Investasi Reksadana Saham Kamu Sudah Untung? Amankan Profit di Sini

Selain reksadana pasar uang, SBN Ritel seri ORI021 bisa jadi alternatif investasi risiko rendah
Hanum Kusuma Dewi • 14 Feb 2022
cover

Ilustrasi investor mengamankan profit atau meraup untung (profit taking) dari investasi reksadana saham yang digambarkan dengan figur orang berdiri di atas tumpukan koin dengan dinaungi oleh payung. (shutterstock)

Bareksa.com - Pada awal Februari 2022, indeks saham di Bursa Efek Indonesia mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, seiring dengan masuknya investor asing yang melihat prospek ekonomi Indonesia. Mayoritas reksadana berbasis saham juga ikut terdorong sehingga investor yang punya reksadana saham turut meraup untung. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencapai level 6,874 pekan lalu. Aliran dana asing masuk ke pasar saham Indonesia sepanjang 6 bulan terakhir mencapai Rp44 triliun. Investor yang memiliki portofolio di reksadana saham mungkin sudah merasakan keuntungan, sehingga inilah waktunya mengambil untung (profit taking). 

Dengan level IHSG yang tinggi tersebut, investor dapat mempertimbangkan untuk mengalihkan bertahap sebagian dananya ke instrumen yang lebih rendah risiko seperti Surat Berharga Negara (SBN) seperti ORI021 ataupun reksa dana pasar uang.

Baca Bareksa Insight : Risiko Global Bayangi Pasar, Investor Bisa Pantau Reksadana Ini

Menurut riset Bareksa, rata-rata kinerja reksadana saham yang tersedia di marketplace Bareksa telah mencetak imbal hasil (return) sekitara 7,6 persen dalam 6 bulan terakhir. Kinerja indeks reksadana saham Bareksa ini sudah melampaui rata-rata reksadana saham yang ada di industri yang naik sekitar 6,1 persen dalam periode sama. 

Kinerja Reksa Dana Saham 6 Bulan (10 Agustus 2021 – 10 Februari 2022)

Sumber: Bareksa Research Team

Jika investor sudah mencatat keuntungan di reksadana saham, ada baiknya untuk mulai diversifikasi untuk menghindari potensi penurunan harga saham maupun realisasi keuntungan. Alternatif investasi dengan risiko rendah termasuk reksadana pasar uang dan SBN ritel seri ORI021

Lihat juga Robo Advisor Bareksa : Tensi Rusia - AS Soal Ukraina Memanas, Investor Bisa Lakukan Ini

Mengapa pilih ORI021

Dilihat dari kacamata ekonomi makro, kondisi Indonesia sangat baik dengan proyeksi positif ke depan. Saat ini, Neraca Perdagangan Indonesia tahun 2021 yang diproyeksikan mencatatkan surplus sebesar 0,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) juga membawa keyakinan investor terhadap fundamental Indonesia yang kuat. 

Untuk tahun 2022, Bank Indonesia memproyeksikan akan terjadi defisit hanya sekitar 1,1-1,9 persen dari PDB karena struktur keuangan Indonesia yang masih cukup baik. Hal ini diproyeksikan akan tetap menopang pasar keuangan Indonesia.

Dari kacamata investor yang mencari imbal hasil, ORI021 bisa jadi salah satu pilihan karena SBN ritel ini memiliki imbal hasil menarik. Kupon ORI021 ditetapkan 4,90 persen per tahun, di saat suku bunga acuan Bank Indonesia hanya 3,5 persen. 

Selain itu, ORI021 juga mendapatkan insentif berupa potongan pajak sangat rendah, hanya 10 persen. Bandingkan pajak ini dengan pajak bunga deposito yang mencapai 20 persen. 

Makanya, ORI021 diburu oleh investor, terlihat dari kuota penerbitan nasional yang terus dinaikkan dari target penerbitan awal sebesar Rp15 triliun. Hingga Senin pagi (14 Februari 2022), kuota nasional ORI021 sudah dinaikkan ke Rp 23,5 triliun dengan total pemesanan juga telah mencapai Rp21,9 triliun atau sudah 92 persen dari kuota. 

Smart investor Bareksa yang berminat membeli ORI021 sebaiknya segera memesan sekarang. Sebab, berkaca pada seri-seri sebelumnya, periode pemesanan SBN Ritel bisa ditutup lebih cepat jika minatnya semakin tinggi. Masa penawaran ORI021 masih dibuka hingga tanggal 17 Februari 2021, sehingga investor bisa segera pesan di Bareksa sebelum kehabisan.

Pesan ORI021 sekarang di Bareksa untuk dapat kesempatan raih OVO Points dan GrabFood Rp50.000. Baca juga Syarat dan Ketentuan Promo ORI021 Last Week Deal

Apa yang harus dilakukan investor?

Selain berinvestasi di ORI021, investor dengan profil risiko agresif hingga konservatif masih dapat tetap melakukan investasi di reksadana dengan opsi yang dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Investor dengan profil risiko agresif dapat mempertimbangkan untuk ambil untung (take profit) secara bertahap, terutama jika sudah untung diatas 5 persen dan sementara dapat mengalihkan ke reksadana pasar uang ataupun reksadana pendapatan tetap.
  • Sementara itu, investor profil risiko moderat dapat melakukan akumulasi juga secara bertahap di reksadana pasar uang sebagai diversifikasi, mengingat potensi fluktuasi harga obligasi akibat risiko global.
  • Lalu untuk investor konservatif dapat melakukan investasi dengan alokasi yang lebih besar di reksadana dana pasar uang dan porsi yang lebih rendah di reksadana pendapatan tetap. 

Gunakan fitur switching di Bareksa untuk memindahkan saldo dari satu produk reksadana ke reksadana lainnya, mumpung ada Promo Switching berhadiah voucher senilai hingga Rp1 juta. Baca juga Syarat dan Ketentuan Promo Switching Reksadana

Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko, sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko yang ada di pasar keuangan.

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Investasi SBN Sekarang

Bareksa adalah mitra distribusi untuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan ​penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Baca juga ​Siap-siap ORI021 Akan Segera Terbit, Ini Cara Daftar SBN Ritel di Bareksa

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.