9.77%

9.42%

11.47%

10.96%

15.58%

14.88%

Risk Adjustment Return

0.72

0.76

1.08

1.08

1.04

1.09

0.93

0.97

Maximum Drawdown*

-45.50%

-43.10%

-17.60%

-16.60%

-17.60%

-16.60%

-17.60%

-16.60%


*Maximal drawdown adalah persentase maksimal dari penurunan modal awal setelah dikurangi beberapa kerugian beruntun

*Berdasarkan Data per 31 Desember 2021 menggunakan JP Morgan dan Blackrock Investment Portfolio

Sumber: Bareksa Research, World Gold Council, Bloomberg

Seperti terlihat dalam tabel, portofolio yang memiliki sedikitnya 5 persen alokasi investasi emas menunjukkan volatilitas yang lebih kecil, terlihat dari annualized volatility. Artinya, portofolio dengan investasi emas tidak berfluktuasi naik-turun terlalu tajam. 

Selain itu, meski imbal hasil tahunan terlihat lebih kecil (annualized return), portofolio dengan investasi emas juga bisa bertahan tidak jatuh lebih dalam, terlihat dari maximum drawdown atau persentase maksimal penurunan modal awal setelah dikurangi beberapa kerugian beruntun.

Risk-adjusted return, atau imbal hasil terhadap risiko juga lebih baik dengan adanya investasi emas dalam portofolio. Semakin tinggi nilai risk-adjusted return, semakin baik. Baca juga definisi risk-adjusted return

Lihat juga Bareksa Insight : Harga Komoditas Meroket, Reksadana Ini Prospektif Cuan

Selain Emas, instrumen yang dapat dipertimbangkan investor adalah Sukuk Ritel Negara (SR) yang baru saja mulai ditawarkan oleh Pemerintah sejak Jumat lalu (25 Februari 2022), yakni SR016 yang memiliki imbal hasil (kupon) per tahun sebesar 4,95%.

Saat ketidakpastian risiko global sedang tinggi, SR016 dapat menjadi pilihan yang aman dengan return optimal. Investor juga akan mendapatkan imbal hasil bulanan dari pembayaran kupon, yang diilustrasikan sebagai berikut.

Tabel Cara Hitung Kupon Bersih SR016 per Bulan

Keterangan

Cara Penghitungan

Nilai (Rupiah)

Nilai investasi

 

1000000

Kupon/tahun

1.000.000 x 4,95%

49500

Kupon/bulan

49500 : 12

4125

Pajak/bulan

4125 x 10%

413

Kupon bersih/bulan

4125 - 413

3713*

*Angka 50 sen ke atas akan dibulatkan menjadi Rp1. Seperti terlihat di dalam tabel, untuk 1 unit atau investasi Rp1 juta di SR016 akan mendapatkan imbalan bersih tetap Rp3.713 per bulan. Imbalan ini akan ditransfer langsung ke rekening investor tanggal 10 tiap bulan hingga jatuh tempo, atau hingga investor menjual kepemilikan SR016 di pasar sekunder. 

Tabel Kupon/Imbal Hasil Bersih SR016 per Bulan

Unit*

Kupon/Bulan (Rp)

Pajak 10% (Rp)

Kupon Bersih (Rp)

1

4125

413

3713

10

41250

4125

37125

100

412500

41250

371250

150

618750

61875

556875

500

2062500

206250

1856250

1000

4125000

412500

3712500

2000

8250000

825000

7425000

Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah Bareksa.

Apa yang harus dilakukan investor?

Smart investor masih dapat melakukan akumulasi di instrumen Emas serta investasi SR016. Untuk reksa dana, opsi yang dapat dilakukan sebagai berikut:

Investor dengan profil risiko agresif dapat pertimbangkan untuk take profit dari reksadana saham dan sementara dapat mengalihkan ke reksadana pasar uang ataupun reksadana pendapatan tetap.

Sementara itu, investor profil risiko moderat dapat melakukan akumulasi juga secara bertahap di reksadana pasar uang sebagai diversifikasi.

Lalu untuk investor konservatif dapat melakukan investasi dengan alokasi yang lebih besar di reksadana pasar uang dan porsi yang lebih rendah di reksadana pendapatan tetap. 

Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko, sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko yang ada di pasar keuangan.

Atur portofolio investasi reksadana kamu dengan fitur switching dan gunakan Promo Switching berhadiah cashback reksadana hingga Rp1 juta. Baca juga ​Syarat Ketentuan Promo Switching

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.