Bareksa Insight : Harga Komoditas Meroket, Reksadana Ini Prospektif Cuan

Harga mayoritas komoditas global kembali meningkat pada akhir pekan lalu seiring kenaikan eskalasi militer di Ukraina
Abdul Malik • 01 Mar 2022
cover

Ilustrasi invasi Rusia ke Ukraina mengakibatkan harga minyak dan komoditas meroket, sehingga mendongkrak kinerja reksadana berbasis saham komoditas. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga mayoritas komoditas global kembali meningkat pada akhir pekan lalu seiring kenaikan eskalasi militer di Ukraina. Selain menopang kenaikan harga emas, hal ini juga mendorong penguatan mayoritas saham sektor energi di pasar saham (Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG). Indeks Saham Tanah Air pada 25 Februari 2022 naik 1,03 persen ke level 6.888,17. 

Lonjakan IHSG turut mendongkrak kenaikan kinerja sejumlah reksadana saham dan reksadana indeks berbasis saham komoditas.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Di sisi lain, pasar obligasi global masih terlihat stabil ditandai dengan penurunan imbal hasil (yield) obligasi acuan Amerika Serikat (AS) ke kisaran 1,8 persen dari pekan sebelumnya di kisaran 2 persen. Hal ini turut menopang stabilitas yield acuan dalam negeri pada pekan lalu di kisaran 6,5 persen serta mendorong kinerja reksadana pendapatan tetap.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 25/02/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di  level 6,5 persen pada 25 Februari 2022.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa​

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa melihat pada perdagangan hari ini reksadana saham akan bergerak terbatas mengingat investor global masih mencermati dampak sanksi baru Amerika Serikat dan Kanada terhadap Rusia terhadap perekonomian dunia. 

Selain itu, kinerja reksadana pendapatan tetap diproyeksikan masih akan bergerak positif seiring dengan kenaikan permintaan terhadap aset yang lebih rendah risiko seperti obligasi, di tengah ketidakpastian global saat ini.

Baca : Cara Dapat Passive Income Rp7,4 Juta per Bulan

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan investor dengan profil risiko moderat dan agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 3 Tahun (per 25 Februari 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Bahana Mes Syariah Fund Kelas G : 26,74 persen
TRIM Dana Tetap 2 : 21,74 persen

Imbal Hasil 6 Bulan (per 25 Februari 2022)

Reksadana Saham

TRIM Syariah Saham : 8,35 persen
Eastspring Investments Value Discovery Kelas A : 8,16 persen

Reksadana Indeks

BNP Paribas Sri Kehati : 17,65 persen
RHB SRI KEHATI Index Fund : 17,33 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.